<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://ejurnaladhkdr.com/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-06-17T01:36:09Z</responseDate>
	<request from="2020-11-19" metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/268</identifier>
				<datestamp>2020-11-22T22:37:15Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KUALITAS PELAYANAN PUSKESMAS DINOYO DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT</dc:title>
	<dc:creator>FITHRIANA, NOORA</dc:creator>
	<dc:creator>PS, Vida Ursula</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kualitas pelayanan,</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kepuasan masyarakat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Puskesmas Dinoyo</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian kami adalah untuk mengetahui tanggapan masyarakat terhadap kualitas pelayanan Puskesmas Dinoyo, serta untuk mengukur pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat. Penelitian ini bersifat kuantitatif karena mengumpulkan dan menganalisis data statistik dengan pengujian hipotesis. Data primer dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden. Responden dipilih secara acak sederhana, terdiri dari masyarakat dan pegawai Puskesmas Dinoyo. Penyajian data dilakukan dengan tabel dan diagram/grafik. Analisis data dilakukan dengan tahapan uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi dasar, statistika deskriptif, serta analisis regresi linier sederhana dengan SPSS versi 16. Uji validitas dan reliabilitas yang telah kami lakukan pada lima dimensi kualitas pelayanan milik Zeithaml (variabel X) dan empat belas item pertanyaan kepuasan masyarakat berdasarkan Kepmenpan Tahun 2004 (variabel Y) menunjukkan hasil yang sah dan konsisten. Hasil analisis data denganstatistika deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata keseluruhan tanggapan masyarakat mengenai kualitas pelayanan Puskesmas Dinoyo adalah cukup benar. Uji kelayakan model regresi linier sederhana mengukur bahwa variabel kepuasan masyarakat dapat diprediksi oleh kualitas pelayanan sebesar 11,6% sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti di dalam penelitian ini. Namun demikian, hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis alternatif kami diterima sehingga terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat.
 Kata Kunci: kualitas pelayanan, kepuasan masyarakat, Puskesmas Dinoyo  </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">


Our research purposes were to find out 
people responses on service quality


of Dinoyo Health Center, and to measure effect of service quality to the public satisfaction. This


has been a quantitative research as data was 
collected and analyzed by hypotheses


testing. Primary data 
was collected by distributing a questionnaire to 100 respondents of public


and 
staffs 
of Dinoyo Health 
Center 
which 
were 
selected 
by 
simple 
random



sampling. We displayed the data by using tables and diagrams/graphics and analyzed it by thestages of validity and reliability tests, basic assumption tests, descriptive statistics, and simplelinear regression by SPSS 16.0. Validity and reliability tests of five service quality dimensionsof Zeithaml (X variable) and fourteen items of citizen satisfaction based on Ministerial Decree Year2004 (Y variable) indicated valid and consistent results. The analysis results of descriptivestatistics showed the entirety average of people response to the service quality was true enough.The model feasibility test of simple linear regression measured that public satisfaction variable canbe predicted by service quality as 11.6% but the others should be explained by unexaminedfactors. However, the hypotheses result testing indicated the alternative hypotheses was acceptableso that there was a positive and significant influence of service quality to the citizen satisfaction</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/268</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i1.268</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 1 (2020): Nopember 2020; 01 - 11</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 1 (2020): Nopember 2020; 01 - 11</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/268/200</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/269</identifier>
				<datestamp>2020-11-22T22:29:18Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KUALITAS PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW</dc:title>
	<dc:creator>Tandi, Dan</dc:creator>
	<dc:creator>Syahrul, Syahrul</dc:creator>
	<dc:creator>Erika, Kadek Ayu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kualitas, dokumentasi, asuhan keperawatan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan : Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan bukti tertulis asuhan yang diberikan oleh perawat kepada pasien. Dokumentasi asuhan keperawatan yang berkualitas sebagai cerminan dari mutu asuhan keperawatan. Tujuan : Untuk mengetahui kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan tentang bagaimana pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan dan bagaimana kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan di rumah sakit. Metode : Pencarian literatur dilakukan dengan 4 database yaitu PubMed, ProQuest, Wiley Online Library dan Google Scholar dengan kata kunci&amp;nbsp; “nursing documentation”, “quality”, “completeness of documentation” dan “nursing care”. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi yaitu artikel dipublikasikan antara tahun 2009 sampai 2019, full text, berbahasa Inggris, kuantitatif. Hasil : 6 artikel dengan klasifikasi pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan dan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan. Simpulan : Kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan di rumah sakit masih rendah. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan, maka perlu dilakukan pelatihan, pengembangan kesadaran, pengarahan dan pengendalian,&amp;nbsp; kontrol berkelanjutan, meningkatkan budaya organisasi, perubahan dokumentasi asuhan keperawatan dari berbasis kertas menuju elektronik,&amp;nbsp; mengurangi beban kerja perawat dengan menambahkan tenaga keperawatan serta kebijakan insentif dari manajemen rumah sakit.
Kata Kunci : kualitas, dokumentasi, asuhan keperawatan </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction: Documentation of nursing care is written evidence of care provided by nurses to patients. Quality nursing care documentation as a reflection of the quality of nursing care. Objective: To find out the quality of documentation of nursing care about how to carry out documentation of nursing care and how to complete documentation of nursing care in hospitals. Method: Literature search was carried out with 4 databases namely PubMed, ProQuest, Wiley Online Library and Google Scholar with the keywords &quot;nursing documentation&quot;, &quot;quality&quot;, &quot;completeness of documentation&quot; and &quot;nursing care&quot;. Articles that met the inclusion criteria are articles published between 2009 and 2019, full text, in English, quantitative. Results: 6 articles with the classification of the implementation of documentation of nursing care and completeness of documentation of nursing care. Conclusion: The quality of documentation of nursing care in hospitals is still low. Therefore, to improve the quality of documentation of nursing care, it is necessary to conduct training, develop awareness, direction, and control, ongoing control, improve organizational culture, change nursing documentation from paper-based to electronic, reduce the workload of nurses by adding nursing staff and policies incentives from hospital management.
Keywords: quality, documentation, nursing care</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/269</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i1.269</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 1 (2020): Nopember 2020; 12 - 20</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 1 (2020): Nopember 2020; 12 - 20</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/269/201</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/281</identifier>
				<datestamp>2021-02-21T20:23:38Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI KUNJUNGAN POSYANDU BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA PARANG  UPTD PUSKESMAS TIRON KABUPATEN KEDIRI</dc:title>
	<dc:creator>Antono, Sumy Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Asiyah, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Oktavian, Vita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Frekuensi Kunjungan Posyandu, Status Gizi.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstract: Nutritional Status at toddler was one of factors to determine good growth a child in the future. The toddler with less nutritional status affected quality of growth in the future. Posyandu visit was done at toddler routinely that had aim in order to more easy looked growth at toddler&amp;nbsp; for prevented occurs less or poor nutrients. At this reserarh posyandu visit was not only visited but did scaling at weigh, giving nutrients, information about important of nutrient for toddler and givimg service of sanitary. In a previous study, it was done research about relation of being active posyandu visit with nutritional status, but only looked active or not at toddler in followed posyandu. This study aims to determine the relationship between the frequency of visits of toddlers posyandu with nutritional status of children in Parang,&amp;nbsp; The Community Health Center Tiron Kediri. This type of research is observational analytic with a retrospective study approach, and uses the Spearman rank analysis test. The population in this study were all toddlers aged 24 - 59 months who participated in the posyandu activities in March 2019 with total of respondent 181. The sampling technique used was Dispropotinate stratified random sampling. The sample size used 126 respondents who met the inclusion criteria and exclusion criteria. The results obtained from the spearman rank correlation test with the value of p value 0,000 &amp;lt;α = 0.05, the value of Correlation Coefficient 1,000 and has a direction of positive correlation (+). There is a relationship between the frequency of visits of toddlers posyandu with nutritional status of children aged 24-59 months in Parang,&amp;nbsp; The Community Health Center Tiron Kediri. The relationship between the two variables are very strong, and the direction of the relationship between the variables are positive. Based on the result of study, the frequency at posyandu visit to toddler age 24-59 months showed that most of regularly as many as 75,3% and nutritional status to toddler age 24-59 months showed most of the respondent had good nutritional status as many as 72,20%.
Keywords: Frequency of Posyandu Visits, Nutritional Status.
Abstrak : Status gizi balita merupakan salah satu faktor penentu baik tumbuh kembangnya seorang anak dimasa depan. Balita dengan status gizi yang kurang akan mempengaruhi kualitas tumbuh dan kembangnya dimasa mendatang. Dilakukan kunjungan posyandu balita dengan rutin tujuannya agar lebih mudah dalam melakukan pemantauan tumbuh dan kembang balita untuk mencegah terjadinya gizi kurang maupun gizi buruk. Pada penelitian ini kegiatan dikunjungan posyandu tidak hanya berkunjung saja melainkan melakukan penimbangan berat badan, pemberian asupan gizi, penyuluhan mengenai pentingnya gizi bagi balita dan pemberian pelayanan kesehatan. Pada penelitian sebelumnya dilakukan penelitian tentang hubungan keaktifan kunjungan posyandu dengan status gizi, namun hanya dilihat aktif tidaknya balita dalam mengikuti posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi kunjungan posyandu balita dengan status gizi balita di Desa Parang Puskesmas Tiron Kabupaten Kediri. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan studi retrospektif, dan menggunakan uji analisis spearman rank. Populasi dalam penelitian ini seluruh balita usia 24-59 bulan yang mengikuti kegiatan posyandu di bulan Maret 2019 dengan jumlah 181 respoden.Teknik sampling yang digunakan adalah
&amp;nbsp;
Dispropotinate stratified random sampling. Besar sampel yang digunakan 126 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Hasil yang didapatkan dari uji korelasi spearman rank dengan nila p value 0,000 &amp;lt; α = 0,05, nilai Correlation Coeffient 1,000 serta memiliki arah korelasi positif (+). Terdapat hubungan antara frekuensi kunjungan posyandu balita dengan status gizi balita usia 24-59 bulan di Desa Parang Puskesmas Tiron Kabupaten Kediri, keeratan hubungan kedua variabel sangat kuat, dan arah hubungan positif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, didapatkan frekuensi kunjungan posyandu balita usia 24-59 bulan menunjukan bahwa sebagian besar adalah teratur sebesar 75,3% dan status gizi balita usia 24-59 bulan menunjukan sebagian besar responden memiliki status gizi baik sebesar 72,20%.
 
Kata Kunci : Frekuensi Kunjungan Posyandu, Status Gizi. 
 </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/281</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i1.281</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 1 (2020): Nopember 2020; 21 - 31</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 1 (2020): Nopember 2020; 21 - 31</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i1</dc:source>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/285</identifier>
				<datestamp>2020-11-22T22:29:18Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN USIA KEHAMILAN DENGAN KEJADIANASFIKSIA BAYI BARU LAHIR DI RS AURA SYIFA KEDIRI</dc:title>
	<dc:creator>Titisari, Ira</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi Nur Masruroh, Anisa</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmaningtyas, Indah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gestasional Ages</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Newborn</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Asphyxia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Usia Kehamilan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Bayi Baru Lahir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Asfiksia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan:Asfiksia merupakan keadaan bayi baru lahir yang tidak dapat bernafas secara spontan dan teratur, menyebabkan O2 menurun dan CO2 meningkat, apabila tidak segera ditangani akan berakibat buruk dalam kehidupan lebih lanjut. Usia kehamilan merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan bayi asfiksia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia kehamilan dengan kejadian asfiksia bayi baru lahir diRSAuraSyifa Kabupaten Kediri. Metodologi:Desain penelitian adalah dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel sebanyak 100 responden dari jumlah populasi 2946 ibu bersalin dengan menggunakan teknin simple random sampling.Analisa data menggunakan uji Spearman&amp;nbsp; Rank. Hasil:terdapat hubungan antara usia kehamilan dengan asfiksia bayi baru lahir di RS Aura Syifa Kediri. Sedangkan berdasarkan tingkat keeratan hubungan dari Interval koefisien korelasi Spearman didapatkan nilai r = 367 yang artinya ada hubungan yang rendah.Diskusi:Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian yang serupa, serta dapat menggunakan jumlah sampel dan variabel yang lebih banyak sehingga dapat memberi hasil yang bervariasi.
&amp;nbsp;Kata Kunci:Usia Kehamilan, Asfiksia, Bayi Baru Lahir&amp;nbsp; 
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction:Asphyxia is the state of a newborn that is unable to breathe spontaneously and regularly, cause &amp;nbsp;decrease of O2 level and increase of CO2, if untreated, it will lead to serious harm in life. Gestational age is one of the factors that can lead to asphyxia. The goal of this study to find out the relation between gestational age and asphyxia incidence of a newborn at Aura Syifa Hospital Kediri. Method: This research used cross-sectional study. Around 100 samples were taken from 2946 of maternity women, using simple random sampling. The analysis used Spearman Rank test Result: There was a relationship between gestational age and newborn asphyxia in Aura Syifa Hospital Kediri. Based on the level of closeness of the relationship from the Spearman correlation coefficient interval the value of r = 367 means that there was a low relationship. Discussion: It is hoped that further researchers will be able to develop similar studies, and able to use a larger number of samples and variables in ordervto provide varied results.
&amp;nbsp;Keywords:Gestational ages, Newborn, Asphyxia</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/285</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i1.285</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 1 (2020): Nopember 2020; 32 - 39</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 1 (2020): Nopember 2020; 32 - 39</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/285/203</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/286</identifier>
				<datestamp>2020-11-22T22:29:18Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGEMBANGAN APLIKASI “ABANG MADE” ANDROID  SEBAGAI MEDIA PENGKAJIAN RESIKO LUKA KAKI DIABETIK</dc:title>
	<dc:creator>Yusuf, Saldy</dc:creator>
	<dc:creator>Syahrul, Muh.</dc:creator>
	<dc:creator>Aulina, Kiki Rizky</dc:creator>
	<dc:creator>Syam, Megawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">diabetes mellitus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">luka kaki diabetes</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">deteksi risiko</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">aplikasi android</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Salah satu komplikasi diabetes melitus (DM) adalah luka kaki diabetes (LKD) yang diawali dua faktor risiko, yaitu neuropathy dan angiopathy. Untuk itu Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan pengkajian resiko LKD yang fleksibel berbasis aplikasi android. Metode: Penelitian ini merupakan pilot sstudydengan pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive Sampling.Hasil: Penelitian melibatkan 33 partisipan menunjukan bahwa terdapat hasil yang sama antara perbandingan menggunakan Doppler Ankle Brachial Index (ABI), dengan Palpasi Nadi dan Monofilament Test dengan Ipswich Test dalam mendeteksi luka kaki diabetes.Pilot Study ini menunjukkan relatif tidak ada perbedaan antara pencatatan manual dan aplikasi ABANG MADE. Kesimpulan:Pilot studi ini menunjukkan potensi aplikasi ABANG MADE sebagai mediapengkajian resiko LKD.
&amp;nbsp;Kata Kunci: diabetes mellitus, luka kaki diabetes, deteksi risiko, aplikasi android</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction:One complication of diabetes mellitus (DM) is diabetic foot ulcer (DFU), which begins with two risk factors, namely neuropathy and angiopathy. For this reason, the purpose of this study is to develop a flexible DFU risk assessment based on an android application.Method: this was a quantitative study using a Pilot Study&amp;nbsp; by selecting the sample using the purposive sampling technique. Result: This research was conducted at the Endokrin Polyclinic Wahidin Sudirohusodo hospital for one month with 33 participants. There were similar results between comparison using ABI Doppler and Pedal palpation also comparison between Monofilament test and Ipswich test to detecting diabetic foot ulcers. It showed that the specificity and sensitivity test of diabetic foot check-up using the android application called “ABANG MADE” could be used to detect the risks of diabetic foot ulcers (neuropathy and angiopathy). Conclusion: This study confirmed the feasibility of ABANG MADE as a mobile application in recording diabetic foot assessment.&amp;nbsp;
Keywords: diabetes mellitus, diabetic foot ulcers, risk screening, android application</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/286</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i1.286</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 1 (2020): Nopember 2020; 58 - 62</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 1 (2020): Nopember 2020; 58 - 62</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/286/206</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/293</identifier>
				<datestamp>2021-05-20T19:46:21Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DENGAN STATUS IMUNISASI DASAR PADA BAYI DIDESA BANGKOK WILAYAH KERJA PUSKESMAS GURAH KABUPATEN KEDIRI</dc:title>
	<dc:creator>Antono, Sumy Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Mediawati, Mika</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhatisah, Miftahul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Status imunisasi dasar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tingkat pendidikan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Imunisasi dibutuhkan bagi bayi dan balita. Di Indonesia masih terdapat anak-anak yang belum&amp;nbsp; diimunisasi secara rutin lengkap,&amp;nbsp; bahkan tidak pernah dimunisasi sejak lahir, hal itu menyebabkan mereka mudah tertular penyakit berbahaya. Penyebab anak tidak diimunisasi diantaranya: takut anak panas, keluarga tidak mengizinkan, tempat jauh, orang tua sibuk, anak sering sakit, pengetahuan, pendidikan dan sikap terhadap imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dengan status imunisasi dasar. Metode: Metode penelitian menggunakan desain cross sectional, jumlah populasi 74 responden. Pengambilan sampel secara stratified random sampling sejumlah 63 responden dari 7 posyandu. Pengumpulan data dilakukan tanggal 15 April 2019 dengan cara membagikan kuesioner dan mencatat lembar status imunisasi dalam buku KIA ke dalam lembar dokumentasi. Analisis data secara univariat dan bivariat serta menggunakan uji spearman rank. Hasil: Hasil penelitian yaitu p-value 0,017 &amp;lt;0,05, nilai correlation coeffisient 0,299. Diskusi: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan status imunisasi dasar pada bayi didesa Bangkok Wilayah Kerja Puskesmas Gurah Kabupaten Kediri, arah hubungan kedua variabel positif
&amp;nbsp;
Kata kunci : Status imunisasi dasar , Tingkat pendidikan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/293</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i2.293</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 2 (2021): Mei 2021; 149 - 156</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021; 149 - 156</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/293/220</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/294</identifier>
				<datestamp>2020-11-22T22:29:18Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DETEKSI DINI TINGKAT TEKANAN DARAH PADA PEROKOK USIA MUDA</dc:title>
	<dc:creator>Hepilita, Yohana</dc:creator>
	<dc:creator>Mariati, Lusia Henny</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perokok</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Usia Muda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tekanan Darah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan:Merokok merupakan salah satu faktor resiko yang dapat meningkatkan terjadinya tekanan darah. Secara klinis, tekanan darah arteri digambarkan sebagai tekanan sistolik&amp;nbsp; per tekanan diastolik, dengan nilai normal tekanan darah ≥120/80 mmH. Skrining untuk faktor resiko kardiovaskuler disarankan mulai dilakukan mulai pada usia 20 tahun. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran resiko kesehatan kardiovaskular (tekanan darah) dan perilaku merokok pada kelompok usia muda dan mengetahui hubungan antara perilaku merokok terhadap tekanan darah. Metodologi: Penelitian ini adalah studi observasional dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan menggunakan judgemental sampling atau purposive sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 123 mahasiswa. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat yaitu perhitungan frekuensi dan presentasi terhadap variabel tekanan darah , perilaku merokok (umur perokok, lama merokok dan jumlah rokok yang dikonsumsi per hari dan indeks brinkman). Analisa data bivariat yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Lambda untuk mengetahui uji korelasi variabel perilaku merokok dan tekanan darah. Hasil : Dari 123&amp;nbsp; mahasiswa, mayoritas responden diklasifikasikan sebagai&amp;nbsp; perokok ringan dengan jumlah 109 mahasiswa (88,6%). responden dan mayoritas responden yang memiliki tingkat tekanan darah prahipertensi berjumlah 105 mahasiswa (85,4%). Hasil uji korelasi dengan uji Lambda didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara perilaku merokok (indeks brinkman) dengan tekanan darah,&amp;nbsp; dengan nilai λ=0.000. Diskusi: Berdasarkan penelitian ini disimpulkan mayoritas perokok muda merupakan perokok ringan dan mayoritas memiliki tingkat tekanan darah prahipertensi. Hasil penelitian ini juga menyimpulkan tidak adanya hubungan antara perilaku merokok dengan tingkat tekanan darah. Saran untuk penelitian selanjutnya agar melakukan penelitian menggunakan jumlah responden yang lebih besar dan perlu adanya intervensi pada penelitian serta menggunakan kelompok kontrol
&amp;nbsp;Kata Kunci: Perokok, Usia Muda, Tekanan Darah</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction: Smoking is a risk factor that can increase blood pressure. Clinically, arterial blood pressure is described as systolic pressure per diastolic pressure, with normal values ​​for blood pressure ≥120 / 80 mmH. Screening for cardiovascular risk factors is recommended starting at age 20 years. The purpose of this study was to provide an overview of the risk of cardiovascular health (blood pressure) and smoking behavior in the younger age group and to determine the relationship between smoking behavior and blood pressure. Methodology: This research is an observational study with descriptive research type. The sample technique used is non-probability sampling using judgmental sampling or purposive sampling. The number of respondents in this study were 123 students. The data analysis used in this study was univariate analysis, namely the calculation of the frequency and presentation of blood pressure variables, smoking behavior (age of the smoker, duration of smoking and number of cigarettes consumed per day and the Brinkman index). The bivariate data analysis used in this study was the Lambda test to determine the correlation test for smoking behavior and blood pressure variables. Results: The results of this study showed that from 123 respondents, the majority of respondents were classified as light smokers with a total of 109 students (88.6%). respondents and the majority of respondents who had pre-hypertensive blood pressure were 105 students (85.4%). The results of the correlation test with the Lambda test found that there was no relationship between smoking behavior (Brinkman index) and blood pressure, with a value of λ = 0.000. Discussion: Based on this study, it was concluded that the majority of young smokers were light smokers and the majority had pre-hypertensive blood pressure levels. The results of this study also concluded that there was no relationship between smoking behavior and blood pressure levels. Suggestions for further research are to conduct research using a larger number of respondents and the need for intervention in the study and using a control group
&amp;nbsp;Keywords: Smokers, Young Age, Blood Pressure</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/294</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i1.294</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 1 (2020): Nopember 2020; 40 - 50</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 1 (2020): Nopember 2020; 40 - 50</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/294/204</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/300</identifier>
				<datestamp>2020-11-22T22:29:18Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS PENGETAHUAN KELUARGA TERHADAP PENYAKIT KOMORBID DI ERA COVID-19 MELALUI SEMINAR ONLINE</dc:title>
	<dc:creator>Fadilah, Mariatul</dc:creator>
	<dc:creator>Jiawei, Alyssa Poh</dc:creator>
	<dc:creator>Cakra, Muhammad Prima</dc:creator>
	<dc:creator>Syakurah, Rizma Adlia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Peran Keluarga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyakit Penyerta</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Seminar online</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: SARS-CoV-2 adalah wabah pneumonia yang sedang berlangsung, SARS-CoV-2 awalnya berasal kelelawar, ditransmisikan ke manusia melalui trenggiling atau hewan liar lainnya. Data terbaru yang dilaporkan pada 6 Mei 2020, kasus konfirmasi secara global adalah sebanyak 16,341,920 dan kasus meninggal sebanyak 650,805 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan keluarga terhadap penyakit komorbid di era Covid-19 melalui seminar online.&amp;nbsp; Metode: Penelitian ini menggunakan quasi ekperimental pre and post-test design. Sebanyak 379 sampel dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah seminar online, meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, agama dan pekerjaan. Analisis deskriptif dan analitik menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mcnemar untuk mengetahui perubahan pengetahuan keluarga terhadap penyakit komorbid sebelum dan sesudah seminar online. Hasil: Mayoritas responden berusia 24-30 tahun (33,5%), jenis kelamin perempuan (60,9%), beragama islam (94,5%). Hasil uji Wilcoxon didapatkan tidak ada perbedaan yang bermakna rerata pengetahuan keluarga sebelum dan setelah seminar online (p value=0,893). Hasil uji statistic menggunakan uji Mcnemar juga didapatkan tidak ada perbedaan yang bermakna perilaku sebelum dan setelah seminar online (p=0,115). Kesimpulan: Metode online seperti seminar online dapat memberikan kepuasaan pada peserta dan perubahan yang dapat diukur terhadap pengetahuan dan perilaku mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan keluarga&amp;nbsp; terhadap penyakit penyerta di era Covid-19 melalui seminar online masih kurang baik.
&amp;nbsp;
Kata kunci: Pengetahuan Keluarga; Penyakit Penyerta; Covid-19; Seminar online</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction: SARS-CoV-2 is an ongoing outbreak of pneumonia, SARS-CoV-2 originally originated in bats, was transmitted to humans via pangolins or other wild animals. The latest data reported on May 6, 2020, globally confirmed cases were 16,341,920 and cases died as many as 650,805 people. This study aims to determine family knowledge of comorbid diseases in the Covid-19 era through online seminars. Methods: This study used a quasi experimental pre and post-test design. A total of 379 samples were collected using a questionnaire before and after the online seminar, covering age, gender, education, religion and occupation. Descriptive and analytical analysis used the Wilcoxon test and Mcnemar test to determine changes in the role of the family towards comorbid diseases before and after the online seminar. Results: The majority of respondents were 24-30 years old (33.5%), female (60.9%), Muslim (94.5%). The Wilcoxon test results showed &amp;nbsp;there was no significant difference in the mean family knowledge before and after online seminar (p value = 0.893). The statistical test results using the Mcnemar test also found no significant difference before and after the online seminar (p = 0.115). Conclusion: Online methods such as online seminars can provide participants with satisfaction and measurable changes in their knowledge and behavior. This study concludes that the level of family knowledge about comorbidities in the Covid-19 era through online seminars is still not good.
&amp;nbsp;
Key words: Family Knowledge; Complementary Diseases; Covid-19; Online seminar</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/300</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i1.300</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 1 (2020): Nopember 2020; 86 - 93</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 1 (2020): Nopember 2020; 86 - 93</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/300/210</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/301</identifier>
				<datestamp>2020-11-22T22:29:18Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERANAN KESEHATAN KERJA  DALAM MENDUKUNG PROGRAM FOOD SAFETY   DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT DI SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>Lestantyo, Daru</dc:creator>
	<dc:creator>Cahyaningrum, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Jayanti, Siswi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">food handler</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">safety and health</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">patient safety</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hospital</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">penjamah makanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">keselamatan dan kesehatan kerja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">keselamatan pasien</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">rumah sakit</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Pelayanan gizi di rumah sakit merupakan sarana penunjang yang memiliki peran penting bagi kesembuhan pasien. Penjamah makanan yang merupakan pekerja inti dari pelayanan gizi rumah sakit perlu memperhatikan higiene dan sanitasi individu agar dapat bekerja dalam kondisi sehat. Standar Pelayanan gizi rumah sakit,saat ini telah menerapkan food safety untuk melindungi keselamatan pasien maupun pengguna jasa boga lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kesehatan kerja dalam mendukung keberhasilan food safety di rumah sakit. Metodologi:. Penelitian dilakukan secara observasi dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian utama adalah penjamah makanan (food handler).&amp;nbsp; Hasil: Sebagian besar informan utama memiliki pengetahuan yang baik terkait food hygiene beserta tujuan penerapannya. Hasil pengukuran lingkungan kerja menunjukkan bahwa suhu dalam ruang berada diatas Nilai Ambang Batas (NAB) yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh unit MCU namun belum dilaksanakan secara terjadwal. Simpulan : Penelitian ini mendapatkan bahwa pelaksanaan program K3 belum dilakukan pada unit instalsi gizi. Indikator lingkungan kerja fisik masih ada yang perlu diperbaiki dan berisiko menyebabkan insiden K3 maupun keselamatan pasien. Keterlibatan petugas dalam program K3 masih perlu ditingkatkan melalui pelatihan maupun safety talk rutin.
&amp;nbsp;Kata Kunci: . kesehatan kerja, rumah sakit, penjamah makanan, hospital food safety</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction : Nutrition services in hospitals are supporting facilities that have an important role in patient recovery. Food handlers who are the core workers of hospital nutrition services need to pay attention to individual hygiene and sanitation in order to work in a healthy condition. This study aims to analyze the role of occupational health in supporting the success of food safety in hospitals. Methods: The research was carried out by observation with a qualitative approach. The main research responden were food handlers. Result:. Most of the main responden have good knowledge regarding food hygiene and its application objectives. Results : The results of the work environment measurement show that the temperature in the room is above the Threshold Limit Value (TLV) set by the Ministry of Health. The health check is carried out by the MCU unit but has not been on a scheduled basis. Conclusion: This study found that the implementation of the Occupational Safety and Health program has not been carried out in hospital kitchen&amp;nbsp; unit. There are still indicators of the physical work environment that need to be improved and are at risk of causing safety incidents and patient safety. The involvement of officers in the OSH program still needs to be improved through routine training and safety talk.
Keywords: hospital kitchen, occupational health, food handler, hospital food safety</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/301</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i1.301</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 1 (2020): Nopember 2020; 63 - 68</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 1 (2020): Nopember 2020; 63 - 68</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/301/207</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/304</identifier>
				<datestamp>2021-05-20T19:46:21Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELLITUS</dc:title>
	<dc:creator>Nasution, Fitriani</dc:creator>
	<dc:creator>Andilala, Andilala</dc:creator>
	<dc:creator>Siregar, Ambali Azwar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Umur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Riwayat Keluarga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aktivitas Fisik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diabetes Mellitus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Penyakit Diabetes Mellitus merupakan ranking keenam penyebab kematian di Dunia. Di Indonesia Prevalensi DM sekitar 4.8%. Faktor risiko terjadinya DM tipe II terdiri dari dua yaitu fakto yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor yang dapat dimodifikasi. Berdasarkan survei yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Rejo masih ditemukan masyarakatnya mengalami kejadian diabetes mellitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui faktor resiko terjadianya diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Rejo. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan studi case control. jumlah sampel secara keseluruhan 46 orang 23 kelompok kasus (penderita diabetes) dan 23 kelompok control (ukan penderita diabetes). Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner dengan indikator usia responden, berat badan, tinggi badan, jenis kelamin, riwayat keluarga, riwayat hipertensi dan aktivitas fisik. Analisis data yang diguanakan adalah uji chi-square. Hasil:. Penelitian menunjukkan hasil bahwa faktor risiko diabetes mellitus tipe 2 adalah umur (p=0,032, OR= 5,6, 95%CI=1,038-30,204), riwayat keluarga (p=0,032, OR= 5,6 95%CI=11,038-30,204) dan aktivitas fisik (p=0,003, OR= 7,38 95%CI=1,887-28,939) sedangkan jenis kelamin, riwayat hipertensi dan obesitas tidak berhubungan dengan kejadian Diabetes Melitus. Diskusi: Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi kejadiaan diabetes adalah aktivitas fisik, dimana seseorang yang kurang melakukan aktivitas fisik akan 5 kali lebih berisiko mengalami diabetes.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Kata Kunci: Umur, Riwayat Keluarga, Aktivitas Fisik, Diabetes Mellitus</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/304</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i2.304</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 2 (2021): Mei 2021; 94 - 102</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021; 94 - 102</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/304/212</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/305</identifier>
				<datestamp>2020-11-22T22:29:18Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">COMMUNITY SKILL BUILDING TERHADAP KECENDERUNGAN MENIKAH DINI PADA REMAJA</dc:title>
	<dc:creator>Rosuliana, Novi Enis</dc:creator>
	<dc:creator>Adawiyah, Robiatul</dc:creator>
	<dc:creator>Fithriana, Dina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Community Skill Building</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Menikah dini</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">remaja putri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pernikahan usia dini masih banyak dijumpai di negara berkembang salah satunya Indonesia. Masyarakat sebagaian besar belum menyadari akan bahaya kehamilan atau melahirkan pada ibu yang menikah pada usia kurang dari 20 tahun. Tinjauan program secara intensif dalam upaya memberdayakan anak perempuan bisa efektif dalam mencegah pernikahan anak lebih cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak Community Skill Building terhadap kecenderungan menikah dini pada remaja putri di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pre test post test with control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri yang terdiri atas kelompok kontrol dan intervensi. Istrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner kecenderungan menikah dini yang terdiri atas 47 item pernyataan. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji Mann Whitney U Test dan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil uji analisa Mann Whitney U Test dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.024 &amp;lt; nilai α 0,05, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian community skill building pada remaja terhadap kecenderungan menikah dini. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dengan pemberian community skill building dapat menurunkan kecenderungan menikah dini pada remaja putri. Rekomendasi penelitian adalah terlaksananya program pembinaan pada remaja putri khususnya tentang dampak dari menikah dini.
&amp;nbsp;Kata Kunci: Community Skill Building; Menikah dini; remaja putri</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Early marriage is still common in developing countries, one of which is Indonesia. Majority of society unaware of the dangers of pregnancy or childbirth for mothers who are married&amp;nbsp; less than 20 years. Intensive program review in an effort to empower girls can be effective in preventing child marriage earlier. The purpose of this study was to determine the impact of Community Skill Building on the tendency to marry young girls on the island of Lombok, West Nusa Tenggara. The research design used was a quasi-experimental with a pre test post test with control group design. The sample in this study were young women consisting of the control and intervention groups. The instrument in this study was a questionnaire on early marriage tendency which consisted of 47 statement items. The data analysis in this study used the Mann Whitney U Test and the Wilcoxon Signed Ranks Test. The results of the Mann Whitney U Test analysis with the Asymp value. Sig. (2-tailed) 0.024 &amp;lt;value α 0.05, indicating that there is an effect of community skill building on adolescents on the tendency to marry early. The conclusions in this study indicated that the provision of community skill building can reduce the tendency to marry young girls. The research recommendation is the implementation of a coaching program for young women, especially regarding the impact of early marriage.
&amp;nbsp;Keywords: Community Skill Building; Get married early; teenage girl</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/305</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i1.305</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 1 (2020): Nopember 2020; 51 - 57</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 1 (2020): Nopember 2020; 51 - 57</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/305/205</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/307</identifier>
				<datestamp>2020-11-22T22:29:18Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGETAHUAN, MOTIVASI IBU HAMIL TRIMESTER III TERHADAP  PIJAT PERINEUM PADA IBU HAMIL</dc:title>
	<dc:creator>Khasanah, Nurun Ayati</dc:creator>
	<dc:creator>Wari, Fitria Edni</dc:creator>
	<dc:creator>Adiesti, Ferilia</dc:creator>
	<dc:creator>Sulistyawati, Wiwit</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">motivasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ibu hamil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pijat perineum</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Pijat perineum merupakan pendekatan efektif untuk meningkatkan persalinan&amp;nbsp; dengan keadaan perineum yang utuh. Selama kehamilan ibu dianjurkan untuk melakukan pijat perineum supaya integritas perineum terjaga, sehingga proses proses persalinan tidak terjadi rupture perineum. Studi ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, motivasi terhadap pijat perineum ibu hamil trimester III. Metodologi: Desain penelitian&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; menggunakan analitik&amp;nbsp; dengan rancangan cross sectional design.&amp;nbsp; Responden penelitian ini 27 ibu hamil trimester III dengan metode purposive sampling&amp;nbsp; yang dilakukan pada bulan Maret&amp;nbsp; – Mei&amp;nbsp; 2020.&amp;nbsp; Hasil: Hasil uji statistik dengan&amp;nbsp; menggunakan &amp;nbsp;Fisher's Exact Test untuk menganalisis pengetahuan terhadap pijat perineum didapatkan nilai (α = 0,009) yang menunjukkan&amp;nbsp; bahwa ibu hamil trimester III yang berpengetahuan baik melakukan pijat perineum, sedangkan&amp;nbsp; hasil iji motivasi menggunakan Fisher's Exact Test&amp;nbsp; didapatkan nilai (α = 0,019)&amp;nbsp; bahwa dengan motivasi positif ibu hamil trimester III melakukan pijat perineum. Diskusi: Bidan sebagai petugas kesehatan meningkatkan pelayanan pada ibu hamil dengan memberikan informasi&amp;nbsp; kesehatan tentang pijat perineum.
&amp;nbsp;Kata Kunci: pengetahuan, motivasi , ibu hamil, pijat perineum</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">INTRODUCTION: Perineal massage is an effective approach to promote labor with an intact perineum. During pregnancy, mothers are advised to perform perineal massage so that the integrity of the perineum is maintained, so that the labor process does not caused perineal rupture. This study was conducted to determine the relationship between knowledge, motivation and perineal massage of third trimester pregnant women. METHODOLOGY: The design of this study was analytic with a cross sectional design. Respondents of this study were 27 third trimester pregnant women with purposive sampling method conducted in March - May 2020. RESULTS: The results of statistical tests using the Fisher's Exact Test to analyze knowledge of perineal massage obtained a value (α = 0.009) which indicates that trimester pregnant women III who is well-informed performs perineal massage, while the results of the motivation test using the Fisher's Exact Test score (α = 0.019) that with positive motivation third trimester pregnant women perform perineal massage. DISCUSSION: Midwive as a health worker need to improve the services for pregnant women with health education about perineal massage.
&amp;nbsp;
Keywords: knowledge, motivation, pregnant women, perineal massage</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/307</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i1.307</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 1 (2020): Nopember 2020; 69 - 73</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 1 (2020): Nopember 2020; 69 - 73</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/307/208</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/308</identifier>
				<datestamp>2020-11-22T22:29:18Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN KOMUNIKASI SBAR PADA SAAT  HANDOVER DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP</dc:title>
	<dc:creator>Sulistyawati, Wiwin</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayu, Kun Ika Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Dhanti, Adelia Yogi Pratiwi Rama</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">komunikasi SBAR</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">handover</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kinerja perawat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">asuhan keperawatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">SBAR Communication, Handover, Nurse Performance, Nursing Care</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan:Peningkatan komunikasi yang efektif merupakan komponen pasien safety. Penerapan komunikasi SBAR pada handover di Ruang Rawat Inap serta kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap merupakan faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan komunikasi SBAR dalam handover dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelasi melalui pendekatan cross sectional. Pengambilan data primer menggunakan metode kuesioner dengan sampel berjumlah 103 orang perawat RS di Jawa Timur. Pengambilan sampel dengan cara consequtive sampling.&amp;nbsp; Variabel independen adalah komunikasi SBAR dalam handover (X), sedangkan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan adalah variabel dependen. Hasil:Berdasarkan hasil uji spearman rank didapatkan hasil nilai ρ value = 0,000 &amp;lt; 0,05, maka Ho ditolak dan H1 diterima yang artinya ada hubungan antara komunikasi SBAR dalam handover dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit. Simpulan:Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan bidang keperawatan memotivasi perawat untuk menerapkan komunikasi SBAR pada saat handover sehingga meningkatkan kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit.
&amp;nbsp;
Kata kunci : komunikasi SBAR, handover, kinerja perawat, asuhan keperawatan</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Intoduction: Effective communication enhancement is a component of patient safety. The application of SBAR communication on handover and the performance of nurses in providing nursing care at inpatient room are factors that affect the quality of health services. This study aims to identify the relation between SBAR communication in handovers and the performance of nurses in implementing nursing care at inpatient room of the hospital. Methode:Research design correlation analysis with the cross-sectional approach.&amp;nbsp; Sampling techniques used consecutive sampling. Respondents were given informed consent, dissemination of questionnaires about the implementation of SBAR communication and nurses performance. The health department researcher has developed through a google form. The independent variable is the SBAR communication in handover, while the nurse's performance in implementing nursing care is the dependent variable. Data tested using spearman rank test. Result: Based on statistical test results obtained, p-value = 0.000 &amp;lt; α 0.005 so that H0 is rejected H1 is accepted .Conclusion:It means there is a relationship between SBAR communication in handovers and the performance of nurses in implementing nursing care at Inpatient Room.Based on the results of this study, the Head of Nursing is expected to motivates nurse to implement SBAR communication at handover in order to improve the performance of nurses in providing nursing care at Inpatient Room. 
&amp;nbsp;
Keywords: SBAR communication, handover, nurse performance, nursing care </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/308</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i1.308</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 1 (2020): Nopember 2020; 74 - 79</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 1 (2020): Nopember 2020; 74 - 79</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/308/209</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/312</identifier>
				<datestamp>2020-11-23T18:42:04Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DAN PEMBERIAN INFORMASI TENTANG STUNTING DENGAN KEJADIAN STUNTING</dc:title>
	<dc:creator>Rahmawati, Dian</dc:creator>
	<dc:creator>Agustin, Lia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tingkat pendidikan ibu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">informasi stunting</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan:Stunting adalah kegagalan pertumbuhan pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek pada usianya. Stunting dapat menurunkan kualitas SDM karena organ tubuh khususnya otak tidak mampu berkembang dengan optimal.Pengetahuan dan informasi tentang stunting diperlukan untuk menunjang gizi balita.Tujuan penelitian untuk menganalisis apakah tingkat pendidikan ibu dan pemberian informasi tentang stunting berhubungan dengan kejadian stunting.Metodologi: Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 24-59 bulan di Desa Bangkok Kec. Gurah Kab. Kediri pada bulan Agustus 2020. Dengan tehnik Purposive Sampling didapatkan 25 balita stunting sebagai kelompok kasus dan 25 balita normal sebagai kelompok kontrol. Variabel dependen adalah kejadian stunting, sedangkan variabel independen adalah tingkat pendidikan ibu dan pemberian informasi tentang stunting. Pengukuran stunting berdasarkan TB/U (Z-score). Pengukuran tingkat pendidikan ibudan&amp;nbsp; pemberian informasi stunting dengan kuesioner dan wawancara. Analisis data dengan Chi Square dan Fisher Exact’s Test. Hasil: Secara statistik tingkat pendidikan ibu tidak berhubungan dengan kejadian stunting (p=0.52) dan pemberian informasi tentang stunting berhubungan dengan kejadian stunting p=0.005 (OR=5.46;CI 95% 1.63 hingga 18.36). Diskusi: Ibu balita yang tidak menerima informasi tentang stunting memiliki kemungkinan 5 kali balita nya mengalami stunting.
&amp;nbsp;
Kata Kunci: stunting, tingkat pendidikan ibu, informasi stunting</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction: Stunting is a failure of growth in toddlers due to chronic malnutrition so the child is too short at his age. Stunting can decrease the quality of human resources because the organs of the body, especially the brain, are not able to develop optimally. Knowledge and information about stunting is needed to support the nutrition of toddlers. The purpose of the study was to analyze whether the level of maternal education and the provision of information about stunting is related to stunting events. Methodology: This type of research is observational analytics with a case control approach. The study population is all toddlers aged 24-59 months in Bangkok Village Gurah District Kediri Regency in August 2020. With Purposive Sampling technique obtained 25 toddlers stunting as a case group and 25 toddlers not stunting as a control group. Dependent variables are stunting events, whereas independent variables are the level of maternal education and the provision of information about stunting. Stunting measurement based on TB/U (Z-score). Measurement of maternal education and stunting information with questionnaires and interviews.Data analyzed with Chi Square and Fisher Exact's Test Results: Statistically the level of maternal education is not related to stunting events (p=0.52) and the provision of information about stunting related to stunting events p=0.005 (OR=5.46; CI 95% 1.63 to 18.36). Discussion: The toddler's mother who received no information about stunting has a 5 times chance of her toddler experiencing stunting.
Keywords:stunting, maternal education level, stunting information</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/312</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i1.312</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 1 (2020): Nopember 2020; 80 - 85</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 1 (2020): Nopember 2020; 80 - 85</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/312/211</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/313</identifier>
				<datestamp>2021-05-20T19:46:21Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Tehnik Pernapasan Buteyko terhadap Frekuensi Kekambuhan Asma Bronkial</dc:title>
	<dc:creator>Indrawati, Lina</dc:creator>
	<dc:creator>Anggiarti, Gina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Buteyko breathing technique</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">frekuensi kekambuhan asma</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK
Pendahuluan; Asma merupakan salah satu masalah kesehatan utama dinegara maju maupun negara berkembang, Berdasarkan hasil penelitian Global Initiatif for Asthma (GINA, 2017) dinyatakan bahwa angka kejadian asma dari berbagai Negara adalah 1-18% atau sekitar 300 juta penduduk. Asma yang tidak ditangani dengan baik menyebabkan penderita di rawat di RS berakibat &amp;nbsp;aktivitas terganggu, sulit tidur bahkan dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada pengaruh tehnik pernafasan Buteyko terhadap frekuensi kekambuhan asma bronkial. Metode: Desain yang digunakan adalah tehnik eksperimen semu (quasi-experiment) dengan pendekatan pre-post test without control. Sampel 12 orang penderita asma di PKM Semper II Jakarta Utara dengan menggunakan tehnik Purposive sampling. Instrumen menggunakan lembar SOP Buteyko Breathing Technique dan Lembar Checklist untuk frekuensi kekambuhan asma. Hasil: Analisis bivariat dengan menggunakan uji statistik paired t-test. Didapatkan bahwa dari 12 responden terdapat terkontrol baik 2 responden (16,7 %), tidak terkontrol 7 responden (58,3%), sangat tidak terkontrol 3 responden (25,0%). Ada pengaruh tehnik pernafasan buteyko terhadap frekuensi kekambuhan asma bronkial di Puskemas Semper Barat II Jakarta Utara dengan p value (0,000). Ada pengaruh Tehnik pernfasan Buteyko terhadap frekuensi kekambuhan asma pada penderita asma bronkial. Simpulan:Tehnik pernafasan Buteyko dapat digunakan sebagai terapi non farmakologis, selain sangat mudah untuk diterapkan, biayanya juga sangat cost-effective.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/313</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i2.313</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 2 (2021): Mei 2021; 103 - 109</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021; 103 - 109</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/313/213</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/314</identifier>
				<datestamp>2021-05-20T19:46:21Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENDAMPINGAN KADER PADA IBU HAMIL PREEKLAMSI</dc:title>
	<dc:creator>Yanuarini, Triatmi Andri</dc:creator>
	<dc:creator>Kristianti, Shinta</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Preeklamsi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendampingan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kader</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Deteksi Dini</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Preeklampsia merupakan penyebab utama mortalitas dan morbiditas ibu dan janin. Preekalamsia berat sering menyebabkan kondisi kegawatan pada ibu hamil bahkan &amp;nbsp;Dua ibu hamil ini tidak sempat didampingi oleh kader karena mereka pendatang, ketika baru memeriksakan kehamilannya terdeteksi Preeklamsi Berat dan dilakukan rujukan.Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pendampingan kader pada ibu hamil preeklamsi di wilayah Puskesmas Mojo Kabupaten Kediri. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini sejumlah 20 kader. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam, studi dokumentasi dan Focus Group Discussion. Analisis data hasil wawancara menggunakan tahapan analisis menurut Diklemann. Hasil: hasil penelitian menunjukkanpendampingan kader dalam deteksi dini ibu hamil preeklamsi sudah dilakukan namun, yang memiliki inisiatif atau mampu mengidentifikasi hanya satu orang. Kader yang lain masih menunggu informasi dari bidan. Semua kader juga sudah mampu mendampingi ibu hamil preeklamsi dalam persiapan persalinan/perencanaan tempat /penolong persalinan seperti biaya, asuransi, tranportasi. Namun belum dapat mengarahkan untuk mempersiapkan donor darah pada ibu hamil. Kader juga sudah baik dalam memberikan penyuluhan/Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) pada ibu hamil preeklamsi. Semua kader sudah baik dalam memberikan saran pengambilan keputusan ibu hamil dan keluarganya, juga memberikan saran tentang rujukan tepat waktu. Hambatan kader yang terbanyak adalah sulitnya memberikan pengertian kepada keluarga agar mendukung ibu hamil untuk dirujuk dirumah sakit dan sebagian kader kurang percaya diri dalam mendeteksi dini ibu hami preeklamsi. Diskusi: Pembinaan kader lebih ditingkatkan terutama dalam pemberian materi deteksi dini resiko tinggi terutama preeklamsi.
&amp;nbsp;
Kata Kunci: Preeklamsi, Pendampingan, Kader, Deteksi Dini</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/314</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i2.314</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 2 (2021): Mei 2021; 157 - 165</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021; 157 - 165</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/314/221</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/315</identifier>
				<datestamp>2021-05-20T19:46:21Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIFITAS SABUN ANTISEPTIK UNTUK MENCUCI LUKA PADA DIABETIK FOOT ULCER DI RUMAH LUKA SURABAYA</dc:title>
	<dc:creator>Farida, Imroatul</dc:creator>
	<dc:creator>Widyastuti, Merina</dc:creator>
	<dc:creator>Wicaksono, Muhammad Rivky Yuniar</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhayati, Ceria</dc:creator>
	<dc:creator>Muhaji, Imam</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mencuci luka</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sabun  antiseptik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">diabetic foot ulcer</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan :Diabetic foot ulcer merupakan komplikasi dari diabetes militus yang disebabkan oleh gangguan vaskularisasi, gangguan neurologi dan trauma. Penanganan ulkus diabetik yang tidak tepat bisa berakibat lamanya&amp;nbsp; penyembuhan luka yang berujung pada tindakan amputasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektifitas sabun antiseptic terhadap penyembuhan diabetic foot ulcer. Metode penelitian ini adalah preexperimental desaigns dengan pendekatan intact group comparison. Teknik sampling menggunakan simple random sampling.&amp;nbsp; Jumlah sampel sebanyak 32 respoden yang terbagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pengukuran perkembangan luka menggunakan instrumen Bates-Jensen Wound Assesment Tool (BWAT). Hasil&amp;nbsp;&amp;nbsp; uji mann whitney &amp;nbsp;dengan nilai p = 0,003 (p &amp;lt;α = 0,05), yang menunjukkan bahwa sabun antiseptic efektif&amp;nbsp; berpengaruh terhadap&amp;nbsp;&amp;nbsp; penyembuhan diabetic foot ulcer. Diskusi : Sabun antiseptic efektif untuk mencuci luka pada diabetic foot ulcer.
&amp;nbsp;
Kata kunci: Mencuci luka, sabun&amp;nbsp; antiseptik, diabetic foot ulcer</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/315</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i2.315</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 2 (2021): Mei 2021; 131 - 136</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021; 131 - 136</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/315/217</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/316</identifier>
				<datestamp>2021-05-20T19:46:21Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GAMBARAN PRIMIGRAVIDA : FRAMEWORKFAMILY NURSING PARTNERSHIP</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Gambaran GAMBARAN PRIMIGRAVIDA : FRAMEWORK FAMILY NURSING PARTNERSHIP DI PUSKESMAS KEBONSARI SURABAYA</dc:title>
	<dc:creator>Hatmanti, Nety Mawarda</dc:creator>
	<dc:creator>Rusdianingseh, Rusdianingseh</dc:creator>
	<dc:creator>Septianingrum, Yurike</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Primigravida</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Family Nursing Partnership</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan.: Ibu dan anak merupakan anggota keluarga yang perlu mendapatkan prioritas dalam penyelenggaraan upaya kesehatan, karena ibu dan anak merupakan kelompok yang rentan. Ketidakmampuan ibu hamil terutama primigravida dalam beradaptasi dengan kehamilannya akan menyebabkan gangguan pada masa kehamilan. Dalam konsep Nurse Family Partnership salah satunya yaitu self efficacy mengatakan bahwa keinginan untuk tetap menjaga kesehatan dan mengetahui kondisi kesehatan dengan baik akan membantu ibu selama masa kehamilan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang ibu Primigravida saat menjalani kehamilan sesuai dengan framework Nursing Family Partnership. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan jumlah 7 (tujuh) partisipan primigravida. Hasil: Pengumpulan data dengan indepth interview dan menghasilkan 3 (tiga) tema : (1) Keluhan Ibu Hamilberupa mual muntah oleh sebagian partisipan, (2) Respon psikologis selama kehamilan di masa pandemic Covid-19 yaitu sebagian partisipan mengalami kecemasan dan (3) Keuangan keluarga selama kehamilan pada masa pandemic Covid-19 yang berkurang. Diskusi: Hal yang dialami oleh Ibu Hamil tersebut perlu mendapat dukungan dari keluarga agar kondisi selama kehamilan tetap baik.
&amp;nbsp;
Kata Kunci:Primigravida, Family Nursing Partnership</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/316</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i2.316</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 2 (2021): Mei 2021; 110 - 115</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021; 110 - 115</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/316/214</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/317</identifier>
				<datestamp>2021-05-20T19:46:21Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU DALAM PEMBERIAN ASI PADA BAYI DIMASA PANDEMI COVID 19</dc:title>
	<dc:creator>Suryaman, Ratih</dc:creator>
	<dc:creator>Girsang, Elpinaria</dc:creator>
	<dc:creator>Mulyani, Siti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kecemasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pemberian AS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Menyusui merupakan pemberian Makanan pada bayi dengan cara menggunakan ASI langsung dari payudara ibu, ASI merupakan makanan yang dapat melindungi bayi dari penyakit&amp;nbsp; penyakit infeksi. ASI memiliki manfaat penting bagi pertumbuhan bayi serta ibu. Pada masa pandemi Covid 19 menyebabkan kecemasan pada ibu dalam pemberian ASI dikarenakan takut menularkan Virus kepada anaknya melalui ASI. Faktor yang mempengaruhi kecemasan ibu dalam pemberian ASI dikarnakan kurangnya informasi yang diterima oleh ibu tentang menyusui pada masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan kecemasan ibu dalam pemberian ASI di masa pandemic Covid 19. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian Kuantitatif, menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Menggunakan instrumen Kuesioner Pengetahuan dan Intrumen HRS-A untuk kecemasan. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling, sampel sebanyak 42 ibu menyusui. Teknik analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Spearman Rank. Hasil: Terdapat hubungan pengetahuan dengan kecemasan ibu dalam pemberian ASI pada Bayi di masa pandemi Covid, dengan nilai p value sebesar 0,027 dengan nilai keeratan hubungan dari Interval koefisien korelasi Spearman didapatkan nilai r = 386 yang artinya ada hubungan yang rendah.. Diskusi: Diharapkan masyarakat dapat mencari informasi bagimana cara pemberian ASI yang baik pada masa pandemi ini, sehingga ibu bisa memberikan asi pada bayinya dengan rasa aman dan nyaman.
&amp;nbsp;
Kata kunci : Pengetahuan, Kecemasan,Pemberian ASI</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction Breastfeeding is the process of providing food to babies by using breast milk directly from the mother's breast, breast milk is a food that can protect babies from diarrhea and other infectious diseases. Breast milk has important benefits for the growth of babies and mothers. During the Covid19 pandemic, it caused a crisis in mothers in breastfeeding for fear of transmitting the virus to their children through breast milk. Factors that influence mothers in offering breastmilk are due to the lack of information received by mothers about breastfeeding during the pandemic. This study aims to determine the relationship between knowledge and mothers in offering breast milk during the Covid19 pandemic. Method: This study uses quantitative research, using descriptive analytical methods with a Cross Sectional approach.Using the HRS-A Knowledge Questionnaire and Instruments instrument to calculate. The sampling technique was total sampling, with a sample of 42 breastfeeding mothers. The analysis technique used univariate and bivariate analysis with the Spearman statistical test. Results: The results showed that from 42 respondents there were 14 (33.3%) respondents with less knowledge with moderate estimates. Where to get a P value of 0.027, which means that there is a relationship between knowledge and mothers in offering breast milk to babies during the Covid pandemic, with an OR value of 0.232, where the p value ≤0.05, which means that Ha is accepted and Ho is rejected. Discussion: There is a relationship between knowledge and the conclusions of mothers in offering breast milk during the Covid19 pandemic</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/317</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i2.317</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 2 (2021): Mei 2021; 116 - 121</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021; 116 - 121</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/317/215</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/318</identifier>
				<datestamp>2021-05-20T19:46:21Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH AROMATERAPI PEPPERMINT TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PERAWAT DI  MASA PANDEMI COVID 19</dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Widia</dc:creator>
	<dc:creator>Meirita, Desi Nurseha</dc:creator>
	<dc:creator>Novianty, Tety</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aromaterapi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tingkat kecemasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Covid 19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">peppermint</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan : Sindrom Pernafasan akut virus corona 2 (SARS-CoV-2), merupakan penyebab penyakit coronavirus (COVID-19), telah mencapai status pandemi. Kecemasan merupakan respon yang tepat terhadap ancaman, tetapi kecemasan dapat menjadi abnormal apabila tingkatannya tidak sesuai dengan porsi ancamannya ataupun datang tanpa adanya sebab tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aromaterapi pepermint pada perawat di masa pandemi covid 19 di RS PMI Kota Bogor Tahun 2020. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi eksperimental dengan desain One Group pretest posttest, jumlah sampel dalam penelitan ini berjumlah 30 responden dengan teknik sampel purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui penyebaran kuesioner.&amp;nbsp; Hasil: berdasarkan hasil stattistik Uji T,&amp;nbsp; dari 30 responden, didapatkan hasil P Value 0,000 &amp;lt; α (0,05) dengan nilai rata - rata tingkat kecemasan sebelum diberikan terapi peppermint sebesar 56,50±1,39&amp;nbsp; sedangkan sesudah diberikan terapi peppermint mengalami penurunan menjadi 46,57±1,18 yang artinya ada pengaruh Pengaruh Aromaterapi Peppermint&amp;nbsp; Terhadap Tingkat Kecemasan Perawat Di Masa Pandemi Covid 19 Diskusi: Ada efek diantara keduanya Aromaterapi Peppermint&amp;nbsp; Terhadap Tingkat Kecemasan Perawat Di&amp;nbsp; Masa Pandemi Covid 19
&amp;nbsp;
Kata Kunci: Aromaterapi, Tingkat kecemasan, Covid 19, peppermint</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction: Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) is the cause of Coronavirus (COVID-19), which has reached pandemic status. Anxiety is an appropriate response to a threat, but it cannot be concluded that it is abnormal whose level does not match the portion of the threat or what it is. This study aims to influence peppermint aromatherapy on nurses during the Covid 19 pandemic at PMI Hospital, Bogor City in 2020 Method: The research design used in this study was Quasi experimental with One Group pretest posttest design, the number of samples in this study involved 32 respondents with purposive sampling technique. Data collection was obtained through distributing questionnaires. Results: based on the results of the T test statistics, from 32; respondents, getting the P Value 0.000 &amp;lt;α (0.05) means that there is an effect of Peppermint Aromatherapy on Nurses 'Anxiety Levels during the Covid Pandemic 19 Conclusion: There is an effect of Peppermint Aromatherapy on Nurses' Anxiety Levels during the Covid Pandemic 19</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/318</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i2.318</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 2 (2021): Mei 2021; 137 - 141</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021; 137 - 141</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/318/218</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/319</identifier>
				<datestamp>2021-05-20T19:46:21Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGAKAPAN IMUNISASI DPT-HB PADA ANAK DI PUSKESMAS SIPAHUTAR</dc:title>
	<dc:creator>Siburian, Urhuhe Dena</dc:creator>
	<dc:creator>Simamora, Janner Pelanjani</dc:creator>
	<dc:creator>Sitompul, Emilia Silvana</dc:creator>
	<dc:creator>Ritonga, Paruhum Tiruon</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sikap,</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kepercayaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Imunisasi DPT-HB</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Kasus difteri masih ada peningkatan secara siginifikan di Indonesia setiap tahunnya. Ini disebabkan karena masih belum optimalnya&amp;nbsp; dilakukan upaya pencegahan imunisasi difteri secara maksimal. Hipotesisi dalam penelitian adalah adanya pengaruh pengetahuan, sikap dan dukungan petugas dan kepercayaan terhadap kelengkapan imunisasi DPT-HB pada anak di wilayah kerja Sipahutar. Metodologi: Penelitian bersifat kuantitatif analitik bertujuan untuk menganalisis faktor apa saja mempengaruhi pemberian DPT-HB khususnya DPT-Booster 1 pada anak. Dengan pendekatan cross sectional.populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ank usia 2-5 tahun. Sampel pada penelitian ini adalah 72 orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square dan regresi logitik berganda. Hasil: Penelitian ini menunjukkan hasil adanya pengaruh pengetahuan (p=0,012), sikap (p=0,048)&amp;nbsp; dan kepercayaan (p=0,005) terhadap kelengkapan DPT-HB pada anak di wilayah kerja Puskesmas Sipahutar. faktor yang paling dominan adalah kepercayaan. Diskusi: Diharapkan kepada ibu untuk meningkatkan pengetahuannya tentang imunisasi agar tingkat kepercayaan tentang imunisasi merupakan program dalam meningkatakan kualitas kesehatan anak sehingga rasa ketidakpedulian terhadap pemberian imunisasi dan rasa cemas setelah anak imunisasi dapat dihilangkan, sehingga tidak ada kendala dari pihak ibu untuk memberikan imunisasi DPT-HB secara lengkap kepada anak
&amp;nbsp;
Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Kepercayaan, Imunisasi DPT-HB</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/319</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i2.319</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 2 (2021): Mei 2021; 122 - 130</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021; 122 - 130</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/319/216</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/321</identifier>
				<datestamp>2021-05-20T19:46:21Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENERAPAN ELECTRICAL STIMULATION TERHADAP KADAR GULA DARAH ACAK  PASIEN DIABETES MILLITUS TIPE 2</dc:title>
	<dc:creator>roifah, ifa -</dc:creator>
	<dc:creator>So’emah, Eka Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Alimansur, Moh</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Electrical Stimulation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kadar Gula Darah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diabetes millitus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan Hiperglikemia sering dijumpai pada kasus pasien diabetes mellitus.Kondisi ini jika tidak terkontrol dapat menyebabkan krisis hiperglikemik, sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan angka kesakitan dan kematian.&amp;nbsp; Metode electrical stimulation diduga dapat menurunkan kadar gula darah&amp;nbsp; acak. Tujuan dari penelitian&amp;nbsp; membuktikan pengaruh penerapan metode electrical stimulation terhadap kadar gula darah acak pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode: Rancangan penelitian menggunakan one grouppretest-post test design. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 60 pasien diabetes mellitus di&amp;nbsp; Wound Care Center Mojokerto.&amp;nbsp; Teknik sampling&amp;nbsp; yang digunakan simple random sampling. Instrument penelitian menggunakan hasil pemeiksaan kadar gula darah acak dengan glucotest. Data di analisis menggunakan uji paired t test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mean kadar gula darah sebelum diberikan electrical stimulation sebesar 259,8 mg/dL, sedangkan mean kadar gula darah sesudah diberikan electrical stimulation rata-rata 212,7 mg/dL. Hasil pengujian hipotesis didapatkan ada perbedaan kadar gula darah acak&amp;nbsp; pre dan post pemberian metode electrical stimulation. Diskusi: Penurunan kadar gula darah acak karena stimulasi elektrik bekerja pada syaraf mempengaruhi kerja sumbu hipotalamus pituitari adrenal, sehingga produksi kortisol menurun. Lebih lanjut akan menyebabkan produksi glukosa menurun dan penyerapan glukosa oleh musculoskeletal meningkat.
&amp;nbsp;
Kata Kunci: Electrical Stimulation, Kadar Gula Darah, Diabetes millitus</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/321</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i2.321</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 2 (2021): Mei 2021; 142 - 148</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021; 142 - 148</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/321/219</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/326</identifier>
				<datestamp>2021-05-20T19:46:21Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL</dc:title>
	<dc:creator>Yuswatiningsih, Endang</dc:creator>
	<dc:creator>Hani R, Iva Milia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">komunikasi terapeutik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">interaksi sosial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">isolasi sosial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">komunikasi terapeutik, interaksi sosial, isolasi sosial</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan :Isolasi sosial merupakan keadaan dimana individu mengalami kesulitan membina hubungan dengan orang lain. Kasus pasien gangguan jiwa yang mengalami gejala isolasi sosial tergolong tinggi yaitu 72 %sebagai akibat kerusakan afektif kognitif klien.Salah satu upaya untuk menangani individu dengan masalah isolasi sosial adalah dengan melakukan komunikasi terapeutik.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi terapeutik dengan interaksi sosial pada pasien isolasi sosial di Puskesmas Rejoso Kabupaten Nganjuk Jawa Timur.Metode :Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini semua pasien isolasi sosial yang ada di Puskesmas Rejoso sebanyak 102 responden.Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian pasien isolasi sosial yang ada di Puskesmas Rejoso dengan jumlah 25 responden menggunakan sampling simple random sampling.Penelitian ini dilakukan dari Bulan Agustus sampai dengan Oktober 2020. Analisis menggunakan uji statistic Spearman rho’s dengan alpha 0,05.Hasil :menunjukkan komunikasi terapeutik sebagian besar kategori cukup sebanyak 18 responden (72%) dan interaksi sosial sebagian besar kategori cukup sebanyak 20 responden (80%). Hasil uji statistic Spearman rho’s didapatkan nilai p = 0,003 &amp;lt; alpha 0,05sehingga H1 diterimaartinya ada hubungan komunikasi terapeutik dengan interaksi sosial pada pasien isolasi sosial, dan nilai rho=0,574 artinya semakin tinggi komunikasi terapeutik semakin tinggi juga interaksi sosial pasien dengan isolasi sosial.Diskusi :komunikasi terapeutik merupakanikatan interpersonal antara perawat selaku caregiver kepada kliennya, alhasil perawat serta klien mendapatkan pengalaman berlatih bersama untuk membenarkan pengalaman emosional yang dialami klien alhasil terwujud ikatan terapeutik.Oleh karena itu disarankan kepada petugas kesehatan terutama perawat untuk melakukan komunikasi terapeutik kepada pasien isolasi sosial sehingga dapat meningkatkan interaksi sosialnya.
&amp;nbsp;
Kata kunci : komunikasi terapeutik, interaksi sosial, isolasi sosial</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction: Social isolation is a condition where individuals have difficulty building relationships with other people. One of the efforts to deal with individuals with social isolation problems is by conducting therapeutic communication. This study aims to analyze the relationship between therapeutic communication and social interaction in social isolation patients at Rejoso Public Health Center, Nganjuk Regency, East Java. Methods: This type of research is correlation analytic with a cross-sectional design. The population in this study were all patients with social isolation at Rejoso Public Health Center with a sample size of 25 respondents using simple random sampling. Data collection using questionnaires and observation sheets. Analyzing using Spearman rho's statistical test with alpha 0.05. Results: showed that therapeutic communication in most categories was sufficient for as many as 18 respondents (72%) and social interaction in most categories was sufficient for as many as 20 respondents (80%). The results of the Spearman rho statistical test showed that the value of p = 0.003 &amp;lt;alpha 0.05 so that H1 was accepted. Discussion: Therapeutic communication is an interpersonal relationship between the nurse as a caregiver and the client so that the nurse and the client get a learning experience together to improve the emotional experience felt by the client so that a therapeutic relationship is created. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/326</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i2.326</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 2 (2021): Mei 2021; 166 - 174</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021; 166 - 174</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/326/222</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/329</identifier>
				<datestamp>2021-05-20T19:46:21Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UJI KELAYAKAN INSTRUMEN UNTUK PENGUKURAN HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PRODUKTIVITAS MAHASISWA DALAM MELAKSANAKAN PENGALAMAN BELAJAR LAPANGAN  PADA MASA PANDEMI</dc:title>
	<dc:creator>Susanti, Rahmi</dc:creator>
	<dc:creator>Martini, Martini</dc:creator>
	<dc:creator>Wati, Agustina</dc:creator>
	<dc:creator>Salsabilla, Jihan Dinda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pandemi covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kelayakan instrumen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">produktivitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan:Peningkatan kasus covid-19 di Indonesia menjadikan pemerintah membuat kebijakan untuk dapat melakukan semua aktivitas dirumah, termasuk proses pembelajaran, dan aktivitas akademik seperti Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) berubah menjadi online. Hal tersebutmenjadi&amp;nbsp; suatu tantangan bagi mahasiswa untuk dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan motivasi belajar dan dukungan keluarga terhadap produktivitas mahasiswa/i PBL di masa pandemi Covid-19 serta mengetahui hasil uji kelayakan pada instrumen yang digunakan. Metodologi:Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional dan jumlah sampel sebanyak 65 peserta Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman tahun 2020 dengan menggunakan total sampling. Instrumen penelitian diuji menggunakan Content Validity Index (CVI). Data di analisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa CVI yang dihasilkan&amp;nbsp; ≤0.78. Pada akhirnya tercipta instrumen layak untuk digunakan serta tidak terdapat hubungan antara motivasi belajar terhadap produktivitas, namun terdapat hubungan positif antara dukungan keluarga terhadap produktivitas mahasiswa yang sedang melaksanakan PBL di masa pandemi(p-value= 0,033). Diskusi: Instrumen layak digunakan namun terdapat beberapa pertanyaan yang tidak digunakan karena hasil perhitungan CVI pada butir tersebut tidak valid. Hubungan yang terbentuk antara dukungan keluarga dengan produktivitas adalah hubungan yang positif walaupun memiliki korelasi yang lemah (r = 0,265).
&amp;nbsp;
Kata Kunci: pandemi covid-19, kelayakan instrumen, produktivitas
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/329</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v9i2.329</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 9 No. 2 (2021): Mei 2021; 175 - 183</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021; 175 - 183</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v9i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/329/223</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/333</identifier>
				<datestamp>2021-12-22T20:45:47Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGALAMAN IBU MENYUSUI BAYI KEMBAR: SCOPING REVIEW</dc:title>
	<dc:creator>Tasripin, Mellysa Wulandari</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriana, Herlin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Experience, Breastfeeding, Twins</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tujuan Penelitian untuk mengetahui dampak psikologis ibu ,dukungan yang dibutuhkan dan faktor yang mempengaruhi ibu menyusui bayi kembarnya. Penelitian ini menggunakan studi scoping review dengan menggunakan framework Arksey dan O'Malley dan aplikasi berbasis web untuk memilih&amp;nbsp; artikel yang relevan hingga menjadi 9 artikel yang ditinjau. Tiga tema yang muncul sebagai hasil scoping review yaitu dampak psikologis ibu yang menyusui bayi kembar, dukungan yang dibutuhkan ibu yang menyusui anak kembarnya dan faktor-faktor yang mempengaruhi ibu yang menyusui bayi kembarnya. Kesimpulan Ibu yang memiliki bayi kembar pada umumnya mengalami stres daripada ibu yang memiliki bayi tunggal. Stres pada ibu bayi kembar berupa kesulitan dalam merawat, tidak mengetahui cara menyusui bayi kembar, dan merasa prosuksi ASI yang kurang. Dukungan yang paling utama adalah dukungan dari suami dan keluarga karena suami dan keluarga merupakan faktor yang pertama dalam memotivasi ibu untuk menyusui bayi kembarnya. Faktor yang mempengaruhi menyusui bayi kembar yaitu faktor kondisi ibu yaitu ibu operasi sesar, pengetahuan ibu dan faktor kondisi bayi yaitu berat badan yang kurang.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Research Purpose to find out the mother’s psychological impact, the support needed and the factor influencing the mother breastfeeding her twin infant This research used scoping review study by using Arksey and O’Malley framework and a web-based application to select relevant articles till 9 articles that reviewed. Result:Three themes appeared as the scoping review result namely the psychological impact of the mother who breastfeeds twin infant, the support needed by the mother who breastfeeds the twin and the factors influencing the breastfeed of twin infant. Conclusion The mother who has twin infant generally experiences stress compared to the mother who has a single infant. The stress on the mother of twin infant is in the form of difficulty in nurturing, not knowing how to breastfeed the twin infant, and feeling the breastmilk production is not enough. The main support is the support from the husband and the family because the husband and the family are the first factor in motivating the mother to breastfeed her twin infant. The factor which influences the twin infant breastfeeding is the mother condition such as C-section, the mother’s knowledge, and the infant condition factor namely less body weight.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/333</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i1.333</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 1 (2021): Nopember 2021; 01 - 07</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 1 (2021): Nopember 2021; 01 - 07</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/333/224</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/334</identifier>
				<datestamp>2021-12-22T20:45:47Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGALAMAN TRANSISI LAKI-LAKI MENJADI AYAH : SCOPING REVIEW</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Poppy Siska</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani K, Herlin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Experience, Tansition to fatherhood, paternal adaptation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Transisi menjadi ayah dimulai sejak kehamilan hingga satu tahun kelahiran dan memunculkan perubahan sosial baik secara fisik maupun psikologis. Perubahan tersebut sering kali tidak disertai dengan pengetahuan dan keterampilan serta sumber informasi yang memadai. Hal ini berdampak pada proses adaptasi menjadi ayah dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental saat menghadapi proses transisi menjadi ayah. Tinjauan ini bertujuan untuk memetakan literatur mengenai adaptasi menjadi orang tua berdasarkan sudut pandang pengalaman menjadi seorang ayah. Metode: Scoping review ini menggunakan framework Arksey dan O’Malley dan aplikasi berbasis web untuk memilih&amp;nbsp; artikel yang relevan hingga menjadi 8 artikel yang ditinjau. Hasil: Hasil review memetakan 3 tema yaitu proses adaptasi transisi, dampak psikologis dan faktor yang mempengaruhi proses transisi. Diskusi: proses transisi menjadi ayah memerlukan adaptasi dengan memperhatikan faktor yang mempengaruhinya.
&amp;nbsp;Kata kunci : Pengalaman, Transisi menjadi ayah, adaptasi paternal</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction: The transition to fatherhood starts from pregnancy to one year of birth and emerges the social changes both physically and psychologically. These changes are often not accompanied by adequate knowledge and skills and sources of information. It has an impact on the adaptation process to fatherhood and it also increases the risk of mental health problems when facing the transition process to become a father. This review aims to map the literature on adaptation to parenthood from the point of view of the experience of being a father. Method: This scoping review used the Arksey and O'Malley framework and a web-based application to select relevant articles till the 8 articles that were reviewed. Result: The results of the review map several themes such as the adaptation process, psychological impacts to the factors affecting the transition process. The literature gap found was the difference between the desire of fatherhood to be involved with the role of health professional services. In addition, in mixed methods designs, the use of larger samples was rarely undertaken to explore further information regarding the adaptation of fatherhood during the transition period. Discussion: the transition process to becoming a father requires adaptation by attention to the factors that influence it.
&amp;nbsp;Keywords: Experience, Transition to fatherhood, paternal adaptation</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/334</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i1.334</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 1 (2021): Nopember 2021; 08 -16</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 1 (2021): Nopember 2021; 08 -16</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/334/225</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/341</identifier>
				<datestamp>2021-12-22T20:45:47Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIVITAS BAYAM HIJAU DAN MERAH TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA : LITERATURE REVIEW</dc:title>
	<dc:creator>Meiranny, Arum</dc:creator>
	<dc:creator>Arisanti, Atika Zahria</dc:creator>
	<dc:creator>Illyunida, Zukha</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">anemia, spinach, pregnant women</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">anemia, bayam, ibu hamil</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Anemia pada kehamilan adalah suatu keadaan kadar hemoglobin ibu hamil di bawah 11 g/dl. Anemia sering terjadi akibat defisiensi zat besi, pada ibu hamil terjadi peningkatan zat besi menjadi dua kali lipat akibat peningkatan volume darah tanpa ekspansi volume plasma, cara untuk memenuhi kebutuhan zat besi dengan mengkonsumsi sayuran yang mengandung zat besi. Bayam adalah sumber makanan terdapat senyawa yang diperlukan dalam kadar hemoglobin seperti zat besi dan vitamin B komplek.&amp;nbsp; Angka kejadian anemia saat kehamilan di Indonesia mencapai 63,5%. Ibu hamil masih banyak yang belum mengetahui manfaat bayam terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil. Metode: Literatur dari mancanegara ditelusuri menggunakan sarana media elektronik dengan penuntun kata kunci. Artikel terseleksi berjumlah 8, yang masing-masing mewakili mengenai efektivitas pemberian bayam terhadap peningkatan kadar hemoglobin dan memberikan sebuah informasi yang bervariatif. Hasil: Adanya pengaruh dari bayam hijau atau merah terhadap anemia pada ibu hamil dan dapat peningkatan kadar hemoglobin. Diskusi: Terdapat salah satu langkah nonfarmakologi terhadap penanganan anemia yaitu dengan pemberian bayam untuk dikonsumsi. Bayam juga dapat diolah seperti jus bayam, makanan sayur bayam serta dapat memberikan pengaruh pada peningkatan kadar hemoglobin terhadap ibu hamil dengan anemia.
&amp;nbsp;
Kata Kunci: Bayam, kadar hemoglobin, anemia, ibu hamil</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction: Anemia in pregnancy is a condition in which the hemoglobin level of pregnant women is below 11 g/dl. Anemia often occurs due to iron deficiency, in pregnant women, there is an increase in iron to be doubled due to an increase in blood volume without expansion of plasma volume, as for how to meet iron needs by consuming vegetables that contain iron. Spinach is a food source, there are compounds needed in hemoglobin levels such as iron and vitamin B complex. The incidence of anemia during pregnancy in Indonesia reaches 63.5%. There are still many pregnant women who do not know the benefits of spinach on increasing hemoglobin levels of pregnant women. Method: International literature is traced through electronic media with keyword guidance. 8 selected articles, each of which represents the effectiveness of giving spinach to increase hemoglobin levels and provide a variety of information. Results: The influence of green or red spinach on anemia in pregnant women and increasing hemoglobin levels. Discussion: There is one non-pharmacological step towards treating anemia such as giving spinach for consumption. Spinach can also be processed like spinach juice, spinach vegetable food and can have an effect on increasing hemoglobin levels for pregnant women with anemia. &amp;nbsp;
Keywords: Spinach, hemoglobin levels, anemia, pregnant women&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/341</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i1.341</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 1 (2021): Nopember 2021; 17 - 30</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 1 (2021): Nopember 2021; 17 - 30</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/341/226</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/348</identifier>
				<datestamp>2021-12-22T20:45:47Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH METODE DEMONSTRASI TERHADAP KETERAMPILAN PERAWATAN PAYUDARA PADA IBU NIFAS DI KELURAHAN KARANG PULE</dc:title>
	<dc:creator>Rachmawati, Mutiara</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Merdalia Sylviana Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kata kunci: menyusui, demonstrasi, perawatan payudara, ibu nifas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Teknik menyusui yang benar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan menyusui, dengan target provinsi NTB sebesar 80% bayi diberikan ASI eksklusif,terdapat beberapa kabupaten/kota di Provinsi NTB yang belum mencapai target yaitu Kab. Bima, Sumbawa Barat, Kota Bima, dan Kota Mataram. Teknik menyusui yang benar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode demonstrasi terhadap keterampilan perawatan payudara pada ibu nifas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan pendekatan the one group pretest posttest design, dan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling berjumlah 30 ibu nifas yang telah disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen dalam penelitian adalah checklist. Analisis data yang digunakan adalah wilcoxon. Hasil: Skor rata-rata keterampilan responden sebelum di berikan demonstrasi adalah 6,17 sedangkan skor keterampilan responden sesudah di berikan demonstrasi rata-rata adalah 14,63. Hasil uji statistik bivariat didapatkan nilai p = 0,000 &amp;lt; α = 0,05. Terdapat pengaruh Demonstrasi Perawatan Payudara terhadap Keterampilan Perawatan Payudara pada Ibu Nifas di Wilayah kerja Puskesmas Karang Pule. Diskusi: Terdapat pengaruh demonstrasi perawatan payudara terhadap keterampilan perawatan payudara pada ibu nifas. Perlu dikembangkan penggunaan berbagai media, alat dan metode sebagai usaha untuk memperkuat pendidikan kesehatan kepada ibu nifas khususnya mengenai perawatan payudara yang dapat menunjang keberhasilan proses menyusui baik oleh intitusi pendidikan dan pemberi pelayanan kesehatan.
&amp;nbsp;
Kata kunci: menyusui, demonstrasi, perawatan payudara, ibu nifas</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction: Correct breastfeeding technique is one of the factors that affect the success of breastfeeding, with the target of the province of NTB being 80% of babies given exclusive breastfeeding, there are several districts/cities in the province of NTB that have not reached the target, namely Kab. Bima, West Sumbawa, Bima City, and Mataram City. Correct breastfeeding technique is one of the factors that affect the success of breastfeeding. Methods: This study aims to determine the effect of the demonstration method on breast care skills in postpartum mothers. This study was a pre-experimental study with one group pretest-posttest design approach, and the sample collection used a purposive sampling technique with 30 postpartum mothers who have been adjusted to the inclusion and exclusion criteria. The instrument in this research was a checklist. Analysis of the data used is Wilcoxon. Results: The average skill of the respondents before being given a demonstration was 6.17 while the skill of the respondents after being given a demonstration on average was 14.63. The results of the bivariate statistical test obtained p-value = 0.000 &amp;lt; = 0.05. There is an effect of Breast Care Demonstration on Breast Care Skills in Postpartum Mothers in the working area of ​​Karang Pule Health Center. Discussion:&amp;nbsp;It is necessary to develop the use of various media, tools, and methods as an effort to strengthen health education for postpartum mothers, especially regarding breast care that can support the success of the breastfeeding process both by educational institutions and health service providers.
&amp;nbsp;
Keywords: breastfeeding, demonstration, breast care, postpartum mothers
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/348</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i1.348</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 1 (2021): Nopember 2021; 31 - 37</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 1 (2021): Nopember 2021; 31 - 37</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/348/227</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/351</identifier>
				<datestamp>2021-12-22T20:45:47Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN PENERAPAN NEW NORMAL SEBAGAI ANTISIPASI PENYEBARAN COVID-19 DI KABUPATEN BELU NUSA TENGGARA TIMUR, PERBATASAN RI-RDTL</dc:title>
	<dc:creator>Berek, Pius A. L.</dc:creator>
	<dc:creator>Anugrahini, Christina</dc:creator>
	<dc:creator>Boisala, Kristina Faleriani</dc:creator>
	<dc:creator>Meo, Christina Marina</dc:creator>
	<dc:creator>Modok, Agustina</dc:creator>
	<dc:creator>Bria, Gaudentiana Un</dc:creator>
	<dc:creator>Loko, Melius Mau</dc:creator>
	<dc:creator>Kehi, Lusianus Demon</dc:creator>
	<dc:creator>Uduk, Gaudensiana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pandemi, covid-19, new normal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan penerapan new normal sebagai metode antisipasi penyebaran Covid-19 di Belu, Nusa Tenggara Timur, Perbatasan RI-RDTL. Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 406 responden. Pengumpulan data menggunakan google form berisi kuesioner yang dimodifikasi dari Tim Mitigasi Bencana Universitas Syiah Kuala Aceh. Kriteria inklusi meliputi 1) bersedia menjadi responden, 2) melek huruf, 3) mampu menggunakan google form, dan 4) berdomisili di Kabupaten Belu. Analisa data menggunakan tendensi sentral terhadap data numerik dan persentasi terhadap data katagorik. &amp;nbsp;Hasil: Hasil penelitian diketahui bahwa 72,66% responden menunjukkan perilaku new normal yang memadai, terdapat 65,27% setuju untuk menerapkan cara pencegahan penyebaran Covid-19, dan 7,88% tidak setuju, serta 26,85% menyatakan ragu. Diskusi: Masyarakat di perbatasan RI-RDTL hendaknya meningkatkan kewaspadaan diri sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid 19. Pemerintah Kabupaten Belu perlu melakukan sosialisasi dan evaluasi yang tegas terkait penerapan new normal untuk menekan penyebaran Covid-19 di perbatasan RI-RDTL.
Kata kunci: pandemi, antisipasi penyebaran covid-19, new normal</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Background: This study aims to identify the readiness to implement the new normal as a method of anticipating the spread of Covid-19 in Belu, East Nusa Tenggara, the RI-RDTL border. Methods: The research design used a descriptive quantitative approach. The sampling technique used purposive sampling and obtained a sample of 406 respondents. Data collection using a google form containing a modified questionnaire from the Syiah Kuala Aceh University Disaster Mitigation Team. The inclusion criteria included 1) being willing to be a respondent, 2) being literate, 3) being able to use google form, and 4) being domiciled in Belu Regency. Data analysis uses a central tendency to numerical data and percentages to categorical data. Results: The results of the study showed that 72.66% of respondents showed adequate new normal behavior, 65.27% agreed to implement ways to prevent the spread of Covid-19, 7.88% disagreed, and 26.85% expressed doubt. Discussion: People at the RI-RDTL border should increase self-awareness as an effort to prevent the transmission of Covid 19. The Belu Regency government needs to carry out socialization and strict evaluation regarding the implementation of the new normal to suppress the spread of Covid-19 at the RI-RDTL border.
Keywords: pandemic, anticipation of the spread of covid-19, new normal</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/351</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i1.351</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 1 (2021): Nopember 2021; 38 - 45</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 1 (2021): Nopember 2021; 38 - 45</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/351/228</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/352</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:58:17Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DAMPAK INTERVENSI KONSELING TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PUBERTAS SD NEGERI PERCOBAAN 2 YOGYAKARTA</dc:title>
	<dc:creator>Pratiwi, Etik</dc:creator>
	<dc:creator>Priliana, Wiwi Kustio Priliana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konseling, Kesehatan Reproduksi, Anak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Saat ini terjadi peningkatan pubertas dini pada usia anak yang sangat berpotensi terjadinya kecemasan, depresi, dan juga&amp;nbsp; penyelewengan seksual . Fenomena ini dipengaruhi oleh konsumsi nutrisi khususnya lemak, usia menarche ibu, dan pengaruh media. Kesehatan reproduksi sudah menjadi tanggung jawab bersama baik tenaga kesehatan (dokter, perawat)&amp;nbsp; psikolog, guru, dan juga profesional kesehatan mental (mental health professional). Metodologi: Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional .Sample sejumlah 53 anak . Kriteria sample adalah anak yang memasuki masa remaja khususnya yang berusia di atas 9 tahun baik laki-laki maupun perempuan. Kegiatan dilaksanakan bulan Mei 2021 di SD Percobaan 2 Yogyakarta. Hasil: sebanyak 82,6% siswi memahami mengenai gambaran dari ciri-ciri masa pubertas pada perempuan dan terdapat 93,3% siswa memahami apa yang terjadi pada saat masa pubertas. Pada pemahaman perawatan organ seksual menunjukkan terdapat 95,7 % siswi dan 93,3% siswa&amp;nbsp; memahami bagaimana cara perawatan jerawat yakni dengan mencuci muka dan meminum banyak air putih Diskusi: Pendidikan seksual perlu dan penting diberikan untuk menambah pengetahuan&amp;nbsp; seksual pada remaja awal khususnya yang berusia 13 tahun. Remaja mendukung program tersebut dan mengungkapkan faktor pendidikan orang tua, lingkungan dan media masa saat ini juga memberikan pengaruh terhadap kematangan seksualitas &amp;nbsp;remaja
&amp;nbsp;
Kata Kunci: Anak, Kesehatan Reproduksi, Konseling</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/352</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i2.352</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2022): Mei 2022; 229 - 233</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022; 229 - 233</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/352/250</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/356</identifier>
				<datestamp>2021-12-22T20:45:47Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EKSPLORASI TRADISI PADOLE-DOLE SUKU BUTON SEBAGAI PENGOBATAN TRADISIONAL DALAM MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH ANAK</dc:title>
	<dc:creator>Rahmayanti, Wa Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Erika, Kadek Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Rahma, Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Anggriati</dc:creator>
	<dc:creator>Fikran, Kurais</dc:creator>
	<dc:creator>Kayana, Krisna Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kata Kunci: Padole-dole, Suku Buton, Pengobatan Tradisional, Daya Tahan Tubuh, Anak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keywords: Padole-dole, Butonese, Traditional Medicine, Immune System, Children</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Padole-dole dapat diartikan mengguling yang bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak yang mengalami penyakit baik fisik maupun psikologis namun belum tereksplorasi secara komprehensif pada penelitian sebelumnya mengenai kebersihan alat dan bahan, kandungan bahan, teknik pijat/mengguling-guling, dan efek terhadap daya tahan tubuh anak. Tradisi Padole-dole dilakukan dengan cara anak digulingkan di atas daun pisang yang dilumuri minyak kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tradisi Padole-dole suku Buton dalam meningkatkan daya tahan tubuh anak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik purposive sampling pada 7 ibu sebagai partisipan. Penelitian berlangsung selama 3 bulan di Kelurahan Wanci, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi dengan menggunakan analisis data menurut Raco. Hasil: Penelitian ini menghasilkan lima tema yaitu (1) Syarat dan proses tradisi Padole-dole, (2) Makna simbolik tradisi Padole-dole, (3) Fungsi dan manfaat Padole-dole, (4) Pengalaman Bhisa (dukun) dalam tradisi Padole-dole (5) Kurang pengetahuan dan persepsi terhadap kesehatan tubuh serta makna alat dan bahan Padole-dole. Diskusi: Tradisi Padole-dole dalam proses pelaksanaannya menggunakan beberapa alat, bahan serta teknik yang membutuhkan persyaratan tertentu agar dapat digunakan dalam prosesi Padole-dole sehingga dapat pula menghasilkan makna simbolik serta manfaat terhadap bayi dan balita seperti teknik pijat mengguling kesamping dan daun pisang yang secara langsung berdampak pada bayi dan balita karena teknik dan kandungannya, didukung juga pengalaman Bhisa (dukun) yang telah menyembuhkan bayi dan balita dan dapat meyakinkan masyaratkat bahwa tradisi Padole-dole merupakan tradisi yang bermanfaat bagi kesehatan bayi dan balita.
&amp;nbsp;
Kata Kunci: Padole-dole, Suku Buton, Pengobatan Tradisional, Daya Tahan Tubuh, Anak</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction: Padole-dole can be interpreted as rolling which aims to increase the body's resistance of children who have physical and psychological illnesses but has not been explored comprehensively in previous studies regarding the cleanliness of tools and materials, ingredients, massage/rolling techniques, and effects on child's resistance. The Padole-dole tradition is carried out by rolling the child on a banana leaf smeared with coconut oil. This study aims to explore the Padole-dole tradition of the Butonese tribe in increasing the child's immune system. Method: This study used a qualitative research method with a purposive sampling technique on 7 mothers as participants. The research took place for 3 months in Wanci Village, Wangi-Wangi Selatan District, Wakatobi Regency. Data collection was carried out by in-depth interviews, observation, and documentation using data analysis according to Raco. Result: This study resulted in five themes, namely (1) the terms and processes of the Padole-dole tradition, (2) the symbolic meaning of the Padole-dole tradition, (3) the functions and benefits of Padole-dole, (4) the experience of Bhisa (shaman) in the Padole tradition. -dole (5) Lack of knowledge and perception of body health and the meaning of Padole-dole tools and materials. Discussion: The Padole-dole tradition in its implementation process uses several tools, materials, and techniques that require certain requirements so that it can be used in the Padole-dole procession also produce symbolic meanings and benefits for infants and toddlers such as massage techniques rolling sideways and banana leaves which directly impact for infants and toddlers because of its technique and content, it is also supported by the experience of Bhisa (shaman) who has healed infants and toddlers and can convince the community that the Padole-dole tradition is a traditional method that is beneficial to the health of infants and toddlers.
Keywords: Padole-dole, Butonese, Traditional Medicine, Immune System, Children</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/356</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i1.356</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 1 (2021): Nopember 2021; 46 - 56</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 1 (2021): Nopember 2021; 46 - 56</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/356/229</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/367</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:58:17Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH TERAPI SLOW DEEP BREATHING  TERHADAP TINGKAT HIPERTENSI PADA LANSIA</dc:title>
	<dc:creator>Ramayanti, Eva Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Yunalia, Endang Mei</dc:creator>
	<dc:creator>Samudra, Wahyu Sukma</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hipertensi,lansia, slow deep breating exercise</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan:Lanjut usia adalah seseorang yang berusia pada rentang 45 – 60 tahun ke atas. Pada usia ini lansia rentan mengalami hipertensi atau kenaikan tekanan darah akibat proses degeneratif . Slow Deep Breathing merupakan salah satu terapi komplementer dengan melakukan pengaturan nafas untuk memberikan relaksasi pada tubuh sehingga mampu menurunkan tekanan darah. Tujuan Penelitian ini membuktikan apakah adanya pengaruh terapi Slow Deep Breathing terhadap tingkat hipertensi pada lansia. Metode: Penelitian ini merupakan Pre Eksperiment dengan one group pra-post test design Populasi penelitian ini sebanyak 17 orang dan jumlah sampelnya sebanyak 15 orang dengan menggunakan Simple Random Sampling . Hasil: Dari hasil uji statistik dengan&amp;nbsp; Wilcoxon Test didapatkan hasil ada pengaruh terapi Slow Deep breathing terhadap tingkat hipertensi pada lansia. Diskusi: Terapi ini mampu membantu pengeluaran endorphin pada tubuh sehingga membuat tekanan darah mengalami vasodilatasi sehingga tekanan darah bisa menurun.Peningkatan oksigenasi dan kelancaran perfusi pada tubuh membuat tekanan darah menurun.&amp;nbsp;
Kata Kunci : Hipertensi, Lansia, Slow deep breathing exercise</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction: An elderly person is someone who is in the age range of 45-60 years and above. At this age, the elderly are susceptible to hypertension or increased blood pressure due to degenerative processes. Slow Deep Breathing is one of the complementary therapies by adjusting the breath to provide relaxation to the body so that it can lower blood pressure. The purpose of this study is to prove whether there is an effect of Slow Deep Breathing therapy on the level of hypertension at the elderly. Methods: This research is a Pre Experiment with one group pra-post test design. The population of this study was 17 people and the number of samples was 15 people using Simple Random Sampling. Results: From the results of the statistical test with the Wilcoxon test, it was found that there was an effect of slow deep breathing therapy on the level of hypertension in. Discussion: This therapy is able to help the release of endorphins in the body so that blood pressure is vasodilated so that blood pressure can decrease. Increased oxygenation and smooth perfusion in the body makes blood pressure decrease. 
&amp;nbsp;
Kata Kunci : Hipertension, Eldely, Slow deep breathing exercise</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/367</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i2.367</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2022): Mei 2022; 106 - 114</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022; 106 - 114</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/367/236</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/368</identifier>
				<datestamp>2022-12-21T21:28:55Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KELENGKAPAN KUNJUNGAN POST PARTUM DITINJAU DARI  FAKTOR DEMOGRAFI</dc:title>
	<dc:creator>Fajriah, Asruria Sani</dc:creator>
	<dc:creator>Widiyanto, Aris</dc:creator>
	<dc:creator>Tri Atmojo, Joko</dc:creator>
	<dc:creator>Irene Putri, Santy</dc:creator>
	<dc:creator>Soultoni Akbar, Prima</dc:creator>
	<dc:creator>Putri Nursanti, Devy</dc:creator>
	<dc:creator>Puji Kumalasari, Eri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Postpartum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">postpartum visit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PRISMA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">meta analysis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Permasalahan pencapaian kunjungan nifas di Indonesia adalah daerah tertinggal yaitu Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua, dan Papua Barat menempati 6 provinsi terbawah dalam total kunjungan nifas. Provinsi Papua Barat merupakan wilayah dengan tingkat cakupan KF terendah di Indonesia. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian meta-analisis yang dilakukan dengan menggunakan pedoman sistematik PRISMA. Proses pencarian artikel dilakukan antara tahun 2005 sampai dengan tahun 2021 menggunakan database search engine yang terdiri dari; PubMed, Science Direct, Springer Link, dan Google Cendekia. Berdasarkan penelusuran database, terdapat sembilan artikel yang memenuhi kriteria dengan desain cross-sectional dan studi observasional dan penelitian yang membahas faktor demografi (kota &amp;amp; desa) pada fasilitas pelayanan kesehatan. Diskusi: Hasil analisis memiliki heterogenitas antar penelitian yang tinggi (I2 = 94%; p&amp;lt;0,001) sehingga digunakan Model Random Effect. Ibu nifas yang tinggal di perkotaan meningkat 1,48 kali dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan nifas dibandingkan dengan ibu nifas yang tinggal di perdesaan. namun tidak signifikan secara statistik (MD 1,48; 95% CI 0,90 hingga 2,44; p = 0,12). Kesimpulan: Ibu nifas yang tinggal di perkotaan memiliki penggunaan pelayanan kesehatan nifas lebih tinggi dibandingkan ibu nifas yang tinggal di perdesaan, namun secara statistik tidak signifikan. Kemungkinan karena akses ke fasilitas kesehatan di perkotaan lebih mudah dibandingkan di desa. Selain itu adanya faktor lain seperti pendidikan ibu, kelas sosial, suku/budaya, dan jumlah kelahiran.
Kata Kunci: Pascapersalinan, kunjungan nifas, PRISMA, meta analysis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/368</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i1.368</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 1 (2022): November 2022; 1-6</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 1 (2022): November 2022; 1-6</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/368/252</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/370</identifier>
				<datestamp>2021-12-22T20:45:47Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH AKTIVITAS FISIK DALAM MENURUNKAN GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2</dc:title>
	<dc:creator>Suhita, Byba Melda</dc:creator>
	<dc:creator>Fitrianingrum, Cindy Linggar</dc:creator>
	<dc:creator>Setiawan, Atik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Diabetes Mellitus Tipe 2, Gula Darah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK
Pendahuluan : Diabetes Melitus merupakan salah satu dari 4 penyakit tidak menular yang prioritas di dunia. Peningkatan angka penderita Diabetes Melitus tipe 2 berbanding lurus dengan peningkatan kejadian komplikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus tipe 2. Methodology : Penelitian ini menggunakan pendekatan Literature Review . Jurnal &amp;nbsp;diambil bersumber dari database Ebsco Host, PubMed, Google Scholar dari tahun 2015 hingga 2020 yang dipilih menggunakan pendekatan PICO. &amp;nbsp;Jurnal &amp;nbsp;yang didapat sebanyak 10 artikel. Hasil : Hasil dalam Literature Review ini menunjukkan adanya pengaruh aktivitas fisik dalam menurunkan kadar gula darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Discuss : Semakin tinggi aktivitas fisik, maka gula darah yang dibutuhkan oleh otot untuk menghasilkan energi semakin besar. Sehingga gula dalam darah yang disimpan akan berkurang.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/370</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i1.370</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 1 (2021): Nopember 2021; 98 - 105</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 1 (2021): Nopember 2021; 98 - 105</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/370/235</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/371</identifier>
				<datestamp>2021-12-22T20:45:47Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The PENGARUH NON NUTRITIVE SUCKING TERHADAP NYERI SELAMA PROSEDUR INVASIF PADA NEONATUS</dc:title>
	<dc:creator>Wilujeng, Atik Pramesti</dc:creator>
	<dc:creator>Suryaningsih, Ifada</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Neonates, Pain, Non Nutritive sucking, invasive procedure</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Background : Pain is a complex phenomenon most difficult to understand neonates. At the time the hospitalized neonates, one of the factors causing pain in neonates carried out invasive procedure. The purpose of this research is to know the effect of non nutritive sucking on pain during invasive procedure in neonates at Perinatologi of Genteng Hospital Banyuwangi 2016. Methods: This study used quasi experimental design with post test only non equivalent control group approach. The sampling technique used is non probability sampling with purposive sampling. The sample size in this study was 38 neonates which were divided into two groups consists of groups given NNS and groups not given NNS, each group consisted of 19 neonates. The instrument used to measure the dependent variable is the NIPS (Neonatal infant pain scale), then analyzed by U Mann-Whitney statistic test. Result: Mann-Whitney U test results showed p value &amp;lt;0.05 is 0.001 means there is influence of non nutritive sucking on neonatal pain during invasive procedure. Discussion: Provision of NNS proven to reduce pain as non-pharmacological pain management for neonates during invasive procedures.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/371</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i1.371</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 1 (2021): Nopember 2021; 65 - 73</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 1 (2021): Nopember 2021; 65 - 73</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/371/231</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/374</identifier>
				<datestamp>2021-12-22T20:45:47Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH HEALTH EDUCATION TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA TENTANG HIPERTENSI DENGAN PROGRAM ‘CERDIK’ DI WILAYAH  KERJA PUSKESMAS PATRANG KABUPATEN JEMBER</dc:title>
	<dc:creator>Wahyuningasih, Susi</dc:creator>
	<dc:creator>Rohimah, Mamlu Atur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Program CERDIK</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Health Education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Hypertension</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Programm CERDIK</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Health Education</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit yang timbul karena tekanan darah diatas normal diperkirakan di atas 120/80 mmHg. Pengetahuan manajemen hipertensi yang rendah dapat menyebabkan tidak terkontrolnya tekanan darah dan timbulnya komplikasi penyakit lain. Pengetahuan hipertensi dapat ditingkatkan dengan Health Education. Keluarga memiliki peran yang begitu penting bagi lansia yang menderita hipertensi khususnya dalam pemberian diet. Peran tersebut antara lain membimbing dan memecahkan masalah sehingga pemberian diet pada lansia dengan hipertensi dapat dikelola dengan baik oleh keluarga.Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh Health Education terhadap pengetahuan Lansia tentang Hipertensi dan mencegah atau menanggulangi hipertensi dengan program CERDIK di wilayah keraja Puskesmas Patrang Jember. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu Pre eksperimental dengan rancangan one group pre test and post test design, jumlah sampel yang diambil 32 responden diperoleh dengan tehnik Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penelitian diawali dengan pre test kemudian diberikan Health Education dan dilanjutkan dengan post test. Analisis data menggunakan uji non parametrik yaitu dependen t test. Hasil: Penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan lansia sebelum dilakukan Health Education yaitu 5 dan 11 setelah diberikan. Hasil uji statistik sebelum dan sesudah dilakukan Health Education pada lansia yaitu p value ,000 yang mana nilai α &amp;lt; 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara Health Education terhadap pengetahuan lansia dalam pengendalian Hipertensi. Diskusi: Rekomendasi ini ditujukan pada lansia dan keluarga supaya lebih meningkatkan perilaku positif tentang pencegahan atau pengendalian Hipertensi, sehingga risiko terjadinya Hipertensi dapat dicegah.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction : Hypertension is High blood pressure or hypertension are desease that appear because blood pressure above normal estimated 120/80 mmHg. The low hypertension management knowledg causes uncontrolled high blood pressure and it's complication. A health education may increase the hypertension management knowledge. Family has an important role for the elderly who suffer hypertension espescially in diet hypertension. These roles include guiding and solving problems so that the provision of diet for the elderly with hypertension can be managed properly by the family. Method : The research design used is Pre Experimental with project ” One group pre test and post test design ”, amount of samples that taken thirty thow questionnaire respondents&amp;nbsp; and likert scale. The research is started with pre test than given health education and continued with post test. Analysis of data uses Non Parametic test that is dependent test. Result : This Research shows average value family behavior before done health education that is five and after done eleven. Static test result before and after done health education to family is P value ,000 which one value α &amp;lt; 0,05 so as it can be concluded that there is significant Discussion : This recommendation is addressed to elderly and&amp;nbsp; family so more improving positif behavior about prevention of Hypertension</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/374</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i1.374</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 1 (2021): Nopember 2021; 90 - 97</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 1 (2021): Nopember 2021; 90 - 97</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/374/234</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/376</identifier>
				<datestamp>2025-03-18T22:03:24Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN SELF CARE DENGAN KESTABILAN GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS TYPE II</dc:title>
	<dc:creator>Juwariah, Titik</dc:creator>
	<dc:creator>Priyanto, Agus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Self care, Kestabilan Gula Darah, Diabetes Melitus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Prevalensi Diabetes Melitus terus naik dari tahun ke tahun.&amp;nbsp; Kurang nya kesadaran menjaga stabilitas gula darah mengakibatkan kenaikan tak terkendali resiko komplikasi seperti stroke, hipertensi, gangren, dan katarak. Self care pada penderita Diabetes Melitus di butuhkan untuk menjaga dan meningkatkan status kesehatan.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Self Care dengan tingkat Kestabilan Gula Darah. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitic Correlational dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel sebanyak 48 responden di ambil dengan teknik Accidental Sampling. Instrumen yang digunakan adalah Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA), dan checklist. Untuk mengetahui hubungan antar variabel digunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil: penelitian menunjukkan mayoritas responden menerapkan self care dalam tingkat sedang dan separoh responden menunjukkan tingkat kestabilan gula darah sedang. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara tingkat self care dengan tingkat kestabilan gula darah dengan nilai ρ = 0,000, dan nilai koefisiensi 0,707. Diskusi: Untuk mencegah morbiditas dan mortalitas terkait diabetes mellitus, perawatan diri dan kontrol gula darah pasien perlu ditingkatkan. Peran dokter dan tenaga kesehatan perlu di tekankan dalam program promosi kesehatan terkait perawatan diri pasien diabetes mellitus.
&amp;nbsp;
Kata kunci : Self care, Kestabilan Gula Darah, Diabetes Melitus</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/376</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i1.376</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 1 (2021): Nopember 2021; 74 - 81</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 1 (2021): Nopember 2021; 74 - 81</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/376/232</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/377</identifier>
				<datestamp>2021-12-22T20:45:47Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP</dc:title>
	<dc:creator>Kristyaningsih, Putri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Komunikasi teraputk, perawat, Ruang rawat inap</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan : Komunikasi teraputik merupakan cara komunikasi perawat yang bisa meningkatkan kualitas kesehatan pasien. Komunikasi teraputik ini penting untuk diterapkan selama pemberian pelayanan Kesehatan. Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan diharapkan untuk &amp;nbsp;memiliki kemampuan komunikasi teraputik ini. Faisol (2021) mengungkapkan bahwa sebanyak 8.1% warga merasa tidak puas dengan komunikasi tenaga Kesehatan dalam memberikan pelayanan di rumah sakit.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan komunikasi teraputik oleh perawat di ruang rawat inap. Metodologi : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Responden sejumlah 55 orang perawat, yang bekerja di ruang rawat inap rumah sakit. Penelitian ini menggunakan Teknik purpossive sampling, dengan menggunakan kriteria inklusi dna eksklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner. Kuesioner penelitian disusun oleh peneliti, yang telah diujikan validitas dan reliabilitas. Hasil : Dari hasil pengumpulan data didapatkan data bahwa 3 (5%) yang menerapkan komunikasi terapeutik dengan kategori baik, sebagian besar responden menerapkan komunikasi etrapeutik dengan kategori yang cukup, yaitu sejumlah 50 (91%) responden. Jumlah responden yang menerapkan komunikasi terapeutik dengan kategori kurang, yaitu sebanyak 2 (4%) responden Diskusi : &amp;nbsp;Dalam memberikan pelayanan Kesehatan di ruang rawat inap perawat telah menerapkan komunikasi teraputik, akan tetapi masih dalam kategori cukup, perlu ditingkatkan.
Kata kunci : Komunikasi teraputk, perawat, Ruang rawat inap </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/377</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i1.377</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 1 (2021): Nopember 2021; 57 - 64</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 1 (2021): Nopember 2021; 57 - 64</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/377/230</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/378</identifier>
				<datestamp>2021-12-22T20:45:47Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH HEEVI (HEALTH EDUCATION VIDEO) TERHADAP KEMAMPUAN IBU DALAM PERTOLONGAN PERTAMA TERSEDAK PADA TOODLER</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Melani Kartika</dc:creator>
	<dc:creator>Ishariani, Linda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mother's ability, health education, choking, toodler, video, first aid</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Tersedak merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan pada anak, terutama toodler yang membutuhkan tindakan segera. Tersedak pada bayi dan anak sering diakibatkan benda-benda kecil seperti mainan, makanan, koin, kancing, dan benda kecil lainnya. Metode HEEVI (Health Education Video) merupakan metode penyampaian pengetahuan kepada masyarakat melalui video untuk meningkatkan kemampuan ibu tentang cara pertolongan pertama tersedak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis adanya pengaruh metode HEEVI terhadap kemampuan ibu dalam melakukan pertolongan pertama tersedak pada toodler. Metodologi: Desain penelitian quasy eksperiment, responden dipilih dengan teknik purposive sampling, 21 orang kelompok perlakuan dan 21 orang kelompok kontrol. Hasil analisis uji Wilcoxon menunjukkan (ρv 0,000&amp;lt; α) ada peningkatan kemampuan ibu pada pretets-posttest kelompok perlakuan, (ρv 0,066&amp;gt; α) tidak ada peningkatan kemampuan psikomotor pada pretets-posttest kelompok kontrol. Hasil: Hasil analisis uji Mann Whitney menunjukkan(ρv 0,000&amp;lt; α) ada pengaruh pengaruh Metode HEEVI dalam peningkatan kemampuan ibu pada posttest kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Diskusi: metode HEEVI efektif diterapkan pada ibu untuk meningkatkan kemampuan dalam pertolongan pertama tersedak. Ibu diharapkan dapat menerapkan materi dan video pembelajaran dalam pertolongan pertama tersedak.
&amp;nbsp;
Kata kunci: kemampuan ibu, pendidikan Kesehatan video, tersedak, toodler, video, pertolongan pertama</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/378</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i1.378</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 1 (2021): Nopember 2021; 82 - 89</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 1 (2021): Nopember 2021; 82 - 89</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/378/233</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/380</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:58:17Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH ISOMETRIC EXERCISE TERHADAP PERUBAHAN NYERI LUTUT PADA KONDISI OSTEOARTHRITIS PRIMER</dc:title>
	<dc:creator>Rahmaniyah, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Fau, Yohanes Deo</dc:creator>
	<dc:creator>Pradita, Angria</dc:creator>
	<dc:creator>Fariz, Achmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Isometric exercise</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nyeri lutut</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">osteoarthritis primer</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK
Pendahuluan: Osteoarthritis merupakan gejala yang sering datang pada orang lanjut usia dengan kondisi progresif kronis yang dapat menimbulkan gangguan gerak dan dapat mengganggu aktifitas sehari-hari. Isometric exercise merupakan salah satu metode penanganan non operatif dalam menurunkan nyeri serta memperbaiki kemampuan fungsional pasien Osteoarthritis. Latihan ini sangat membantu untuk mengurangi nyeri sendi serta dapat meningkatkan fungsional pada penderita Osteoarthritis nyeri akut dan nyeri kronis Metodologi: Jenis penelitian ini ialah quasi eksperimen dengan menggunakan One Group Pretest and Posttest design. Jumlah populasi 30 orang dengan diagnosa osteoarthritis yang memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi. Pengambilan sampling secara acak menggunakan sampel pada penelitian ini yaitu semua penderita osteoarthritis primer berusia 50 tahun ke atas yang berjumlah 15 orang dengan jenis kelamin laki-laki serta perempuan Hasil: Isometric exercise diberikan dua kali seminggu selama empat mingggu dan knee pain diukur dengan alat ukur VAS (Visual Analogue Scale). Dengan uji Wilcoxon diperoleh nilai median pre 6,53 dan post 4,40 dengan selisih 2,13. Sehingga nilai P sebanyak 0,000&amp;lt;0,05 Maka hasil yang didapat dalam penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian isometric exercise terhadap penurunan knee pain pada kondisi osteoarthritis primer di poli Fisioterapi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Diskusi: Terdapat pengaruh pemberian isometric exercise terhadap penurunan knee pain. Sehingga para penderita osteoarthritis primer diharapkan dapat melakukan isometric exercise secara mandiri sehingga dapat mengurangi nyeri lutut yang dialami oleh penderita.
&amp;nbsp;
Kata Kunci: Isometric exercise, knee pain, osteoarthritis primer.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">ABSTRACT
INTRODUCTION: Osteoarthritis is a symptom that often comes in elderly people with chronic progressive conditions that can cause movement disorders and can interfere with daily activities. Isometric exercise is one of the non-operative treatment methods in reducing pain and improving the functional ability of Osteoarthritis patients. This exercise is very helpful for reducing joint torment and can further develop work in patients with intense agony and ongoing torment Osteoarthritis. This review intends to decide the impact of isometric exercise on changes in knee torment in essential osteoarthritis Method: This sort of exploration is a semi trial utilizing One Group Pretest and Posttest plan. Complete populace of 30 individuals with a conclusion of osteoarthritis who met the consideration and prohibition measures. Irregular inspecting with tests in this review, to be specific all patients with essential osteoarthritis matured 50 years and over, adding up to 15 individuals with male and female sexual orientation Result: Isometric exercise was allowed double seven days for quite a long time and knee torment was estimated utilizing a VAS (Visual Analog Scale) estimating instrument. With the Wilcoxon test, the middle worth of pre 6.53 and post was 4.40 with a distinction of 2.13. So the P esteem is 0.000&amp;lt;0.05. So the outcomes acquired in this review demonstrate that there is an impact of giving isometric exercise on reducing knee pain in primary osteoarthritis in the Physiotherapy poly at RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Discussion: the outcomes acquired in this review demonstrate that there is an impact of giving isometric exercise on reducing knee pain in primary osteoarthritis. So primary osteoarthritis patients can do isometric exercise independently so very helpful for reducing joint torment in patients.
&amp;nbsp;
Keywords: Isometric exercise, knee pain, osteoarthritis primer</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/380</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i2.380</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2022): Mei 2022; 115 - 123</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022; 115 - 123</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/380/237</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/387</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:58:17Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KEKERASAN VERBAL PADA ANAK OLEH ORANG TUA YANG WORK FROM HOME PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK</dc:title>
	<dc:creator>Yustanta, Brivian Florentis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Verbal Abuse, Work From Home, Covid-19 Pandemic, Cognitive Development, Children</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kata Kunci:   Kekerasan Verbal, Work From Home, Pandemi Covid-19, Perkembangan Kognitif, Anak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Sekitar 50 - 60% masyarakat work from home pada masa pandemi Covid-19. Tingkat stress didalam pekerjaan menyebabkan orang tua melakukan kekerasan verbal kepada anak sehingga dapat menghambat perkembangan kognitif anak. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kekerasan verbal pada anak oleh orang tua yang bekerja dari rumah pada masa pandemi Covid-19 terhadap perkembangan kognitif anak. Metodologi: Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi anak usia 10 - 11 tahun sejumlah 82. Besar sampel 68 menggunakan simple random sampling. Penelitian dilakukan di Kabupaten Kediri bulan Juni 2021. Pengumpulan data melalui pengisian instrumen berupa kuesioner. Uji statistik menggunakan Spearman Ranks. Hasil: &amp;nbsp;Sejumlah 68,1% orang tua melakukan kekerasan verbal pada anak. Jenis kekerasan verbal yang paling sering dilakukan orang tua adalah membentak dan menyalahkan anak. Sejumlah 44,1% anak memiliki perkembangan kognitif cukup. Hasil uji Spearmank Ranks p value 0,01 &amp;lt; 0,05, H0 ditolak, artinya ada hubungan kekerasan verbal pada anak oleh orang tua yang bekerja dari rumah pada masa pandemi Covid-19 terhadap perkembangan kognitif anak. PR 2,4 artinya anak yang mengalami kekerasan verbal 2,4 kali lebih mungkin mengalami gangguan perkembangan kognitif dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengalami kekerasan verbal. Diskusi: Ketika orang tua melakukan kekerasan verbal pada anak maka akan berdampak negatif pada perkembangan kognitif anak. Pola pikir orang tua yang melakukan kekerasan verbal kepada anak karena untuk kebaikan anak harus diubah agar tidak menjadi kebiasaan yang menghambat perkembangan kognitif anak.
&amp;nbsp;Kata Kunci:&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kekerasan Verbal, Perkembangan Kognitif</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction: Around 50 - 60% of the people worked from home during the Covid-19 pandemic. The level of stress at work causes parents to verbally abuse their children, it can hinder the children's cognitive development. The purpose of this study was to determine the correlation between verbal abuse in children by parents on children's cognitive development. Method: This was analytic research with cross sectional approached. The population was 82 children. The sample size was 68 using simple random sampling. The study was conducted in Kediri Regency in June 2021. The instrument was&amp;nbsp; questionnaire. Statistical test using Spearman Ranks. Result:. A total of 68.1% of parents committed verbal violence (high and low) on their children. The most common type of verbal abuse by parents is yelling and blaming the child. A total of 44.1% of children have sufficient cognitive development. The Spearmank Ranks test results p value 0.01 &amp;lt; 0.05, H0 is rejected, meaning that there is correlation between verbal abuse in children on children's cognitive development. PR 2.4 means that children who experience verbal abuse are 2.4 times more likely to experience cognitive development disorders than children who did not. Discussion: When parents verbally abused their children, it will have a negative impact on the children's cognitive development. The mindset of parents who commit verbal abused to children &amp;nbsp;for the good of the children must be changed so it does not become a habit that hinders the children's cognitive development.
&amp;nbsp;
Keywords: Verbal Abuse, Cognitive Development</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/387</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i2.387</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2022): Mei 2022; 124 - 128</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022; 124 - 128</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/387/238</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/390</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:58:17Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH STRES KERJA, LINGKUNGAN KERJA, MOTIVASI, LOYALITAS DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PERAWAT DI ERA COVID19: Pengaruh Stres Kerja, Lingkungan Kerja, Motivasi, Loyalitas Dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Perawat Di Era Covid19</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Stres Kerja, Lingkungan Kerja, Motivasi, Loyalitas Dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Perawat Di Era Covid19: Pengaruh Stres Kerja, Lingkungan Kerja, Motivasi, Loyalitas Dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Perawat Di Era Covid19</dc:title>
	<dc:creator>Raya, Yuni</dc:creator>
	<dc:creator>Hendarwan, Harimat</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Job stress</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Work Environment</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Motivation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Loyalty</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">, Leadership</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Performance</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Stres kerja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Lingkungan kerja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Motivasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Loyalitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kepemimpinan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kinerja</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Prestasi&amp;nbsp; ialah&amp;nbsp; perawat&amp;nbsp; bisa melihat&amp;nbsp;&amp;nbsp; terhadap&amp;nbsp;&amp;nbsp; mutu&amp;nbsp;&amp;nbsp; asuhan&amp;nbsp;&amp;nbsp; keperawatan&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan memberikan&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; pasien,&amp;nbsp; dikarenakan&amp;nbsp; bahwa&amp;nbsp; didasarkan bahkan menjadikan acuan didalam penilaiaan kualitas layanan&amp;nbsp; keperawatan&amp;nbsp; suatu demikian digunakan standarisasi praktik perawatan. Tujuan penelitian untuk mengatahui pengaruh stres kerja, lingkungan kerja, motivasi, loyalitas dan kepemimpinan terhadap kinerja perawat di era covid19 perawat di&amp;nbsp; Rumah Sakit dr. Minthohardjo Jakarta Tahun 2020. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling adalah sebanyak 103 responden. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian menunjukan ada pengaruh stres kerja (Pvalue 0.028 OR =&amp;lt; α (0.05), lingkungan kerja (Pvalue&amp;lt;= 0.005; OR&amp;nbsp; = 3.086), motivasi&amp;nbsp; (Pvalue&amp;lt;= 0.05; OR = 4.643), loyalitas (Pvalue&amp;lt;= 0.05; OR= 3.247), dan kepemimpinan (Pvalue&amp;lt;= 0.05; OR = 3.38) terhadap perawat di Rumah Sakit dr Minthohardjo Jakarta Tahun 2020. Diskusi: Disarankan bagi Rumah Sakit dapat mengontrol kinerja pelayanan perawat agar terciptanya hubungan yang baik antara perawat dengan pasien serta meningkatkan kinerja untuk tujuan pelayanan kesehatan rumah sakit yang lebih baik serta melakukan tindakan inpeksi kerja kepada perawat dalam melakukan tindakan keperawatan.
&amp;nbsp;
Kata Kunci: Stres kerja, Lingkungan kerja, Motivasi, Loyalitas, Kepemimpinan, Kinerja</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">ABSTRAK
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Kinerja&amp;nbsp; seorang&amp;nbsp; perawat&amp;nbsp; dapat dilihat&amp;nbsp;&amp;nbsp; dari&amp;nbsp;&amp;nbsp; mutu&amp;nbsp;&amp;nbsp; asuhan&amp;nbsp;&amp;nbsp; keperawatan&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang diberikan&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; pasien,&amp;nbsp; karena&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; dasarnya yang dijadikan acuan dalam menilai kualitas pelayanan&amp;nbsp; keperawatan&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; dengan menggunakan standar praktik keperawatan. Tujuan penelitian untuk mengatahui pengaruh stres kerja, lingkungan kerja, motivasi, loyalitas dan kepemimpinan terhadap kinerja perawat di era covid19 perawat di&amp;nbsp; Rumah Sakit dr. Minthohardjo Jakarta Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling adalah sebanyak 103 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan ada pengaruh stres kerja (Pvalue 0.028 OR =&amp;lt; α (0.05), lingkungan kerja (Pvalue&amp;lt;= 0.005; OR&amp;nbsp; = 3.086), motivasi&amp;nbsp; (Pvalue&amp;lt;= 0.05; OR = 4.643), loyalitas (Pvalue&amp;lt;= 0.05; OR= 3.247), dan kepemimpinan (Pvalue&amp;lt;= 0.05; OR = 3.38) terhadap&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; perawat di Rumah Sakit dr Minthohardjo Jakarta Tahun 2020.Disarankan bagi Rumah Sakit dapat mengontrol kinerja pelayanan perawat agar terciptanya hubungan yang baik antara perawat dengan pasien serta meningkatkan kinerja untuk tujuan pelayanan kesehatan rumah sakit yang lebih baik serta melakukan tindakan inpeksi kerja kepada perawat dalam melakukan tindakan keperawatan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/390</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i2.390</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2022): Mei 2022; 215 - 228</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022; 215 - 228</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/390/249</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/396</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:58:17Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SELF EFFICACY  UNTUK DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA MELALUI KOMUNITAS ONLINE DI KOTA MATARAM</dc:title>
	<dc:creator>Mas'adah, Mas'adah</dc:creator>
	<dc:creator>Jafar, Sitti Rusdianah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">self efficacy, deteksi dini kanker payudara, komunitas online</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kanker payudara merupakan kasus kanker yang paling banyak&amp;nbsp; di Indonesia. Perubahan gaya hidup sebagai salah satu factor risiko utamanya masyarakat perkotaan. Deteksi dini dapat dilakukan dilayanan kesehatan. Kader&amp;nbsp; bagian dari petugas pelayanan kesehatan&amp;nbsp; sebagi support system&amp;nbsp; para ibu,&amp;nbsp; sehingga perlu dibentuk suatu komunitas peduli kanker payudara. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas&amp;nbsp; pembentukan komunitas peduli kanker online dalam meningkatkan kemampuan self efficacy untuk deteksi dini kanker payudara Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen two group pre-post test design. Jumlah sampel 18&amp;nbsp; perlakuan dan 18&amp;nbsp; control. Analisis statitisk&amp;nbsp; menggunakan uji Wilcoxon Sunk Rank Tes dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan&amp;nbsp; p. value 0,008 &amp;lt; α 0,05 bahwa terdapat perbedaan pengetahuan &amp;nbsp;&amp;nbsp;kelompok perlakuan &amp;nbsp;sebelum dan sesudah diskusi online.&amp;nbsp; Sikap responden kelompok perlakuan sebesar p.value 0,317&amp;gt; α 0,05 bahwa tidak ada perbedaan hasil sebelum dan sesudah diskusi online. Tindakan responden kelompok perlakuan dan control p value 0,164 &amp;gt; α 0,05 artinya tidak ada perbedaan&amp;nbsp; tindakan kelompok perlakuan dan kelompok control&amp;nbsp; saat diskusi online. Kesimpulan: Hasil penelitian pembentukan komunitas peduli kanker online dalam meningkatkan kemampuan self efficacy untuk deteksi dini kanker payudara belum mengalami peningkatan yang signifikan, hanya pengetahuan mengalami peningkatan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Breast cancer is the most common cancer case in Indonesia. Changes in lifestyle as one of the main risk factors for urban communities. Early detection can be done in health services. Cadres are part of health care workers as a support system for mothers, so it is necessary to form a community that cares about breast cancer. The purpose of the study was to determine the effectiveness of forming an online cancer care community in increasing self-efficacy for early detection of breast cancer. The research method used a quasi-experimental two group pre-post test design. The number of samples was 18 treatments and 18 controls. Statistical analysis using the Wilcoxon Sunk Rank Test and Mann Whitney test. The results showed that the knowledge of p. value 0.008 &amp;lt; 0.05 that there is a difference in the knowledge of the treatment group before and after the online discussion. The attitude of the respondents in the treatment group was p. value 0.317&amp;gt; 0.05 that there was no difference in the results before and after online discussions. The actions of the respondents in the treatment and control groups, p value 0.164 &amp;gt; 0.05, which means that there is no difference between the actions of the treatment group and the control group during online discussions. Conclusion: The results of research on the formation of online cancer care communities in increasing self-efficacy for early detection of breast cancer have not experienced a significant increase, only knowledge has increased
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/396</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i2.396</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2022): Mei 2022; 129 - 138</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022; 129 - 138</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/396/239</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/398</identifier>
				<datestamp>2022-08-22T20:16:05Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TERAPI NON FARMAKOLOGI YANG BERPENGARUH TERHADAP KUALITAS  TIDUR IBU HAMIL LITERATURE REVIEW</dc:title>
	<dc:creator>Anasari, Luvi</dc:creator>
	<dc:creator>Yanuarini, Triatmi Andri</dc:creator>
	<dc:creator>Wijayanti, Lumastari Ajeng</dc:creator>
	<dc:creator>Kundarti, Finta Isti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Non-pharmacological therapy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sleep quality of pregnant women</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Introduction: Physical changes in pregnant women, one of which is a heavy burden on the stomach which results in changes in body posture that make pregnant women have to rest and sleep enough. Pregnant women who have poor sleep quality will have a negative impact on themselves and their fetuses, so they require appropriate treatment, one of which is non-pharmacological therapy that directly affects sleep quality. Method: This study consists of various types of non-pharmacological therapies which are discussed in detail in the form of a literature review. This literature study uses a systematic mapping study design with literature searches using the PubMed and Google Scholar databases in the 2015-2021 range using the keywords lavender, pregnancy exercise, yoga, massage, sleep hygiene, cognitive behavioral therapy, progressive muscle relaxation, sleep quality in pregnancy. using the Bolen operator method. Result: The search results found 13 journals that met the inclusion criteria. The method used to minimize bias is the selection of homogeneity in the research design (experiment). There is an effect of non-pharmacological therapy on the quality of sleep of pregnant women before and after the intervention with the most influential therapy, namely back massage, pregnancy exercise, sleep hygiene and the simplest therapy is lavender aromatherapy. Conclusion: All interventions can be applied to pregnant women to help improve their sleep quality, but giving back massage interventions, pregnancy exercises, sleep hygiene and lavender aromatherapy is recommended for pregnant women because they have a more significant effect and are easy to do
&amp;nbsp;
Keywords: &amp;nbsp;Non-pharmacological therapy, sleep quality of pregnant women</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/398</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i2.398</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2022): Mei 2022; 139 - 148</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022; 139 - 148</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/398/240</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/399</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:58:17Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENDIDIKAN IBU SEBAGAI DETERMINAN DENGAN PELAKSANAAN PANTANG MAKAN PADA IBU NIFAS: PENDIDIKAN IBU SEBAGAI DETERMINAN DENGAN PELAKSANAAN PANTANG MAKAN PADA IBU NIFAS</dc:title>
	<dc:creator>prameswari, veryudha eka</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuningrum, Tria</dc:creator>
	<dc:creator>Andyarini, Esti Novi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan, Ibu Nifas, Pantang Makan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Banyak ibu yang melakukan pantang makan pada masa nifas, seperti tidak makan ikan laut, telur, sayur dan makanan pedas. Metodologi: Desain penelitian menggunakan metode analitik cross sectional, populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas pada hari ke-1 sampai hari ke-42 bulan Juni sampai Juli sebanyak 25 orang, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Setelah data terkumpul, dilakukan pengolahan data dan dilanjutkan dengan uji statistik chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan (0,024) &amp;lt; (0,05), ada hubungan antara pendidikan ibu sebagai determinan dengan pelaksanaan pantangan makanan pada ibu nifas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu dengan pendidikan SD atau SMP 64% ibu nifas pantang makan, sedangkan ibu nifas yang tamat SLTA dan berpendidikan tinggi 8% ibu nifas tidak pantang makan. Dikusi: Pendidikan yang rendah membuat ibu tidak mendapatkan informasi yang benar tentang kesehatan. Disarankan kepada ibu nifas untuk lebih sering mencari informasi dari tenaga Kesehatan. Ibu mana yang memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan selama masa nifas.
&amp;nbsp;
Kata Kunci: Pendidikan, Ibu Nifas, Pantang Makan</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Abstinence or taboo is the prohibition of eating certain foods, because there is a threat to anyone who violates them. Postpartum mothers who do not abstain from eating eggs, fish and reducing the portion of water. The research design used a cross sectional analytic method, the population of the study was all postpartum mothers on the 1st day to the 42nd day from June to July as many as 25 people, the sampling technique used was consecutive sampling. The independent variable is the education level of postpartum mothers and the dependent variable is the implementation of abstinence in postpartum mothers. Collecting data using questionnaires and interviews. After the data was collected, data processing was carried out and continued with the chi square statistical test with SPSS version 20. The results showed (0.024) &amp;lt; (0.05), so H0 was rejected, meaning that there was a relationship between maternal education as a determinant of the application of dietary restrictions for postpartum mothers. The results showed that mothers with elementary or junior high school education 64% of postpartum mothers abstained from food, while postpartum mothers who graduated from high school and had higher education 8% of postpartum mothers do not abstain from eating. Low education makes mothers do not get correct information about health. It is hoped that postpartum mothers get the right information from health workers. Which mother fulfills the nutritional needs needed during the puerperium</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/399</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i2.399</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2022): Mei 2022; 149 - 153</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022; 149 - 153</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/399/241</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/401</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:58:17Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN ASI EKSLUSIF DENGAN PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL ANAK USIA 3-5 TAHUN DI WILAYAH PUSKESMAS GAMPING 2 SLEMAN YOGYAKARTA</dc:title>
	<dc:creator>Priliana, Wiwi Kustio</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ASI EKsklusif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Personal Sosial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Anak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Personal Sosial</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Personal sosial merupakan aspek perkembangan anak yang berkaitan dengan kemandirian, seperti berpakaian sendiri, ke toilet sendiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ASI Ekslusif dengan perkembangan personal sosial pada anak usia 3-5 tahun di Puskesmas Gamping 2 Sleman Yogyakarta. Metode : penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional yang di lakukan di Puskesmas Gamping 2 Sleman yang memiliki anak balita berumur 3-5 tahun sebanyak 66 anak. Hasil : Ada hubungan antara ASI Eksklusif dengan perkembangan personal sosial pada anak usia 3-5 tahun. Anak yang perkembangan personal sosialnya normal yang mendapatkan ASI Eklusif sebanyak 32 anak ( 80 %) dan perkembangan personalnya tidak normal sebanyak 8 anak (20%).Anakyang tidak mendapatkan ASI Eksklusif dan perkembangan personalnya normal sebanyak 10 anak (38.5%) dan tidak normal sebanyak 16 anak ( 61.54 % ) dengan p value 0.0006 ( 95 % CI 1.867707-22.51415), anak yang tidak mendapatkan ASI Ekslusif mempunyai resiko perkembangan personal sosialnya tidak normal sebesar 6,4 kali daripada anak yang di berikan ASI Ekslusif. Diskusi: ASI Eksklusif merupakan nutrisi yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga peran tenaga kesehatan sangatlah penting untuk memberikan edukasi yang adekuat pada masyarakat terkait nutrisi yang di butuhkan anak.
&amp;nbsp;
Kata kunci: ASI Eksklusif, Personal Sosial, Anak</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/401</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i2.401</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2022): Mei 2022; 154 - 158</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022; 154 - 158</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/401/242</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/402</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:58:17Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIVITAS PENGGUNAAN VIDEO EDUKASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL  DALAM PENGGUNAAN KONTRASEPSI INTRAUTERINE DEVICE PADA  PASANGAN USIA SUBUR</dc:title>
	<dc:creator>Cory'ah, Fitra Arsy Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Martiana, Endri Suastika</dc:creator>
	<dc:creator>Suseno, Mutiara Rachmawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Video Edukasi, Kearifan Lokal, Kontrasepsi IUD, Pasangan Usia Subur.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Prevalensi pemakaian kontrasepsi yang banyak digunakan di Indonesia adalah suntik 29%, pil 12.1%, IUD 5%, implan 5%, Metode Operasi Wanita (MOW) 4%, kondom 3% dan Metode Operasi Pria (MOP) kurang dari 1%. Salah satu upaya meningkatkan minat penggunaan kontrasepsi yaitu melalui penjelasan menggunakan media edukasi. Salah satu media yang dapat digunakaan adalah video mengunakan bahasa daerah yaitu sasak yang merupakan salah satu kearifan lokal yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang memuat unsur-unsur budaya lokal masyarakat. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental. Desain penelitian ini adalah pretest and posttest nonequivalent control group. Populasi pada penelitian ini adalah PUS yang menjadi akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Kuripan Kabupaten Lombok Barat. Sampel berjumlah 34 responden yang terbagi menjadi kelompok kontrol 17 responden dan kelompok intervensi 17 responden. Analisis data untuk mengetahui perbedaan penggunaan video edukasi menggunakan uji Mann Whitney dan analisis efektivitas dengan menggunakan uji N-Gain melalui penggunaan software SPSS versi 16. Hasil: Penggunaan video edukasi berbasis kearifan lokal cukup efektif dalam penggunaan kontrasepsi IUD pada PUS dengan nilai N-Gain score sebesar 59,66%. Diskusi: Penggunaan video edukasi berbasis kearifan lokal cukup efektif dibandingakan dengan tanpa menggunakan video edukasi berbasis kearifan lokal dalam penggunaan kontrasepsi IUD pada PUS.
&amp;nbsp;
Kata Kunci : Video Edukasi, Kearifan Lokal, Kontrasepsi IUD, Pasangan Usia Subur.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">ABSTRACT 
Introduction:&amp;nbsp;The prevalence of contraceptive use in Indonesia that is widely used is injection 29%, pill 12.1%, IUD 5%, implant 5%, Female Operation Method (MOW) 4%, condom 3%, and Male Operation Method (MOP) less than 1%. One of the efforts to increase the use of contraception, especially IUD contraception, requires educational media that can describe real physical concepts. - elements of local community culture. Methods: The type of this research is Quasi-Experimental. The design of this study is a nonequivalent control group pretest and posttest. The population in this study was 32-week case patients spread over the West Lombok district. 34 responden.Analisis the data to determine differences in the use of educational videos based on local wisdom in the use of IUD use test&amp;nbsp;Mann Whitney&amp;nbsp;and analysis of the effectiveness of using test&amp;nbsp;the N-Gain&amp;nbsp;through the use of SPSS software version 16. Results:&amp;nbsp;Based on the analysis results showed that the use of video-based education local wisdom is quite effective in the use of IUD contraception in couples of childbearing age with an N-Gain score of 59.66%. Discussion: The use of educational videos based on local wisdom is quite effective compared to without using educational videos based on local wisdom in the use of IUD contraception p there are couples of childbearing age.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/402</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i2.402</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2022): Mei 2022; 159 - 167</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022; 159 - 167</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/402/243</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/403</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:58:17Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI DESA SUKOREJO KEC. GURAH KAB. KEDIRI</dc:title>
	<dc:creator>Wati, Susi Erna</dc:creator>
	<dc:creator>Sunarwan, Qothrunnada Naqiyah</dc:creator>
	<dc:creator>Prihananto, Dhian Ika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kata Kunci: pengetahuan, ibu, perawatan tali pusat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Tali pusat atau umbilical cord adalah saluran kehidupan bagi janin selama dalam kandungan. Dikatakan saluran kehidupan karena saluran inilah yang selama 9 bulan 10 hari menyuplai zat – zat gizi dan oksigen pada janin. Perawatan tali pusat yang benar hendaknya diperhatikan teknik septik dan aseptik. Umumnya dimasyarakat menggunakan metode basah, yaitu menggunakan alkohol. Padahal perawatan tali pusat yang baik menggunakan metode kering, yaitu menggunakan kasa steril dan kering.Metodologi: Metode sampling penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 138 respoden yaitu semua ibu di RW 5 Desa Sukorejo Kec. Gurah Kab.Kediri, sampel dalam penelitian ini sejumlah 103 responden dengan menggunakan teknik “Purposive Sampling”. Variabel penelitian adalah penetahuan ibu tentang perawatan tali pusat. Pengumpulan data menggunakan alat ukur kuesioner kemudian ditabulasikan dan di beri skor sesuai dengan kunci jawaban. Setelah ditabulasi data yang ada dianalisis dengan tehnik diskriptif kualitatif. Hasil:. Hasil penelitian diperoleh 44 (42,7%) responden adalah berpengetahuan kurang, 32 (31,1%) responden berpengetahuan cukup, dan 27 (26,2%) responden berpengetahuan baik tentang perawatan tali pusat. Sehingga dapat disimpulkan sebagian besar responden mempunyai pengetahuan kurang tentang perawatan tali pusat. Diskusi:Perawatan tali pusat sangat penting, tujuannya untuk mencegah infeksi tali pusat, mempercepat proses pengeringan tali pusat, dan mempercepat proses puputnya tali pusat. Untuk itu perlu mendapat informasi dari petugas kesehatan guna sosialisasi tentang perawatan tali pusat untuk menambah informasi dalam melakukan asuhan keperawatan pada bayi baru lahir.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/403</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i2.403</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2022): Mei 2022; 168 - 172</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022; 168 - 172</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/403/244</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/405</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:58:17Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN POLA ASUH IBU DENGAN KASUS STUNTING PADA ANAK USIA 12-59 BULAN</dc:title>
	<dc:creator>Rosuliana, Novi Enis</dc:creator>
	<dc:creator>Ainun, Falqurriati</dc:creator>
	<dc:creator>Ilmi, Nurul</dc:creator>
	<dc:creator>Qonaa’ah, Arina</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Febriati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">children, parenting, stunting</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linear yang disebabkan oleh adanya malnutrisi asupan zat gizi maupun penyakit infeksi yang bersifat kronis. Kejadian tersebut terjadi secara berulang ditunjukkan dengan nilai Z-Score tinggi badan menurut usia(TB/U) kurang dari -2 standar devisiasi (SD) berdasarkan standar WHO. Pola asuh adalah penyebab tidak langsung dari kejadian stunting dan apabila tidak dilaksanakan dengan baik dapat menjadi penyebab langsung dari kejadian stunting, artinya pola asuh adalah faktor dominan sebagai penyebab stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dengan kasus stunting pada anak usia 12-59 bulan di salah satu Puskesmas Kabupaten Bima. Metode: Rancangan penelitian dalam penelitian ini adalah cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah 270 ibu yang memiliki anak stunting usia 12-59 bulan pada tahun 2019. Teknik sampling menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 65 responden. Pengumpulan data pola asuh ibu menggunakan kuesioner pola asuh ibu, sedangkan untuk data stunting menggunakan microtoise dan tabel z-score. Analisa data menggunakan korelasi spearman rank dengan taraf kesalahan 5%. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara pola asuh ibu dalam hal pemberian makan dengan kasus stunting pada anak usia 12-59 bulan di salah satu Puskesmas Kabupaten Bima dengan nilai p=0,000 (p&amp;lt;0,05). Diskusi: Kesimpulan penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh ibu dalam hal pemberian makan dengan kasus stunting pada anak usia 12-59 bulan di salah satu Puskesmas Kabupaten Bima. Pentingnya peningkatan pemahaman dalam hal pola pengasuhan dalam pemberian makan pada ibu dengan balita.
&amp;nbsp;
Kata Kunci: Anak usia 12-59 months, Pola asuh ibu, Stunting</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/405</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i2.405</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2022): Mei 2022; 173 - 179</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022; 173 - 179</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/405/245</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/406</identifier>
				<datestamp>2022-06-19T20:48:52Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PEMBERIAN VIDEO TUTORIAL  CUCI TANGAN 6 LANGKAH TERHADAP MEMAMPUAN DAN PENGGUNAAN PERALATAN CUCI TANGAN PADA SISWA SLBN PEMBINA NASIONAL BAGIAN C MALANG</dc:title>
	<dc:creator>Zakaria, Amin</dc:creator>
	<dc:creator>Nurmayunita, Henny</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Video Tutorial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kemampuan siswa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penggunaan Peralatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cuci Tangan 6 Langkah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Video Tutorial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Student Ability</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Use of Equipment</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Washing Hands 6 Steps</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pelaksanaan model pembelajaran blanded learning, dibutuhkan kemampuan cuci tangan pada seluruh siswa sekolah sebagai pilar utama pencegahan penularan corona virus-19 dilingkungan sekolah. Kebijakan Work From Home (WFH) masa pandemic, menjadikan media sosial menjadi pilihan masyarakat untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi kesehatan, (Kemp, S., 2018). Pada masa pandemic sekarang ini &amp;nbsp;program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sangat minim atau sama sekali tidak dijalankan dikarenakan UKS belum mempunyai media untuk menjalankan pendidikan kesehatan. SLBN Pembina Nasional Bagian C Lawang Malang 65 % jenis ketunaan adalah Tuna Grahita dengan tingkat kecerdasan/IQ dibawah rata-rata 3-6 tingkat dibawah anak – anak normal sehinga siswa mengalami kesulitan dalam belajar. Sehingga siswa harus diberikan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif, bentuk menyerupai kondisi nyata atau sesungguhnya.&amp;nbsp; Video adalah salah satu media pendidikan kesehatan yang dianggap sangat tepat bagi anak tuna grahita. Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh pemberian video tutorial&amp;nbsp; cuci tangan 6 langkah terhadap memampuan dan penggunaan peralatan cuci tangan pada siswa SLBN Pembina Nasional Bagian C Malang. Jenis penelitian praeksperimen pre-postest desaign, proposionad simple random sampling, variable penelitian kemampuan dan pengunaan peralatan siswa cuci tangan enam langkah, instrument ckeclits dengan melakukan uji validitas corelation product moment, analisis Paired T Test sample berpasanagan dengan bantuan SPSS. Uji pengaruh pemberian video tutorial&amp;nbsp; cuci tangan 6 langkah terhadap memampuan cuci tangan Didapatkan Hasil bahwa nilai signifikansi adalah 0.000 yang mana kurang dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan pemberian video tutorial cuci tangan memberikan pengaruh terhadap kemampuan cuci tangan siswa SLB. Uji pengaruh pemberian video tutorial&amp;nbsp; cuci tangan 6 langkah terhadap penggunaan peralatan cuci tangan, didapatkan hasil bahwa Nilai signifikansi adalah 0.000 yang mana kurang dari 0.05 dapat disimpulkan pemberian video tutorial cuci tangan 6 langkah terhadap penggunaan peralatan cuci tangan siswa SLB. Saran UKS bisa menggunakan dan mengembangkan media promosi kesehatan video yang memanfaatkan aplikasi Whatshap, Youtube. Dan meningatkan respon dan partisipasi siswa dan siswi, terutama orang tua atau keluarga.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">The implementation of the blended learning model requires the ability to wash hands for all school students as the main pillar of preventing the transmission of the corona virus-19 in the school environment. The Work From Home (WFH) policy during the pandemic has made social media as the people's choice to communicate and get health information, (Kemp, S., 2018). During the current pandemic, the School Health Business (UKS) program is minimal or not implemented at all because UKS does not yet have the media to run health education. SLBN Pembina Nasional Bagian C Lawang Malang&amp;nbsp; are 65% of the types of disabilities are mentally retarded with an intelligence/IQ level below the average 3-6 levels below normal children so that students have difficulty in learning. So that students must be given creative and innovative learning media, the form resembles real or real conditions. Video is one of the health education media that is considered very appropriate for mentally retarded children. This study aims to analyze the effect of giving a 6-step hand-washing video tutorial on the ability and use of hand-washing equipment for students of SLBN Pembina Nasional Bagian C Malang. The type of the research is pre-experimental pre-posttest design, simple random sampling proportional, research variable ability and use of students' six-step handwashing equipment, checklist instrument by testing the validity of correlation product moment, Paired T-Test sample analysis in pairs with the help of SPSS. Testing the effect of giving a 6-step hand washing tutorial video on the ability to wash hands. The results showed that the significance value was 0.000 which was less than 0.05 so it can be concluded that giving a hand washing tutorial video had an effect on the hand washing ability of SLB students. Testing the effect of giving a 6 step hand washing tutorial video on the use of hand washing equipment, the result is that the significance value is 0.000 which is less than 0.05, it can be concluded that the 6 step hand washing tutorial video is given to the use of SLB students' hand washing equipment. The UKS suggestion is to use and develop video health promotion media using the Whatshap application, Youtube and increase the response and participation of students, especially parents or families.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/406</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i2.406</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2022): Mei 2022; 180 - 188</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022; 180 - 188</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/406/246</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/407</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:58:17Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI MASA PANDEMI COVID-19 DI RUMAH SAKIT</dc:title>
	<dc:creator>Sulistyawati, Wiwin</dc:creator>
	<dc:creator>Etika, Arif Nurma</dc:creator>
	<dc:creator>Yani, Dwi Indri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kepatuhan, Alat Pelindung Diri, Perawat, covid-19.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Compliance, Personal Protective Equipment, Nurses, covid-19.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Pandemi Covid-19 yang belum berakhir mengharuskan perawat patuh menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Kepatuhan menggunakan APD sangat penting untuk mencegah penularan Covid-19 dari perawat ke pasien atau pasien ke perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam penggunaan APD di masa pandemi Covid-19 di Rumah Sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analisis korelasional dengan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Sampel penelitian ini sebanyak 158 &amp;nbsp;perawat pelaksana yang diambil&amp;nbsp; secara teknik consecutive sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel &amp;nbsp;pengetahuan (0,029),&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; ketersediaan APD (0,013),&amp;nbsp; dan pelatihan (0,002) berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam penggunaan APD. Variabel jenis kelamin (p = 0,424), pendidikan terakhir (0,559), lama kerja perawat (0,674), dan sikap (0,156) dan ketersediaan APD (0,013), &amp;nbsp;tidak berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam penggunaan APD di Rumah Sakit. Diskusi: Rumah sakit perlu mengadakan inhouse training tentang penggunaan APD dan menyediakan APD di setiap ruang untuk meningkatkan kepatuhan perawat dalam penggunaan APD.
&amp;nbsp;
Kata Kunci: Kepatuhan, Alat Pelindung Diri, Perawat, covid-19.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">The Covid-19 pandemic that has not ended requires nurses to obediently use Personal Protective Equipment (APD). Compliance with using PPE is essential to prevent transmission of Covid-19 from nurse to patient or patient to nurse. This study aims to analyze factors related to nurse compliance in the use of PPE during the Covid-19 pandemic in hospitals.&amp;nbsp; The design of this study is a correlational analysis with a cross sectional approach. This research instrument uses questionnaires. A sample of 158 implementing nurses was taken in consecutive sampling techniques. Statistical analysis used is the spearman rank test. The results showed that knowledge variables (0.029), and apd availability (0.013), and training (0.002) were related to nurse compliance in apd use. The variables of gender (p = 0.424), last education (0.559), nurse length of employment (0.674), and attitude (0.156) and availability of PPE (0.013), were not related to nurse compliance in the use of PPE in hospitals. Hospitals need to hold inhouse training on the use of PPE and provide PPE in every room to improve nurse compliance in the use of PPE.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/407</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i2.407</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2022): Mei 2022; 189 - 196</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022; 189 - 196</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/407/251</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/409</identifier>
				<datestamp>2022-12-21T21:28:55Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN KEPATUHAN MEMAKAI MASKER DAN MENCUCI TANGAN PAKAI SABUN TERHADAP KEJADIAN COVID-19</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">The Relationship Of Compliance With Wearing Mask And Washing Hands With Soap On The incidence Of COVID-19</dc:title>
	<dc:creator>Rachmawati, Endah</dc:creator>
	<dc:creator>Agustina, Rita</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani, Dita</dc:creator>
	<dc:creator>M. Uthari, Elitha</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Memakai Masker</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mencuci Tangan Pakai Sabun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">COVID-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Wearing Masks</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Washing Hands With Soap</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">COVID-19</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: COVID-19 adalah infeksi saluran pernafasan pada manusia dengan gejala pilek, batuk dan penyakit lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) bahkan dapat menimbulkan kematian. Virus ini memiliki tingkat penularan cukup tinggi sehingga masyarakat memiliki peranan penting memutus rantai penularan dan tidak mengakibatkan sumber penularan baru dengan cara patuh terhadap protokol kesehatan. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan memakai masker dan mencuci tangan pakai sabun dengan kejadian COVID-19 pada masyarakat di Kelurahan Tanjung Senang Kota Bandar Lampung Tahun 2021. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode survey analitik case control dan pengambilan sampel non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian adalah Masyarakat berusia 18 tahun keatas di Kelurahan Tanjung Senang Kota Bandar Lampung berjumlah 120 orang. Penelitian menggunakan alat ukur kuesioner dan observasi. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil: Ada hubungan yang bermakna antara kepatuhan memakai masker dengan kejadian COVID-19 (p-value= 0.000) dan kepatuhan mencuci tangan pakai sabun dengan kejadian COVID-19 (p-value= 0.000). Diskusi: Perlunya masyarakat membiasakan diri dalam mematuhi protokol kesehatan 6M dengan baik dan benar sesuai dengan yang disarankan pemerintah sehingga dapat mencegah penyebaran dan menurunkan tingkat kejadian COVID-19.
Kata Kunci: Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun, COVID-19</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">ABSTRACT
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Introduction: COVID-19 is a respiratory tract infection in humans with symptoms of colds, coughs and more serious diseases such as Middle East Respiratory Syndrome (MERS) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) which can even cause death. This virus has a high enough transmission rate so that the community has an important role in breaking the chain of transmission and does not result in new sources of transmission by complying with health protocols. This study aims to determine the relationship between compliance with wearing masks and washing hands with soap on the incidence of COVID-19 in the community in Tanjung Senang Village, Bandar Lampung City in 2021. Methods: Types of quantitative research with case control analytical survey methods and non-probability sampling with purposive sampling techniques. The sample in this study was the community aged 18 years and over in the Tanjung Senang Village, Bandar Lampung City, amounting to 120 people. The study used a questionnaire and observation measuring instrument. Data analysis using chi-square test. Results: There is a significant relationship between adherence to wearing masks on the incidence of COVID-19 (p-value = 0.000) and adherence to washing hands with soap on the incidence of COVID-19 (p-value = 0.000). Discussion: The community needs to get used to complying with the 6M health protocol properly and correctly according to the government's recommendation so as to prevent the spread and reduce the incidence of COVID-19.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/409</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i1.409</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 1 (2022): November 2022; 107-121</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 1 (2022): November 2022; 107-121</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/409/268</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/410</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:58:17Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENERAPAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR  DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KECAMATAN TAROKAN: Bahasa Indonesia</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENERAPAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR  DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KECAMATAN TAROKAN: Bahasa Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Anwar, Saiful</dc:creator>
	<dc:creator>Winarti, Eko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">theory of planned behavior, ASI Eksklusif</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Capaian ASI eksklusif di Kabupaten Kediri tahun 2020 hanya 13%, di wilayah Kecamatan Tarokan ada beberapa Desa yang masih di bawah target Nasional yaitu 40%. Peran ibu sangat dominan dalam pencapaian target ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ibu dalam memberikan ASI eksklusif menggunakan&amp;nbsp; theory of planned behavior. Metodologi: Penelitian kuantitatif, metode analitik observasional, pendekatan crossectional Lokasi penelitian di wilayah Kecamatan Tarokan, dilaksanakan tanggal 1 sampai 20 Desember 2021 dengan menggunakan teknik sampling simple random sampling. Variabel independen: Sikap, Norma subjektif, Kontrol Perilaku. Varibel Intervening: Niat, Variabel dependen: Perilaku dengan menggunakan path analysis. Hasil: Kelayakan Model&amp;nbsp; CMIN = 0,020, probability = 0,888, GFI=1,000, CFI=1,000, NFI=1,000, TLI=1,009, IFI=1,001, RFI=1,000, AGFI=0,999, RMSEA=0,000, PGFI=0,067. Koefisien jalur sikap dengan niat (β=0,754) (p-value=0,000), (CR=14,871). Norma subjektif dengan niat (β=0,130), (p-value=0,000), (CR=3,374). Kontrol perilaku dengan niat (β=0,126), (p-value=0,000), (CR=3,429). Niat dengan perilaku (β=0,269), (p-value=0,000), (CR=3,176) Sikap dengan perilaku (β=0,637), (p-value=0,000), (CR=9,198). Kontrol perilaku dengan perilaku (β=0,098), (p-value=0,000), (CR=3,292), sikap melalui niat terhadap perilaku (0,8325) dan kontrol perilaku terhadap perilaku melalui niat (0,1505). Diskusi: Pengembangan penelitian tentang perilaku kesehatan perlu dilakukan oleh peneliti selanjutnya sehingga dapat digali secara lebih mendalam perubahan perubahan perilaku guna untuk merencanakan program perubahan perilaku kesehatan demi meningkatkan program pemerintah bidang Kesehatan</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction: The achievement of exclusive breastfeeding in Kediri Regency 2020 is only 13%, in the Tarokan District area there are several villages which are still below the national target of 40%. The mother's role is very dominant in achieving the target of exclusive breastfeeding. This study aims to determine the behavior of mothers in exclusive breastfeeding using the theory of planned behavior. Method: Quantitative research, observational analytic methods, cross-sectional approach. The research location is in the Tarokan District, carried out from 1 to 20 December 2021 using a simple random sampling technique. Independent Variables: Attitude, Subjective Norm, Behavioral Control. Intervening Variable: Intention, Dependent Variable: Behavior using path analysis. Result: Goodness of Fit CMIN = 0.020, probability = 0.888, GFI=1,000, CFI=1,000, NFI=1,000, TLI=1.009, IFI=1.001, RFI=1,000, AGFI=0.999, RMSEA=0.000, PGFI=0.067. Path coefficient of attitude with intention (β=0.754) (p-value=0.000), (CR=14.871). Subjective norm with intention (β=0.130), (p-value=0.000), (CR=3.374). Behavioral control with intention (β=0.126), (p-value=0.000), (CR=3.429). Intention with behavior (β=0,269), (p-value=0.000), (CR=3.176) Attitude with behavior (β=0.637), (p-value=0.000), (CR=9,198). Behavioral control with behavior (β=0.098), (p-value=0.000), (CR=3.292), attitude through intention towards behavior (0.8325) and behavior control over behavior through intention (0.1505). Discussion: The development of research on health behavior needs to be carried out by further researchers so that they can explore in more depth changes in behavior change in order to plan health behavior change programs in order to improve government programs in the health sector</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/410</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i2.410</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2022): Mei 2022; 205 - 214</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022; 205 - 214</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/410/248</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/411</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:58:17Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI NADI DENGAN DERAJAT DEHIDRASI PADA ANAK DENGAN DIARE</dc:title>
	<dc:creator>Haryuni, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Perdana, Idola</dc:creator>
	<dc:creator>Yunalia, Endang Mei</dc:creator>
	<dc:creator>Handayani, Wiwik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">derajat dehidrasi, diare, frekuensi nadi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">degree of dehydration, diarrhea, heart rate</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Diare merupakan kondisi dimana meningkatnya jumlah buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi serta lebih dari 3 kali pada anak anak, yang ditandai dengan perubahan konsistensi feses, dimana feses lebih cair, berwarna kehijauan dan adakalanya bercampur dengan lendir, darah atau lendir saja. Komplikasi yang biasa terjadi akibat diare adalah dehidrasi, syok hipovolemik, hipokalemia, hipoglikemia, intoleransi sekunder yang diakibatkan karena kerusakan pada vili mukosa usus dan kekurangan enzyme laktase, kejang biasanya terjadi pada dehidrasi hipertonik, Kekurangan energi protein (akibat adanya muntah serta diare, jika lama atau kronik). Kondisi dehidrasi biasa ditandai dengan perubahan tanda-tanda vital, seperti suhu tubuh, frekuensi nadi, frekuensi pernapasan, dan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi nadi dengan derajat dehidrasi pada Anak dengan diare di IGD RSUD Wamena. Metode: Desain penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelasi melalui pendekatan cross sectional. Pengambilan data sekunder menggunakan lembar pengumpul data dengan jumlah responden sebanyak 380 orang. Variabel independen adalah frekuensi nadi, sedangkan variabel dependennya adalah derajat dehidrasi. Hasil: Berdasarkan hasil uji spearman rank didapati bahwa ada hubungan antara frekuensi nadi dengan derajat dehidrasi dengan nilai p =0.013 dan kekuatan hubungannya adalah sangat lemah. Diskusi: Disarankan untuk peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian lebih lanjut tentang factor lain terkait diare.
&amp;nbsp;
Kata kunci : derajat dehidrasi, diare, frekuensi nadi </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">ABSTRACT
Diarrhea is a condition in which the frequency of bowel movements is more than 4 times in infants and more than 3 times in children, characterized by the consistency of liquid stools, green in color and sometimes mixed with mucus, blood or mucus. Complications that occur due to diarrhea are dehydration, hypovolemic shock, hypokalemia, hypoglycemia, intolerance secondary to intestinal mucosal villi damage and lactase enzyme deficiency, seizures, hypertonic dehydration, protein energy malnutrition (due to vomiting and diarrhea, if prolonged or chronic). Dehydration is usually characterized by changes in vital signs, such as body temperature, pulse rate, respiratory rate, and blood pressure. This study aims to determine the relationship between pulse frequency with the degree of dehydration in children with diarrhea in the ER Wamena Hospital. This research is a quantitative research with correlation analytic method through cross sectional approach. Secondary data collection using a data collection sheet with a sample of 380 people. The independent variables are body temperature and pulse rate, while the dependent variable is the degree of dehydration. Based on the results of the Spearman rank test, it was found that there was a relationship between pulse frequency and the degree of dehydration with p value = 0.013 and the strength of the relationship was very weak. It is recommended for further researchers to conduct further research on other factors related to diarrhea
Keywords: degree of dehydration, diarrhea, heart rate</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/411</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v10i2.411</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2022): Mei 2022; 197 - 204</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022; 197 - 204</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/411/247</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/414</identifier>
				<datestamp>2022-12-21T21:28:55Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN SIKAP PEMBATASAN MOBILITAS DAN KEPATUHAN MENJAGA JARAK DENGAN KEJADIAN COVID-19 PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN TANJUNG SENANG KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2021</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">HUBUNGAN SIKAP PEMBATASAN MOBILITAS DAN KEPATUHAN MENJAGA JARAK TERHADAP KEJADIAN COVID-19 PADA  MASYARAKAT DI KELURAHAN TANJUNG SENANG  KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2021</dc:title>
	<dc:creator>Sihono, Bagas Prakoso</dc:creator>
	<dc:creator>M. Uthari, Elitha</dc:creator>
	<dc:creator>Agustina, Rita</dc:creator>
	<dc:creator>Wulandari, Mardheni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Restrictions on mobility</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keeping a distance</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">COVID-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pembatasan Mobilitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Menjaga Jarak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">COVID-19</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Coronavirus diseases 2019 (COVID-19)&amp;nbsp;disebabkan oleh novel coronavirus yang pertama kali diidentifikasi di Wuhan, Tiongkok. Gejala yang dapat timbul berupa infeksi yang serupa dengan penyakit SARS dan MERS. Kunci dalam menekan penularan COVID-19 pada masyarakat adalah masyarakat harus memiliki kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan seperti patuh dalam menjaga jarak dan memiliki sikap mendukung terhadap pembatasan mobilitas. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap pembatasan mobilitas dan kepatuhan menjaga jarak dengan kejadian COVID-19 pada masyarakat di Kelurahan Tanjung Senang Kota Bandar Lampung Tahun 2021. Metode: Jenis Penelitian ini Kuantitatif dengan metode survey analitik case control dan pengambilan sampel non probability sampling dengan tekhnik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah masyarakat berusia 18 tahun keatas berjumlah 120 orang dengan instrumen kuesioner. Analisa data menggunakan chi-square. Hasil: Ada hubungan yang bermakna antara sikap pembatasan mobilitas dengan kejadian COVID-19 (p-value : 0,000) dan kepatuhan menjaga jarak dengan kejadian COVID-19 (p-value :0,000). &amp;nbsp;Diskusi : Masyarakat diharapkan untuk tetap disiplin menerapkan menjaga jarak, membatasi mobilitas, serta meningkatkan sikap positif dengan pencegahan penularan COVID-19.
Kata Kunci : Pembatasan mobilitas, menjaga jarak, COVID-19</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pendahuluan: Coronavirus diseases 2019 (COVID-19)&amp;nbsp;disebabkan oleh novel coronavirus yang pertama kali diidentifikasi di Wuhan, Tiongkok. Gejala yang dapat timbul berupa infeksi yang serupa dengan penyakit SARS dan MERS. Kunci dalam menekan penularan COVID-19 pada masyarakat adalah masyarakat harus memiliki kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan seperti patuh dalam menjaga jarak dan memiliki sikap mendukung terhadap pembatasan mobilitas. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap pembatasan mobilitas dan kepatuhan menjaga jarak terhadap kejadian COVID-19 pada masyarakat di Kelurahan Tanjung Senang Kota Bandar Lampung Tahun 2021. Metode: Jenis Penelitian ini Kuantitatif dengan metode survey analitik case control dan pengambilan sampel non probability sampling dengan tekhnik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah masyarakat berusia 18 tahun keatas berjumlah 120 orang. Analisa data menggunakan chi-square. Hasil: Ada hubungan yang bermakna antara sikap pembatasan mobilitas terhadap kejadian COVID-19 (p-value : 0,000) dan kepatuhan menjaga jarak terhadap kejadian COVID-19 (p-value :0,000). &amp;nbsp;Diskusi : Masyarakat diharapkan untuk tetap disiplin menerapkan menjaga jarak, membatasi mobilitas, serta meningkatkan sikap positif terhadap pencegahan penularan COVID-19.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/414</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i1.414</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 1 (2022): November 2022; 122-136</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 1 (2022): November 2022; 122-136</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/414/269</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/423</identifier>
				<datestamp>2022-12-21T21:28:55Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS PENGGUNAAN APD TERHADAP PREVALENSI KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA PABRIK BATAKO, TULUNGAGUNG</dc:title>
	<dc:creator>Humairo, Mika</dc:creator>
	<dc:creator>Wirahadikusuma, Himawan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Personal Protective Equipment</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Work Accident</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Brick factory workers</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang: Kecelakaan kerja sering terjadi pada pekerja khususnya pekerja tradisional yang belum menerapkan konsep kesehatan dan keselamatan kerja. Berdasarkan studi pendahuluan, ditemukan bahwa pekerja percetakan batako keling kebanyakan dengan sadar tidak mematuhi atau bahkan mengabaikan perihal kesehatan dan keselamatan kerja, karena tidak terbiasa menggunakan APD dengan alasan kurang fleksibel dan tidak nyaman. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemakaian alat pelindung diri (APD) terhadap kejadian kecelakaan kerja pada pekerja pabrik batako keling di Desa Batangsaren Kabupaten Tulungagung. Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya sejumlah 34 responden dan sampel sebanyak 25 responden yang diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji regresi logistik sederhana. Hasil: Hasil temuan didapatkan bahwa Sebagian besar responden menggunakan alat pelindung diri secara tidak lengkap sebanyak 17 responden (68%). Sebagian besar responden pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 17 responden (68%). Hasil penelitian menggunakan Uji Regresi Logistik sederhana menunjukkan bahwa nilai p-value 0,000 &amp;lt; 0,05 maka H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh pemakaian alat pelindung diri (APD) lengkap terhadap kejadian kecelakaan kerja pada pekerja pabrik batako keling di Desa Batangsaren, Kabupaten Tulungagung. Diskusi: Pekerja pabrik batako keling berisiko mengalami kecelakaan kerja dan dalam jangka panjang dapat menimbulkan penyakit akibat kerja. APD menjadi salah satu upaya untuk menurunkan risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Rekomendasi: Pekerja pabrik batako seharusnya menggunakan APD lengkap selama bekerja yang meliputi sepatu boot, sarung tangan, dan kacamata. Selain itu, juga harus diciptakan lingkungan kerja yang ergnomi, sehingga kecelakaan kerja dapat diminimalisir.
Kata Kunci&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : APD, Kecelakaan Kerja, Pekerja Pabrik Batako</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/423</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i1.423</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 1 (2022): November 2022; 7-14</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 1 (2022): November 2022; 7-14</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/423/253</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/426</identifier>
				<datestamp>2022-12-21T21:28:55Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PREPARASI SIMPLISIA BUNGA TELANG BERPOTENSI ANTIBAKTERI  MELALUI OPTIMASI SUHU DAN WAKTU MICROWAVE</dc:title>
	<dc:creator>Wijayanti, Endah Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Herawati, Elysabet</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antimikroba</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bunga telang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">microwave</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">simplisia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Infeksi masih menjadi masalah serius yang sering muncul pada pelayanan kesehatan. Bakteri dan manusia selalu hidup berdampingan. Bakteri mempunyai kemampuan dalam beradaptasi dalam berbagai kondisi. Keberadaan bakteri tersebut dapat bersifat pathogen jika berada dalam kondisi tertentu sehingga akan memicu munculnya infeksi. Bunga telang diketahui mempunyai kandungan antibakteri sehingga bisa dimanfaatkan sebagai antiseptik alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran suhu dan waktu optimum pembuatan simplisia bunga telang dengan menggunakan microwave terhadap warna, aroma dan tekstur. Desain penelitian ini menggunakan tehnik Rancangan Antar Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu suhu (T) dan waktu (W). perlakuan pertama adalah pada suhu (T) dengan 4 perlakuan yaitu 20, 30, 40, 50 derajat celsius. Perlakuan kedua pada waktu (W) dengan 6 perlakuan yaitu 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan suhu (T) optimum simplisia adalah 50 °C dan waktu (W) optimum adalah 10 menit. &amp;nbsp;Penggunaan suhu 50 °C dengan waktu 10 menit membuat simplisia telah memenuhi kriteria kering sempurna dan bisa dibuat serpihan kecil dengan kadar air minimal. Penggunaan suhu dan waktu optimum dalam pembuatan simplisia dengan microwave dapat menjadi alternatif dalam preparasi produk alam sebagai agen antibakteri. Saran dari hasil penelitian ini adalah perlu kegiatan lanjutan tentang ekstraksi dan pengujian esktrak untuk mengetahui efektivitas antimikroba simplisia bunga telang.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Kata Kunci: antimikroba, bunga telang, microwave, simplisia</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/426</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i1.426</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 1 (2022): November 2022; 15-22</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 1 (2022): November 2022; 15-22</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/426/254</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/433</identifier>
				<datestamp>2022-12-21T21:28:55Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DALAM MENYUSUN SKRIPSI</dc:title>
	<dc:creator>Pujiastuti, Maria</dc:creator>
	<dc:creator>Sinurat, Samfriati</dc:creator>
	<dc:creator>Citra Halawa, Mistari Agnes</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Senam Yoga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tingkat Stres</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mahasiswa Tingkat Akhir</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Mahasiswa tingkat akhir menghadapi tugas dan hambatan yang berbeda setiap semesternya. Tugas akhir dalam penyusunan skripsi yang dialami mahasiswa menjadi suatu beban yang cukup menyita energi, waktu yang memicu mahasiswa menjadi individu yang tertekan dimana dapat menimbulkan stres. Stres yang tidak bisa dikelola dengan baik mengakibatkan dampak yang berbahaya bagi kesehatan mental dan fisik mahasiswa. Salah satu cara yang mudah dijangkau dengan melakukan senam yoga. Senam yoga merupakan latihan fisik yang mampu memberikan efek positif terhadap kesehatan dan dapat mengurangi stres. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam yoga terhadap penurunan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir dalam menyusun skripsi. Metodologi: Metode penelitian ini menggunakan one-group pre-post test design. Populasi pada penelitian ini sebanyak 113 responden. Teknik pengambilan sampel adalah nonprobability sampling dengan simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 32 responden. Analisa data dengan uji Wilcoxon sign rank test. &amp;nbsp;Hasil: dari hasil uji stastistik dengan Wilcoxon sign rank test diperoleh p-value = 0,000 (p&amp;lt;0,05) sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh senam yoga terhadap penurunan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir dalam menyusun skripsi. Diskusi: Senam yoga dapat meningkatkan aktifitas parasimpatis serta meningkatkan GABA (Gamma Aminobutyric Acid). Dalam kondisi tubuh dan pikiran yang rileks atau meditatif dapat mengurangi emosi negatif, mengurangi ketegangan, serta meningkatkan ketenangan pada individu sehingga dapat mengurangi kecemasan yang dialami.
&amp;nbsp;
Kata Kunci: Senam Yoga, Tingkat Stres, Mahasiswa Tingkat Akhir</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">INTRODUCTION: Final year students will confront different assignments and obstacles each semester. The final task in preparing the thesis experienced by students becomes a burden that is quite energy-consuming, time that triggers students to become depressed individuals which can cause stress. Stress that cannot be managed properly has a harmful impact on the mental and physical health of students. One way that is easily accessible is by doing yoga. Yoga is a physical exercise that can have a positive effect on health and can reduce stress. The purpose of this study is to determine the effect of yoga exercise on reducing stres levels in final year students in writing a thesis. Method: This research method uses a one-group pre-post test design. The population in this study are 113 respondents. The sampling technique is non-probability sampling with simple random sampling with a total of 32 respondents. Data analysis with Wilcoxon sign rank test. Result: The results of the study obtained p-value = 0.000 (p &amp;lt;0.05) so it can be concluded that there is an effect of yoga exercise on reducing stress levels in final year students in writing thesis. Discussion: Yoga exercise can increase parasympathetic activity and increase GABA (Gamma Aminobutyric Acid). In a relaxed or meditative body and mind condition, it can reduce negative emotions, reduce feelings, and increase calm in individuals so as to reduce anxiety experienced.
&amp;nbsp;
Keywords: Yoga Exercise, Stress Level, Final Year Students</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/433</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i1.433</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 1 (2022): November 2022; 23-30</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 1 (2022): November 2022; 23-30</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/433/255</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/438</identifier>
				<datestamp>2022-12-21T21:28:55Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN TINGKAT PARASITEMIA PLASMODIUM FALSIPARUM DENGAN JUMLAH TROMBOSIT DI PUSKESMAS WAMENA KOTA PROVINSI PAPUA</dc:title>
	<dc:creator>Parura, Lidya</dc:creator>
	<dc:creator>Sahli, Indra Taufik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jumlah trombosit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Plasmodium falsiparum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Puskesmas Wamena Kota</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tingkat parasitemia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan. Malaria merupakan penyakit infeksi yang sudah ada sejak lama di dunia yang disebabkan oleh golongan protozoa dari genus plasmodium. Mekanisme yang menyebabkan trombositopenia diduga karena terjadi&amp;nbsp; gangguan pembekuan darah, pembesaran limpa, perubahan sumsum tulang, penghancuran trombosit yang dimediasi antibodi, oksidatif stres, dan peran trombosit sebagai kofaktor dalam timbulnya malaria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara tingkat parasitemia Plasmodium falsiparum dengan jumlah trombosit di Puskesmas Wamena kota Provinsi Papua. Metode Penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain crossexional, dengan menggunakan data sekunder dari Puskesmas Wamena kota mulai bulan februari tahun 2020 – bulan Februari tahun 2021. Hasil Penelitian. Hasil penelitian menunjukkan penyakit malaria tropika terbanyak pada rentang umur 26-45 tahun sebanyak 43 (46,7%), dan berdasarkan jenis kelamin tidak ada perbedaan dimana jumlah laki-laki sebanyak 46 responden (50,0%) dan perempuan sebanyak 46 responden (50,0%). Sedangkan berdasarkan pekerjaan kelompok PNS/TNI merupakan kelompok tertinggi kasus malaria sebanyak 27 responden (29,3%). hasil uji distribusi data didapatkan distribusi data tidak normal maka uji statistik yang digunakan adalah uji Korelasi Spearman. Hasil uji Korelasi Spearman didapatkan nilai P= 0,005 (P&amp;lt;0,05) yang artinya ada korelasi antara tingkat parasitemia Plasmodium falciparum dengan jumlah trombosit. Nilai koefisien korelasi sebesar -0,293. Diskusi. Ada korelasi antara tingkat parasitemia P. falciparum dengan jumlah trombosit di Puskesmas Wamena Kota Provinsi Papua.
Kata Kunci: Jumlah trombosit, Plasmodium falsiparum, Puskesmas Wamena Kota, Tingkat parasitemia</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pendahuluan. Malaria merupakan penyakit infeksi yang sudah ada sejak lama di dunia yang disebabkan oleh golongan protozoa dari genus plasmodium. Mekanisme yang menyebabkan trombositopenia diduga karena terjadi&amp;nbsp; gangguan pembekuan darah, pembesaran limpa, perubahan sumsum tulang, penghancuran trombosit yang dimediasi antibodi, oksidatif stres, dan peran trombosit sebagai kofaktor dalam timbulnya malaria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara tingkat parasitemia Plasmodium falsiparum dengan jumlah trombosit di Puskesmas Wamena kota Provinsi Papua. Metode Penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain crossexional, dengan menggunakan data sekunder dari Puskesmas Wamena kota mulai bulan februari tahun 2020 – bulan Februari tahun 2021. Hasil Penelitian. Hasil penelitian menunjukkan penyakit malaria tropika terbanyak pada rentang umur 26-45 tahun sebanyak 43 (46,7%), dan berdasarkan jenis kelamin tidak ada perbedaan dimana jumlah laki-laki sebanyak 46 responden (50,0%) dan perempuan sebanyak 46 responden (50,0%). Sedangkan berdasarkan pekerjaan kelompok PNS/TNI merupakan kelompok tertinggi kasus malaria sebanyak 27 responden (29,3%). hasil uji distribusi data didapatkan distribusi data tidak normal maka uji statistik yang digunakan adalah uji Korelasi Spearman. Hasil uji Korelasi Spearman didapatkan nilai P= 0,005 (P&amp;lt;0,05) yang artinya ada korelasi antara tingkat parasitemia Plasmodium falciparum dengan jumlah trombosit. Nilai koefisien korelasi sebesar -0,293. Diskusi. Ada korelasi antara tingkat parasitemia P. falciparum dengan jumlah trombosit di Puskesmas Wamena Kota Provinsi Papua.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/438</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i1.438</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 1 (2022): November 2022; 31-38</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 1 (2022): November 2022; 31-38</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/438/256</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/439</identifier>
				<datestamp>2022-12-21T21:28:55Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH TERAPI RELAKSASI DZIKIR TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI</dc:title>
	<dc:creator>Abidin, zainal</dc:creator>
	<dc:creator>Hartono, Dodik</dc:creator>
	<dc:creator>Sulistiyono, Sulistiyono</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Terapi Dzikir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stres</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Stres dapat menyebabkan hipertensi melalui aktivasi sistem saraf simpatis yang berakibat pada naiknya tekanan darah secara tidak menentu. Adapun salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengelola stress adalah dengan melakukan upaya peningkatan kekebalan stress, salah satu caranya yaitu dengan melakukanrelaksasi Dzikir. Adapun tujuan penelitian ini yakni untuk menganalisis pengaruh terapi relaksasi dzikir terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metodologi: Penelitian dilakukan pada &amp;nbsp;responden sebanyak&amp;nbsp; 20&amp;nbsp; pada kelompok intervensi dan 20 responden pada kelompok control, sehingga total responden 40, teknik penentuan pengambilan sampel ini yakni purposive sampling. Terapi dzikir yang digunakan ada tiga bentuk diantaranya adalah dzikir jhali, dzikir khafi, dan dzikir haqiqi. Dzikir dilakukan dengan keihklasan semata mengharap ridha Allah Swt, badan keadaan bersih dari najis dan watu-waktu yang sesuai. &amp;nbsp;Data dianalisis menggunakan Indepentden Sampel T Test dengan nilai signifikansi 0,05. Hasil:. Hasil dari penelitian ini didapatkan hasil perbedaan&amp;nbsp; pada kelompok intervensi dan kontrol untuk tekanan darah sistolik dengan nilai p adalah 0,005 (p&amp;lt;0,05), sedangkan Hasil uji pada tekanan darah diastolik pada kelompok intervensi dan kontrol nilai p adalah 0,000 (p&amp;lt;0,05). Dari hasil tersebut menunjukkan bahwasannya pada tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi dan kontrol menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan, hal ini menunjukkan bahwa terapi dzikir memiliki pengaruh untuk mengurangi tekanan darah. Kesimpulan : Hasil uji pada tekanan darah diastolik pada kelompok intervensi dan kontrol nilai p adalah 0,00 (p&amp;lt;0,05) hal tersebut menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi dzikir terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi.
Kata Kunci: Terapi Dzikir, Hipertensi, Stres
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/439</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i1.439</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 1 (2022): November 2022; 47-56</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 1 (2022): November 2022; 47-56</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/439/263</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/442</identifier>
				<datestamp>2022-12-21T21:28:55Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN TINGKAT SIBLING RIVALRY TERHADAP PENGETAHUAN ORANG TUA  DAN PERKEMBANGAN PADA ANAK PRASEKOLAH</dc:title>
	<dc:creator>Yektiningsih, Erwin</dc:creator>
	<dc:creator>Yuliansari, Pratiwi</dc:creator>
	<dc:creator>Firdausi, Nugrahaeni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sibling rivalry, konowledge, development, preschool</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Usia anak prasekolah berada pada fase tahap perkembangan praoperasional untuk pembentukan dasar mental dan emosionalnya. Periode ini anak sensitive menerima stimulus di lingkungannya Sehingga anak yang memiliki saudara kandung rentan mengalami sibling rivalry yaitu tidak stabil mengendalikan emosi dapat mempengaruhi ketidakstabilan motivasi belajar berdampak potensi intelektual menurun. Maka peran orang tua diperlukan mencegah dampak negative dari sibling rivalry. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat sibling rivalry&amp;nbsp; dengan pengetahuan orang tua dan perkembangan pada anak prasekolah Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional menggunakan teknik purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah orang tua yang mempunyai anak bersekolah di Taman Kanak-kanak Pembina Kediri dengan jumlah 85 orang yang diperoleh sampel sebanyak 30 orang. Sibling rivalry merupakan variabel independen. Pengetahuan dan tingkat perkembangan merupakan variabel terikat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner sibling rivalry dan kuesioner pengetahuan yang telah valid dan reliabel, serta standar baku kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP). Analisis data menggunakan Spearman-rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tingkat sibling rivalry memiliki hubungan signifikan dengan pengetahuan (r=0,405, ρ value = 0,027) dan tingkat perkembangan (r=0,722, ρ value = 0,000). Diskusi: Orang tua yang memiliki beberapa anak yang salah satunya berusia prasekolah berpotensi mengalami sibling rivalry maka disarankan memperhatikan pengetahuan aspek psikologis untuk menstimulasi perkembangan anak supaya tetap optimal.
Kata kunci: Sibling rivalry, pengetahuan, perkembangan, prasekolah</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction: The age of preschool children is preoperational stage development for the formation foundations of their mental and emotional. In this period, children are sensitive to receiving stimuli in their environment. So that children who have siblings are vulnerable to sibling rivalry, namely unstable emotional control, which can affect instability of learning motivation, resulting in decreased intellectual potential. So the role of parents is needed to prevent the negative impact sibling rivalry. Methods: This study used a cross-sectional approach with a non-probability sampling method. The populationin this study were parent who had preschool in Pembina Kindergarten Kediri&amp;nbsp; with 85 parents and obtained a sample of 30 parents. Selected using purposive sampling techniqe. Sibling rivalry was an independent variable. The knowledge and development level were dependent variable. The data were collced using The sibling rivalry questionnaire and knowledge questionnaire that have been a validity and reliability. The test pra screening development (KPSP). Data analysis used Spearman-rho. Results: The results of the research showed sibling rivalry level have a significant correlation with knowledge (r=0,405, ρ value = 0,027) and development level (r=0,722, ρ value = 0,000). Discussion: Parents have several children, one of whom is of preschool age, has the potential to experience sibling rivalry, it is advisable to pay attention to the knowledge of psychological aspects to stimulate child development so that it remains optimal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/442</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i1.442</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 1 (2022): November 2022; 80-87</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 1 (2022): November 2022; 80-87</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/442/264</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/443</identifier>
				<datestamp>2023-06-20T05:36:53Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)</dc:title>
	<dc:creator>Nabila, Abelia Shandra</dc:creator>
	<dc:creator>Widiarini, Retno</dc:creator>
	<dc:creator>Wasito, Eddy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan, Sikap, Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang di dalamnya terdapat mikroorganisme yaitu virus dengue. DBD merupakan Salah satu penyakit yang terjadi di masyarakat Indonesia yang jumlah kasus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kasus penyakit DBD dapat terjadi disemua kalangan usia, namun sering dijumpai pada anak – anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk DBD di Dusun Karangan. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random Sampling dengan jumlah sampel 133. Metode pengumpula data dengan menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan Uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan masyarakat memiliki pengetahuan baik (54,9 %), sikap yang positif (55,6 %), dan perilaku masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk baik (56,4%). Hasil analisis bivariate pengetahuan p-value = 0,000, PR=6.111 (95%CI 2.870-13.014), sikap p-value = 0,000, (95%CI 2.666-11.951).
Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/443</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i2.443</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 2 (2023): Mei 2023; 115 - 122</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023; 115 - 122</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/443/284</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/444</identifier>
				<datestamp>2022-12-21T21:28:55Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA POSTER DAN VIDEO MELALUI WHATSAPP TERHADAP PENGETAHUAN IBU MENGENAI STUNTING</dc:title>
	<dc:creator>Luh Made Diah Kharisma Yanti, Pande</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Ika Widi</dc:creator>
	<dc:creator>Arimurti Sanjiwani, Ida</dc:creator>
	<dc:creator>Putu Eva Yanti, Ni Luh</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ibu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan Kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Whatsapp</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Mother, Knowledge, Health Education, Stunting, WhatsApp</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Stunting merupakan suatu kondisi kegagalan tumbuh yang dialami anak balita disebabkan karena kekurangan gizi kronis, sehingga anak mengalami tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya. Stunting yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan penurunan intelektual serta peningkatan penyakit degeneratif. Faktor yang dapat membantu dalam mencegah kejadian stunting adalah pengetahuan ibu yang baik terkait stunting. Peningkatan pengetahuan pada ibu melalui edukasi kesehatan dapat membantu dalam pencegahan stunting. WhatsApp merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk menyebarkan informasi kesehatan tentang stunting. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media poster dan video melalui WhatsApp terhadap pengetahuan ibu mengenai stunting di Tegallalang. Jenis penelitian ini adalah quasi-experiment dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Sampel yang dipilih menggunakan simple random sampling sebanyak 43 orang. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon, didapatkan nilai p=0,004 (&amp;lt;0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan pemberian pendidikan kesehatan dengan media poster dan video melalui WhatsApp terhadap pengetahuan ibu mengenai stunting di Desa Pupuan.
Kata Kunci: Ibu, Pengetahuan, Pendidikan Kesehatan, Stunting, Whatsapp.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Stunting is a condition of growth failure experienced by children under five caused by chronic malnutrition, so that children experience height that is not in accordance with their age. Stunting that is not handled properly can lead to intellectual decline and an increase in degenerative diseases. Factors that can help prevent stunting are good maternal knowledge regarding stunting. Increased knowledge of mothers through health education can help prevent stunting. WhatsApp is one of the media that can be used to spread health information about stunting. The purpose of this study was to determine the effect of health education with video and poster media via WhatsApp on mother's knowledge about stunting in Tegallalang. Quasi-experimental with a one-group pretest-posttest design used in this study. 43 respondents collected by simple random sampling. Based on the results of the Wilcoxon test, p value = 0.004 (&amp;lt;0.05), which means that there is a significant effect of health education with video and poster media via WhatsApp on maternal knowledge about stunting in Tegallalang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/444</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i1.444</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 1 (2022): November 2022; 39-46</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 1 (2022): November 2022; 39-46</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/444/257</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/445</identifier>
				<datestamp>2022-12-21T21:28:55Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SYSTEMATIC REVIEW FAKTOR RISIKO, PENYEBAB DAN DAMPAK  STUNTING PADA ANAK</dc:title>
	<dc:creator>Anwar, Saiful</dc:creator>
	<dc:creator>Winarti, Eko</dc:creator>
	<dc:creator>Sunardi, Sunardi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Faktor penyebab, resiko dan dampak stunting, ulasan jurnal.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Stunting berisiko menimbulkan kematian dan gangguan kesehatan lainnya Persentase balita stunting di Indonesia mengalami kenaikan dari tahun 2021 sebesar 12,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana faktor risiko, penyebab dan dampak stunting pada anak dengan mengambil penelitian terbaru dan melihat variabel sebagai penyebab stunting melalui studi literatur dari jurnal yang terpublikasi Metodologi:. Penelitian ini merupakan penelitian systematic review yang bersumber dari jurnal tahun 2014 sampai dengan tahun 2022 yang sudah terpublikasi. Sampel penelitian berupa jurnal publikasi di google shcoler dan science direct sebanyak 10 jurnal tentang stunting Hasil: Penyebab dari stunting antara lain kelahiran prematur, faktor lingkungan, Perilaku Hidup Sehat dan Bersih, kebiasaan merokok dari salah satu anggota keluarga, pola makan yang sehat, penyakit diare, jarak kelahiran, pemahaman dan sikap keluarga dalam memberikan nutrisi yang sehat, Dampak dari stunting yang antara lain adalah terjadinya penurunan kognitif dan kecerdasan anak Diskusi: Semua masyarakat ikut dalam penurunan stunting sebagai amanat dari presiden melalui peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 pasal 6
Kata Kunci: Faktor penyebab, risiko dan dampak stunting, ulasan jurnal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/445</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i1.445</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 1 (2022): November 2022; 88-94</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 1 (2022): November 2022; 88-94</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/445/265</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/446</identifier>
				<datestamp>2022-12-21T21:28:55Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN GERAKAN REPETITIF DENGAN KEJADIAN CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PEKERJA PENGEMASAN IKAN</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">ANALISIS GERAKAN REPETITIF PADA KEJADIAN KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PEKERJA PENGEMASAN IKAN</dc:title>
	<dc:creator>Aswin, Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Reskiaddin, La Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Halim, Rd.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gerakan Repetitif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Carpal Tunnel Syndrome</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Proses kerja pengemasan ikan yang menghabiskan waktu 3-4 jam dengan menggunakan tangan menyebabkan pekerja ini berisiko mengalami keluhan otot pergelangan tangan yaitu carpal tunnel syndrome (CTS). Salah satu risiko pemicu terjadinya keluhan CTS adalah gerakan yang berulang dalam melakukan pekerjaan yang menggunakan tangan. Tujuan penelitian menganalisis hubungan gerakan repetitif/berulang dengan kejadian CTS pada pekerja pengemasan ikan. Metode: Penelitian ini merupakan studi korelasi dengan desain pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 32 pekerja dan sampel non random dengan metode total populasi. Gerakan repetitif diukur menggunakan Stopwatch sedangkan variabel carpal tunnel syndrome (CTS) diukur dengan kuesioner BCTQ (Boston Carpal Tunnel Sydrome). Data dianalisis menggunakan uji exact fisher. Hasil: Pekerja pengemasan ikan yang bekerja dengan gerakan repetitif berisiko ada sebanyak 62,5% dan yang mengalami keluhan carpal tunnel syndrome ada 59,4%. Gerakan repetitif memiliki hubungan pada kejadian carpal tunnel syndrome. Diskusi: Ada hubungan gerakan repetitif dengan kejadian carpal tunnel syndrome. Gerakan repetitive saat bekerja dapat meningkatkan risiko pekerja mengalami keluhan CTS, oleh karena itu melakukan peregangan setelah melakukan proses pengemasan sangat direkomendasikan dalam meminimalkan kejadian CTS.
Kata Kunci : Gerakan Repetitif, Carpal Tunnel Syndrome</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/446</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i1.446</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 1 (2022): November 2022; 57-62</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 1 (2022): November 2022; 57-62</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/446/259</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/450</identifier>
				<datestamp>2022-12-21T21:28:55Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERBEDAAN KETERAMPILAN KADER DALAM PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BALITA BERDASARKAN UMUR,PENDIDIKAN PEKERJAAN, LAMA MEJADI KADER DAN JENIS POSYANDU  DI WILAYAH PUSKESMAS CAKRANEGARA KOTA MATARAM TAHUN 2022</dc:title>
	<dc:creator>sulianty, ati</dc:creator>
	<dc:creator>Rachmawati Suseno, Mutiara</dc:creator>
	<dc:creator>Yuni Fitri Hamidiyanti, Baiq</dc:creator>
	<dc:creator>Faiqah, Syajaratuddur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">keterampilan kader</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pemantauan pertumbuhan balita</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan Posyandu keluarga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menekankan pentingnya pemberdayaan di tingkat keluarga, dengan bantuan teknis dari unsur masyarakat salah satunya adalah kader posyandu. Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Kota Mataram Tahun 2019, jumlah kader posyandu sebanyak 1.765 orang kader yang tersebar dalam 353 posyandu. Dengan tingginya tuntutan katerampilan kader pada posyandu keluarga dibutuhkan evaluasi untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi keterampilan kader. Metode Jenis penelitian ini adalah analitik dengan disain Cross Sectional. Dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2022. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kader di wilayah kerja puskesmas Cakranegara berjumlah 230 orang kader yang tersebar di 46 posyandu, dengan tehnik pengambilan sampel dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling sehingga mendapatkan sampel sejumlah 69 orang kader untuk masing-masing tingkat posyandu. Uji statistic yang digunakan adalah&amp;nbsp; uji Mann whitney&amp;nbsp; test, melalui penggunaan software SPSS Versi 16. Hasil terdapat perbedaan rata-rata keterampilan kader dalam memanatu pertumbuhan balita berdasarkan karateristik, akan tetapi untuk jenis posyandu tidak mempengaruhi keterampilan kader. Kesimpulan dibutuhkan metode penyegaran dan evaluasi keterampilan kader secara berkala untuk memantau keterampilan kader.
Kata Kunci: keterampilan kader,pemantauan pertumbuhan balita
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/450</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i1.450</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 1 (2022): November 2022; 63-69</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 1 (2022): November 2022; 63-69</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/450/260</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/451</identifier>
				<datestamp>2023-06-20T05:36:53Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-36 BULAN</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Ike Cantika</dc:creator>
	<dc:creator>Ratnawati, Riska</dc:creator>
	<dc:creator>Sakufa Marsanti, Aviceana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan, Sikap, Layanan Yankes, Dukungan Keluarga Petugas Kesehatan, Kejadian Stunting</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Stunting adalah ketidakseimbangan nutrisi yang merupakan penurunan kecepatan pertumbuhan dan gangguan pertumbuhan fisik. Dampak jangka panjang dari stunting yang masih terjadi adalah gangguan perkembangan fisik, mental, intelektual, dan kognitif. penting dalam kejadian stunting pada balita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berkaitan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Manguharjo Kota Madiun. Dengan menggunakan desain penelitian case control. Penelitian ini dilakukan terhadap ibu yang memiliki balita berusia 24-36 bulan di Puskesmas Manguharjo. Madiun dengan sampel 30 kasus dan 30 kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap terhadap ketersediaan layanan pelayanan kesehatan, dukungan dari tenaga kesehatan dan dukungan keluarga terkait dengan kejadian stunting pada balita usia 24-36 bulan di Puskesmas Manguharjo. Diharapkan ada peningkatan peran dan dukungan dari pemerintah agar pencegahan stunting menjadi prioritas.
Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Layanan Yankes, Dukungan Keluarga, Dukungan
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Petugas Kesehatan, Kejadian Stunting</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/451</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i2.451</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 2 (2023): Mei 2023; 148 - 156</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023; 148 - 156</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/451/287</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/454</identifier>
				<datestamp>2023-06-20T05:36:53Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERSEPSI PEROKOK TENTANG PESAN PICTORIAL HEALTH WARNINGS PADA BUNGKUS ROKOK DI LINGKUNGAN MASYARAKAT DESA MADIGONDO</dc:title>
	<dc:creator>Damaltara, Afifah Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Ratnawati, Riska</dc:creator>
	<dc:creator>Ari Wibowo, Pipid</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Persepsi, Perokok, Perilaku Merokok, Pesan Pictorial Health Warnings</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Persepsi, Perokok, Perilaku Merokok, Pesan Pictorial Health Warnings</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Rokok adalah salah satu produk tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar, dihisap, dan atau dihirup termasuk rokok kretek, rokok putih, ceruta, atau bentuk lainnya. Perilaku merokok merupakan aktivitas menghisap rokok (gulungan daun tembakau kering) yang dilakukan seseorang. Metodologi: &amp;nbsp;Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan riset yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis pendekatan fenomenologi yang bertujuan memahami suatu esensi dari suatu fenomena persepsi perokok tentang pesan pictorial heatlh warnings pada bungkus rokok. Informan penelitian ini sebanyak 10 orang perokok pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil: Hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan pernyataan yang menunjukkan persepsi kerentanan yaitu keyakinan perokok terhadap kerentanan dirinya mengalami suatu kondisi yang dapat memburuk, persepsi keseriusan yaitu keseriusan penyakit yang dapat mempengaruhi keadaan kesehatannya, persepsi hambatan berkaitan dengan usaha mengurangi ancaman penyakit, persepsi manfaat berkaitan dengan keyakinan seseorang untuk bertindak sebagai halangan dan menganalisis untung-rugi, dan isyarat untuk bertindak berkaitan dengan memulai proses perilaku bisa dalam bentuk media, masa, kampanye, nasihat dari orang lain, penyakit dari anggota keluarga atau teman, dan artikel dari koran. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu persepsi perokok tentang pictorial health warnings pada bungkus rokok hanya dirasakan oleh beberapa informan saja menganggap dan mempercayai pictorial health warnings pada bungkus rokok tidak mempengaruhi kebiasaan merokok informan. Diskusi: Dari hasil penelitian ini, saran yang diberikan kepada perokok supaya dapat memahami makna sebenarnya dari pesan pictorial health warnings untuk peringatan yang nyata adanya resiko atas kebiasaan dari perilaku merokok.
Kata Kunci: Persepsi, Perokok, Perilaku Merokok, Pesan Pictorial Health Warnings</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/454</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i2.454</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 2 (2023): Mei 2023; 123 - 135</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023; 123 - 135</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/454/285</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/455</identifier>
				<datestamp>2023-06-20T05:36:53Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KECEMASAN LANSIA SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 TAHUN 2022</dc:title>
	<dc:creator>Kartiko, Akbar Azi Hendro</dc:creator>
	<dc:creator>Sakufa Marsanti, Avicena</dc:creator>
	<dc:creator>Abidin, Zaenal</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kecemasan, Lansia, Covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kecemasan, Lansia, Covid-19</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Pandemi covid-19 menciptakan kekhawatiran terhadap beragam kondisi. Berbagai masalah psikis muncul terutama terjadi pada lansia yaitu kecemasan yang berdampak pada penurunan kesehatan, aktivitas fisik, status fungsional, sampai beresiko pada kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kecemasan lansia selama pandemi covid-19 di wilayah Puskesmas Demangan Kota Madiun.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan informan penelitian lansia usia 45-59 tahun yang mengalami kecemasan di wilayah kerja Puskesmas Demangan Kota Madiun. Pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi sumber yaitu wawancara, observasi, dan dokumen pada sumber yang sama. Hasil: Hasil penelitian dilakukan pada 18 lansia diperoleh pernyataan yang menunjukkan lansia mengalami kecemasan selama pandemi covid-19 berjumlah 6 lansia, 12 lansia menganggap covid-19 adalah virus atau penyakit biasa. Lansia yang mengalami kecemasan selama covid-19 dikarenakan memiliki riwayat penyakit degeneratif, sehingga memiliki resiko tinggi terpapar covid-19. Simpulannya adalah kecemasan lansia selama pandemi covid-19 adalah lansia yang memiliki riwayat penyakit degeneratif. Diskusi: Saran yang diberikan adalah lansia tetap mematuhi protokol kesehatan dimanapun berada dan segera melakukan vaksinasi lengkap.
Kata Kunci : Kecemasan, Lansia, Covid-19</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pandemi covid-19 menciptakan kekhawatiran terhadap beragam kondisi. Berbagai masalah psikis muncul terutama terjadi pada lansia yaitu kecemasan yang berdampak pada penurunan kesehatan, aktivitas fisik, status fungsional, sampai beresiko pada kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kecemasan lansia selama pandemi covid-19 di wilayah Puskesmas Demangan Kota Madiun.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan informan penelitian lansia usia 45-59 tahun yang mengalami kecemasan di wilayah kerja Puskesmas Demangan Kota Madiun. Pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi sumber yaitu wawancara, observasi, dan dokumen pada sumber yang sama.
Hasil penelitian dilakukan pada 18 lansia diperoleh pernyataan yang menunjukkan lansia mengalami kecemasan selama pandemi covid-19 berjumlah 6 lansia, 12 lansia menganggap covid-19 adalah virus atau penyakit biasa. Lansia yang mengalami kecemasan selama covid-19 dikarenakan memiliki riwayat penyakit degeneratif, sehingga memiliki resiko tinggi terpapar covid-19.
Simpulannya adalah kecemasan lansia selama pandemi covid-19 adalah lansia yang memiliki riwayat penyakit degeneratif. Saran yang diberikan adalah lansia tetap mematuhi protokol kesehatan dimanapun berada dan segera melakukan vaksinasi lengkap.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/455</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i2.455</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 2 (2023): Mei 2023; 136 - 147</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023; 136 - 147</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/455/286</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/457</identifier>
				<datestamp>2023-06-20T05:36:53Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN TUBERCULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJAREJO KOTA MADIUN</dc:title>
	<dc:creator>Rosyid, Muchammad Rosyid</dc:creator>
	<dc:creator>Sakufa M, Avicena</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">physical condition of the house, smoking habits, tuberculosis.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tingginya penyakit tuberculosis dapat disebabkan oleh beberapa faktor risiko, yaitu salah satunya adalah kondisi fisik rumah serta kebiasaan merokok. Kondisi fisik rumah memiliki peranan yang sangat penting dalam penyebaran bakteri tuberculosis ke orang yang sehat. Kebiasaan merokok dapat menyebabkan sistem imun menurun serta berdampak pada penurunan pertahanan paru. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan kondisi fisik rumah dan kebiasaan merokok dengan kejadian tuberculosis di wilayah kerja Puskesmas Banjarejo Kota Madiun. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kuantitatif sebagai pendekatan. Metode penelitian yang digunakan adalah survey analitik sedangkan jenis penelitiannya yaitu case control. Jumlah populasi 32 responden dengan jumlah sampel sebanyak 29 responden kelompok kasus dan 29 responden kelompok kontrol dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan variabel independen yaitu luas ventilasi (p-value = 0,035), jenis lantai (p-value = 0,005), pencahayaan (p-value = 0,018), kepadatan hunian (p-value = 0,006), kelembaban (p-value = 0,002), dan kebiasaan merokok (p-value = 0,004) dengan kejadian tuberculosis di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarejo.
&amp;nbsp;Kata kunci: kondisi fisik rumah, kebiasaan merokok, tuberculosis.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tingginya penyakit tuberculosis dapat disebabkan oleh beberapa faktor risiko, yaitu salah satunya adalah kondisi fisik rumah serta kebiasaan merokok. Kondisi fisik rumah memiliki peranan yang sangat penting dalam penyebaran bakteri tuberculosis ke orang yang sehat. Kebiasaan merokok dapat menyebabkan sistem imun menurun serta berdampak pada penurunan pertahanan paru. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan kondisi fisik rumah dan kebiasaan merokok dengan kejadian tuberculosis di wilayah kerja Puskesmas Banjarejo Kota Madiun. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kuantitatif sebagai pendekatan. Metode penelitian yang digunakan adalah survey analitik sedangkan jenis penelitiannya yaitu case control. Jumlah populasi 32 responden dengan jumlah sampel sebanyak 29 responden kelompok kasus dan 29 responden kelompok kontrol dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan variabel independen yaitu luas ventilasi (p-value = 0,035), jenis lantai (p-value = 0,005), pencahayaan (p-value = 0,018), kepadatan hunian (p-value = 0,006), kelembaban (p-value = 0,002), dan kebiasaan merokok (p-value = 0,004) dengan kejadian tuberculosis di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarejo.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/457</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i2.457</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 2 (2023): Mei 2023; 76 - 94</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023; 76 - 94</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/457/279</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/459</identifier>
				<datestamp>2023-06-20T05:36:53Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH TEKNOLOGI TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT MADIUN TAHUN 2022</dc:title>
	<dc:creator>Pratika, Willa</dc:creator>
	<dc:creator>Nur R, Karina</dc:creator>
	<dc:creator>Abidin, Zaenal</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Teknologi, Kinerja</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kinerja perawat sebagai pelayanan kesehatan merupakan masalah penting dalam meningkatkan suatu mutu pelayanan kesehatan. Latar belakang pada penelitian ini adalah tingginya kunjungan pada rawat inap Rumah Sakit mencapai 14.247 pasien serta BOR 80,52%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh Teknologi terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit. Penelitian memiliki desain korelasional dengan Cross Sectional. Populasi penelitian ruang rawat inap, sampel sejumlah 33 perawat yang melalui Propotional Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dianalisa menggunakan uji Regresi Linier Sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengujian hipotesis dengan menggunakan Uji t menunjukan variabel teknologi yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat adalah sig-p = 0,000 atau , nilai α = 0,01. Kemudian melalui uji F diketahui diketahui bahwa variabel Teknologi berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah variabel teknologi berpengaruh terhadap kinerja perawat. di Rumah Sakit.
&amp;nbsp;Kata kunci: Teknologi, Kinerja</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/459</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i2.459</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 2 (2023): Mei 2023; 95 - 98</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023; 95 - 98</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/459/281</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/463</identifier>
				<datestamp>2023-06-20T05:36:53Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH EKSTRAK BUNGA KAMBOJA (PLUMERIA ACUMINATA) TERHADAP KEMATIAN LARVA AEDES AEGYPTI</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">EFFECT EXTRACT FRANGIPANI FLOWERS (PLUMERIA ACUMINATA) ON MORTALITY AEDES AEGYPTI LARVAE</dc:title>
	<dc:creator>Citra, Yuliana Risma</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Frangipani flowers extracts</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mortality</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Larvae</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ekstrak bunga kamboja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kematian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Larva</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Penyakit&amp;nbsp; &amp;nbsp;DBD&amp;nbsp; &amp;nbsp;merupakan&amp;nbsp; &amp;nbsp;salah&amp;nbsp; &amp;nbsp;satu masalah&amp;nbsp; kesehatan&amp;nbsp; masyarakat &amp;nbsp;yang utama di Indonesia. Berdasarkan data yang di dapatkan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia &amp;nbsp;pada&amp;nbsp; tahun&amp;nbsp; 2020 &amp;nbsp;tercatat &amp;nbsp;108.303 &amp;nbsp;kasus &amp;nbsp;DBD. &amp;nbsp;Salah &amp;nbsp;satu &amp;nbsp;cara &amp;nbsp;mencegah penyakit DBD dengan insektisida kimia. Penggunaan insektisida kimia berlebihan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, maka di cari alternatif salah satunya dengan penggunakan bahan alami dari ekstrak bunga kamboja (Plumeria Acuminata). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh esktrak bunga kamboja (Plumeria acuminata) konsentrasi 0%, 1,5%, 3%, 6% terhadap kematian larva Aedes aegypti. Metodologi: Jenis penelitian ini menggunakan Quasi Experimental dengan desain after only control group design. Populasi penelitian yaitu seluruh larva Aedes aegypti sedangkan sampel dalam penelitian&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; adalah 320&amp;nbsp; larva &amp;nbsp;Aedes&amp;nbsp; aegypti &amp;nbsp;instar &amp;nbsp;III.&amp;nbsp; Hasil:&amp;nbsp; Hasil &amp;nbsp;penelitian,&amp;nbsp; pada pengamatan 24 jam larva Aedes aegypti instar III di konsentrasi 1,5%, 3% dan 6% dapat membunuh 6,25%-100% larva uji, sedangkan pada konsentrasi 0% tidak terdapat kematian larva. Diskusi: Dari penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa ada perbedaan mortalitas larva Aedes aegypti instar III dengan kelompok konsentrasi ekstrak bunga kamboja (Plumeria acuminata). Peningkatan informasi serta pengaplikasian ekstrak bunga kamboja (Plumeria &amp;nbsp;acuminata) &amp;nbsp;sebagai &amp;nbsp;salah&amp;nbsp; satu &amp;nbsp;rekomendasi &amp;nbsp;program &amp;nbsp;dalam &amp;nbsp;pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
&amp;nbsp;Kata Kunci: Ekstrak bunga kamboja, Kematian, Larva</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pendahuluan: Penyakit&amp;nbsp; &amp;nbsp;DBD&amp;nbsp; &amp;nbsp;merupakan&amp;nbsp; &amp;nbsp;salah&amp;nbsp; &amp;nbsp;satu masalah&amp;nbsp; kesehatan&amp;nbsp; masyarakat &amp;nbsp;yang utama di Indonesia. Berdasarkan data yang di dapatkan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia &amp;nbsp;pada&amp;nbsp; tahun&amp;nbsp; 2020 &amp;nbsp;tercatat &amp;nbsp;108.303 &amp;nbsp;kasus &amp;nbsp;DBD. &amp;nbsp;Salah &amp;nbsp;satu &amp;nbsp;cara &amp;nbsp;mencegah penyakit DBD dengan insektisida kimia. Penggunaan insektisida kimia berlebihan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, maka di cari alternatif salah satunya dengan penggunakan bahan alami dari ekstrak bunga kamboja (Plumeria Acuminata). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh esktrak bunga kamboja (Plumeria acuminata) konsentrasi 0%, 1,5%, 3%, 6% terhadap kematian larva Aedes aegypti. Metodologi: Jenis penelitian ini menggunakan Quasi Experimental dengan desain after only control group design. Populasi penelitian yaitu seluruh larva Aedes aegypti sedangkan sampel dalam penelitian&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; adalah 320&amp;nbsp; larva &amp;nbsp;Aedes&amp;nbsp; aegypti &amp;nbsp;instar &amp;nbsp;III.&amp;nbsp; Hasil:&amp;nbsp; Hasil &amp;nbsp;penelitian,&amp;nbsp; pada pengamatan 24 jam larva Aedes aegypti instar III di konsentrasi 1,5%, 3% dan 6% dapat membunuh 6,25%-100% larva uji, sedangkan pada konsentrasi 0% tidak terdapat kematian larva. Diskusi: Dari penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa ada perbedaan mortalitas larva Aedes aegypti instar III dengan kelompok konsentrasi ekstrak bunga kamboja (Plumeria acuminata). Peningkatan informasi serta pengaplikasian ekstrak bunga kamboja (Plumeria &amp;nbsp;acuminata) &amp;nbsp;sebagai &amp;nbsp;salah&amp;nbsp; satu &amp;nbsp;rekomendasi &amp;nbsp;program &amp;nbsp;dalam &amp;nbsp;pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/463</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i2.463</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 2 (2023): Mei 2023; 1 - 5</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023; 1 - 5</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/463/270</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/464</identifier>
				<datestamp>2023-06-20T05:36:53Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN PENYAKIT KUSTA DI PUSKESMAS MANGUHARJO DAN NGEGONG</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">RELATIONSHIP BETWEEN PERSONAL HYGIENE WITH LEPROSY AT MANGHUHARJO AND NGEGONG HEALTH CENTER</dc:title>
	<dc:creator>novita, liana</dc:creator>
	<dc:creator>Widiarini, Retno</dc:creator>
	<dc:creator>Sakufa, Avicena</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">leprosy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">personal hygiene</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mycobacterium leprae</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">penyakit kusta</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">personal hygiene</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Mycobacterium leprae</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Kusta merupakan penyakit menular yang dapat menyerang kulit, yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae. Kusta merupakan penyakit infeksius dengan waktu inkubasi yang panjang sampai bertahun-tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan personal hygiene dengan kejadian penyakit kusta di Puskesmas Manguharjo dan Ngegong. Metodologi: Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi dan sampel adalah seluruh penderita kusta periode Januari – Desember 2021 yaitu 26 responden kasus dan 26 responden kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel independent yaitu kebiasaan mandi (p-value = 0,026),&amp;nbsp; kebiasaan meminjam handuk (p-value = 0,006), kebiasaan mencuci tangan dan kaki (p-value = 0,012) terhadap kejadian penyakit kusta. Diskusi: Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan mandi, kebiasaan meminjam handuk, kebiasaan mencuci tangan dan kaki terhadap kejadian penyakit kusta di Puskesmas Manguharjo dan Ngegong. Saran bagi Puskesmas yaitu perlu adanya sosialisasi mengenai cara pencegahan dan pengobatan penyakit kusta serta pemberian edukasi mengenai stigma masyarakat bahwa penyakit kusta bukan penyakit yang menyeramkan
Kata Kunci: penyakit kusta, personal hygiene, Mycobacterium leprae.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pendahuluan: Kusta merupakan penyakit menular yang dapat menyerang kulit, yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae. Kusta merupakan penyakit infeksius dengan waktu inkubasi yang panjang sampai bertahun-tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan personal hygiene dengan kejadian penyakit kusta di Puskesmas Manguharjo dan Ngegong. Metodologi: Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi dan sampel adalah seluruh penderita kusta periode Januari – Desember 2021 yaitu 26 responden kasus dan 26 responden kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel independent yaitu kebiasaan mandi (p-value = 0,026),&amp;nbsp; kebiasaan meminjam handuk (p-value = 0,006), kebiasaan mencuci tangan dan kaki (p-value = 0,012) terhadap kejadian penyakit kusta. Diskusi: Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan mandi, kebiasaan meminjam handuk, kebiasaan mencuci tangan dan kaki terhadap kejadian penyakit kusta di Puskesmas Manguharjo dan Ngegong. Saran bagi Puskesmas yaitu perlu adanya sosialisasi mengenai cara pencegahan dan pengobatan penyakit kusta serta pemberian edukasi mengenai stigma masyarakat bahwa penyakit kusta bukan penyakit yang menyeramkan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/464</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i2.464</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 2 (2023): Mei 2023; 6 - 13</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023; 6 - 13</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/464/271</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/467</identifier>
				<datestamp>2023-06-20T05:36:53Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE  DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOJOPURNO</dc:title>
	<dc:creator>Febrianti, Natasya</dc:creator>
	<dc:creator>Sakufa, Avicena</dc:creator>
	<dc:creator>Nur, Karina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">incident DHF, dengue, environmental sanitation.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kejadian DBD, dengue, sanitasi lingkungan.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang merupakan salah satu kesehatan masyarakat di Indonesia yang jumlah penderitanya cenderung meningkat dan penyebarannya semakin luas. Salah satu penyebab dari kejadian DBD ini adalah buruknya sanitasi lingkungan disekitar pemukiman warga. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Mojopurno. Metodologi: Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi dan sampel adalah seluruh penderita DBD yaitu 25 responden kasus dan 25 responden kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel independent yaitu kondisi rumah (p-value = 0,023),&amp;nbsp; kondisi tempat penampungan air (p-value = 0,010), dan sistem pembuangan sampah (p-value = 0,005) terhadap kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Mojopurno. Diskusi: Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan yang signifikan antara kondisi rumah, kondisi tempat penampungan air, dan sistem pembuangan sampah terhadap kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Mojopurno. Saran bagi Puskesmas yaitu perlu adanya sosialisasi mengenai cara pencegahan penyakit DBD kepada masyarakat sekitar serta sosialisasi tentang program sanitasi lingkungan.
Kata Kunci: kejadian DBD, dengue, sanitasi lingkungan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/467</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i2.467</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 2 (2023): Mei 2023; 99 - 107</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023; 99 - 107</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/467/282</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/469</identifier>
				<datestamp>2023-02-05T21:15:09Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PEMBERIAN TERAPI DZIKIR TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS LANSIA DI PONDOK LANSIA</dc:title>
	<dc:creator>Nurmayunita, Heny</dc:creator>
	<dc:creator>Zakaria, Amin</dc:creator>
	<dc:creator>Irawan, Hengky</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Terapi Dzikir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kesejahteraan Psikologis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lansia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang :&amp;nbsp; Lanjut usia dalam kehidupannya mengalami kemunduran dan perubahan. Perubahan pada mental atau psikologi akan mempengaruhi kesejahteraan psikologis pada lansia. Masalah kesejahteraan psiklogis masih sering terjadi pada lansia, terutama pada lansia yang berada di pondok lansia. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui Pegaruh Pemberian Terapi Dzikir Terhadap Kesejahteraan Psikologis Lansia Di Pondok Lansia Al-Ishlah Malang. Metode : Metode dalam peneitian &amp;nbsp;menggunakan metode Pre Eksperimen dengan One group Pre-post test. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi dan didapatkan sampel sejumlah 32 orang. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah terapi dzikir dan Kesejahteraan Psikologis lansia. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan pengolahan data melalui tahapan editing, coding, scoring, uji statistic, dan kesimpulan. Uji statistik yang digunakan adalah menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh terapi dzikir terhadap kesejahteraan psikologis dengan menggunakan uji wilcoxon dengan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) bernilai 0,000. Kesimpulan : Ada Pengaruh terapi dzikir terhadap kesejahteraan psikologis lansia. Oleh karena itu diharapkan lansia dapat menerapkan terapi dzikir secara mandiri maupun berkelompok dalam kegiatan rutin dan perawat yang ada dipanti secara terus menerus melakukan follow up terhadap upaya&amp;nbsp; peningkatan kesejahteraan psikologis lansia dan memberikan umpan balik yang positif.
Kata Kunci: Terapi Dzikir, Kesejahteraan Psikologis, Lansia</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/469</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i1.469</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 1 (2022): November 2022; 70-79</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 1 (2022): November 2022; 70-79</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/469/261</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/472</identifier>
				<datestamp>2023-06-20T05:36:53Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR PENDORONG KEJADIAN PERNIKAHAN PADA REMAJA USIA DINI : LITERATURE REVIEW</dc:title>
	<dc:creator>solehah, Imaroh</dc:creator>
	<dc:creator>Fatah, Mohammad Zainal</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kata Kunci: Pernikahan Dini, Faktor Yang Mempengaruhi,Remaja</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Pernikahan usia dini adalah perilaku oleh seseorang, baik laki-laki atau perempuan disaat usianya belum mencapai&amp;nbsp;kematangan yang sebenarnya (yakni diatas 16&amp;nbsp;tahun untuk wanita dan 19&amp;nbsp;tahun untuk&amp;nbsp;&amp;nbsp;pria). Menurut laporan Statistik Indonesia ditemukan 1,7 juta pernikahan sepanjang tahun 2022. Angka Pernikahan dini pada remaja di Indonesia dari tahun dari 2015-2020 mengalami peningkatan sebesar 70 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab yang berhubungan dengan pernikahan remaja usia dini. Metode: Penulisan artikel ini menggunakan metode literature review melalui artikel penelitian sebelumnya yang ditemukan pada database google scholar. Artikel dipilih dengan kriteria yakni artikel terbit antara tahun 2017-2022. Analisis review literatur dilakukan dengan membandingkan metode penelitian, pengolahan, dan hasil yang diperoleh dari setiap artikel. Hasil : terdapat delapan &amp;nbsp;artikel nasional ditemukan yang menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan remaja usia dini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pengetahuan, pendidikan, ekonomi, peran teman sebaya, budaya, dan pergaulan bebas. Diskusi: Perlunya kesadaran dan pengetahuan tentang makna pernikahan untuk mengambil keputusan lebih bijak dalam melakukan pernikahan.
&amp;nbsp;Kata Kunci: Pernikahan Dini, Faktor Yang Mempengaruhi,Remaja</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/472</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i2.472</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 2 (2023): Mei 2023; 56 - 63</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023; 56 - 63</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/472/275</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/475</identifier>
				<datestamp>2023-06-20T05:36:53Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN PERILAKU OPEN BURNING DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGGALAR</dc:title>
	<dc:creator>Nureza, Aunindyaningrum Prestyan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Center.Keywords: Knowledge, Attitude, Hygiene Sanitation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) ialah merupakan gangguan saluran pernapasan atas yang dapat menyebabkan berbagai penyakit yang beredar dari gangguan tanpa adanya gejala atau manifestasi infeksi ringan sampai manifestasi yang parah dan mematikan ini bergantung dari jenis patogen yang disebabkan oleh faktor penjamu dan lingkungan. Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di wilayah kerja Puskesmas Kedunggalar tahun 2021 adalah 90 responden. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku open burning dengan kejadian penyakit ISPA di wilayah kerja Puskesmas Kedunggalar. Metode: Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control. Jumlah populasi 90 responden dengan jumlah sampel simple random sampling sebanyak 64 responden dengan 32 kasus dan 32 kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel indenpendent yaitu perilaku open burning (p value =0,022) dengan kejadian penyakit ISPA di wilayah kerja Puskesmas Kedunggalar Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku open burning dengan kejadian penyakit ISPA di wilayah kerja Puskesmas Kedunggalar.
Kata Kunci: Frekuensi ISPA, Perilaku, Pembakaran Sampah</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/475</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i2.475</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 2 (2023): Mei 2023; 108 - 114</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023; 108 - 114</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/475/283</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/480</identifier>
				<datestamp>2022-12-21T21:28:55Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH DURASI  DUA JAM KANGAROO MOTHER CARE  TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI  RUMAH SAKIT</dc:title>
	<dc:creator>Priliana, Wiwi Kustio</dc:creator>
	<dc:creator>Martinah, Martinah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keywords: Kangaroo Mother Care, Low Birth Weight Babie</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan : Bayi yang lahir dengan Berat Badan Rendah memerlukan perawatan dengan biaya yang mahal dan perawatannyapun komplek serta memerlukan keahlian tinggi &amp;nbsp;bagi tenaga kesehatan. Hal ini &amp;nbsp;dapat menjadi pengalaman yang sangat tidak nyaman dan mengganggu bagi keluarga. Perawatan &amp;nbsp;bayi BBLR dengan kontak kulit langsung antara ibu dan bayi sehingga dapat menyesuaikan suhu tubuh ibu &amp;nbsp;secara otomatis untuk melindungi bayi di sebut dengan metode Kangaroo Mother Care ( KMC).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh durasi dua jam Kangaroo Mother Care terhadap Peningkatan Berat &amp;nbsp;Badan pada bayi BBLR di rumah sakit.Metode: Rancangan penelitian ini adalah pre eksperimen dengan &amp;nbsp;Pr test - Posttest One Group Design dimana penelitian pre eksperimen yang di laksanakan pada satu kelompok saja yang di namakan kelompok intervensi tanpa ada kelompok pembanding atau kelompok control, di lakukan di ruang bayi RSUD Wonosari Yogyakarta dari bulan juni dan Juli 2022 dengan pengambilan sampel total populasi sebanyak 24 bayi. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan di analisis menggunakn paired t –tes. Hasil : Ada pengaruh durasi dua jam Kangaroo Mother Care ( KMC ) terhadap peningkatan Berat Badan pada Bayi BBLR di Rumah Sakit,dengan hasil p value sebesar 0,000. &amp;nbsp;Diskusi : KMC merupakan suatu metode yang terbukti bisa meningkatkan berat badan pada BBLR. sehingga peneliti &amp;nbsp;lain perlu meneliti variabel lain antara lain pengaruh KMC terhadap suhu tubuh, peningkatan Lingkar Kepala, aktivitas tidur bayi dan lain lainnya,sehingga akan di ketahui lebih banyak manfaat &amp;nbsp;KMC pada bayi BBLR.
Kata Kunci: Kangaroo Mother Care, BBLR
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction: Kangaroo Mother Care (KMC) is a way or method of treating BBLR, where there is direct skin contact between mother and baby making automatic adjustments to the mother's body temperature to protect the baby. stability of heart rate and breathing, reduced calorie use, better baby weight gain, longer baby sleep time, better baby-mother's close relationship (bounding) and will reduce the occurrence of infections in babies. The implementation of KMC in the hospital is about 1 to 4 o'clock by the parents of the baby. This study aims to determine the effect of the two-hour duration of Kangaroo Mother Care on Weight Gain in BBLR babies in hospitals. Method: This study, using the Quasi-Experiment Pr test - Posttest One Group Design design where the experimental research carried out in one group only called the intervention group without any comparison group or control group, was carried out in the baby room of Wonosari Hospital Yogyakarta from June and July 2022 with a sample of a total population of 24 babies. Results: There is an effect of the two-hour duration of Kangaroo Mother Care (KMC) on the increase in Body Weight and body temperature in BBLR Babies in Hospitals. with a p value of 0.000. Discussion: KMC is a method that is proven to increase weight in BBPL so that other researchers need to examine other variables, including the effect of KMC on body temperature. Increased Head Circumference, baby sleep activities and others, so that more benefits will be known in Low Birth Weight Babie.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/480</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i1.480</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 1 (2022): November 2022; 101-106</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 1 (2022): November 2022; 101-106</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/480/267</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/481</identifier>
				<datestamp>2023-06-20T05:36:53Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS PELAKSANAAN TUJUH LANGKAH MENUJU KESELAMATAN PASIEN DI PUSKESMAS: LITERATURE REVIEW: Literature Review</dc:title>
	<dc:creator>Puteri, Fransiska Oktavia</dc:creator>
	<dc:creator>Dhamanti, Inge</dc:creator>
	<dc:creator>Irawan, Hengky</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keselamatan Pasien, Puskesmas, Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kata Kunci: Keselamatan Pasien, Puskesmas, Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Isu keselamatan pasien di puskesmas harus menjadi perhatian khusus mengingat keselamatan pasien menjadi salah satu komponen penting dalam penilaian akreditasi puskesmas. Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien merupakan pedoman bagi puskesmas untuk melaksanakan program keselamatan pasien. Tujuan: Menganalisis pelaksanaan program keselamatan pasien di puskesmas dilihat dari penerapan terhadap tujuh langkah menuju keselamatan pasien. Metodologi: Penelusuran artikel dilakukan melalui database Google Scholar dan GARUDA menggunakan kata kunci “Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien” DAN “Pelaksanaan Keselamatan Pasien di Puskesmas”. Total temuan artikel sebanyak 51, tetapi hanya 5 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi, yaitu penelitian kualitatif, primary source, topik penerapan tujuh langkah menuju keselamatan pasien, dan lokasi penelitian adalah Puskesmas. Hasil: Terdapat total studi 5 puskesmas dari 5 artikel yang digunakan dalam penelitian ini dengan lokasi di Provinsi Kalimantan Timur dan Jawa Tengah yang telah melaksanakan penerapan tujuh langkah menuju keselamatan pasien. Apabila ditinjau dari setiap langkahnya, terdapat contoh penerapan pada masing - masing langkah menuju keselamatan pasien. Namun, penerapan tersebut belum dilaksanakan sepenuhnya oleh kelima puskesmas yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Kesimpulan: Penerapan tujuh langkah menuju keselamatan pasien belum dilaksanakan dengan baik dan optimal oleh puskesmas. Langkah yang paling banyak diterapkan oleh puskesmas adalah langkah enam dan langkah tujuh, yaitu melakukan investigasi insiden dengan Root Cause Analysis (RCA) dan melaksanakan evaluasi dan pemberian solusi dalam pencegahan insiden serta melaksanakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis).
Kata Kunci: Keselamatan Pasien, Puskesmas, Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pendahuluan: Isu keselamatan pasien di puskesmas harus menjadi perhatian khusus mengingat keselamatan pasien menjadi salah satu komponen penting dalam penilaian akreditasi puskesmas. Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien merupakan pedoman bagi puskesmas untuk melaksanakan program keselamatan pasien. Tujuan: Menganalisis pelaksanaan program keselamatan pasien di puskesmas dilihat dari penerapan terhadap tujuh langkah menuju keselamatan pasien. Metodologi: Penelusuran artikel dilakukan melalui database Google Scholar dan GARUDA menggunakan kata kunci “Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien” DAN “Pelaksanaan Keselamatan Pasien di Puskesmas”. Total temuan artikel sebanyak 51, tetapi hanya 5 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Terdapat total studi 5 puskesmas dengan lokasi di Provinsi Kalimantan Timur dan Jawa Tengah yang telah melaksanakan penerapan tujuh langkah menuju keselamatan pasien. Tujuh langkah tersebut adalah membangun budaya keselamatan pasien, memimpin dan mendukung staf, mengintegrasikan manajemen risiko, mengembangkan sistem pelaporan, melibatkan dan berkomunikasi dengan puskesmas, belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien dan mencegah cedera melalui implementasi sistem keselamatan pasien. Diskusi: Penerapan tujuh langkah menuju keselamatan pasien belum dilaksanakan dengan baik dan optimal oleh puskesmas. Langkah yang paling banyak diterapkan oleh puskesmas adalah langkah enam dan langkah tujuh. Sedangkan langkah yang belum diterapkan di semua puskesmas adalah langkah lima.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/481</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i2.481</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 2 (2023): Mei 2023; 14 - 31</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023; 14 - 31</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/481/272</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/484</identifier>
				<datestamp>2022-12-21T21:28:55Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENINGKATAN KETRAMPILAN PENGENALAN TRAUMA CAPITIS DENGAN TEKNIK SIMULASI</dc:title>
	<dc:creator>Rahayu, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Rinawati, Fajar</dc:creator>
	<dc:creator>Yunarsih, Yunarsih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cedera Kepala</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ketrampilan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengenalan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Simulasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Trauma kepala merupakan keadaan diakibatkan karena benturan pada kepala. Trauma kepala terjadi karena jatuh atau karena kecelakaan lalu lintas dan dapat juga karena hal lainnya. Trauma kepala dapat menyebabkan cedera pada otak. Oleh karena itu seorang tenaga kesehatan harus mengetahui diagnosis pada kejadian trauma kepala, menganalisanya supaya dapat ditentukan tingkat trauma kepala yang dialami, sehingga dapat digunakan untuk menentukan cara penatalaksanaan dan menentukan prognosa cedera kepala terutama yang berkaitan dengan masalah gangguan neurologi. Pengukuran tingkat keparahan trauma pada kepala menjadi hal yang sangat penting guna menetapkan perawatan yang paling efektif, sehingga dapat dievaluasi lebih mudah. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan ketrampilan pengenalan trauma kepala menggunakan teknik simulasi. Metodologi: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre experimental design dengan menggunakan rancangan one group pretest-postest. Responden penelitan ini sebesar 39 responden. Teknik sampling adalah purposive sampling, menggunakan lembar kuesioner melalui google form. Teknik simulasi dilakukan secara langsung (luring). Analisa data menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan p-value: 0,000 dimana ( p value &amp;lt; 0,05 ) yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara ketrampilan pengenalan cedera kepala sebelum dan sesudah dilakukan simulasi. Metode simulasi efektif digunakan untuk melatih ketrampilan responden dalam ketrampilan pengenalan trauma capitis yang terjadi pada pasien. Diskusi: Peningkatan ketrampilan dalam pengenalan trauma kepala diperlukan untuk menentukan derajat keparahan trauma kepala yang terjadi sehingga diharapkan dengan pengenalan dini, penatalaksanaan pasien akan lebih cepat dan sesuai target. Sehingga prognosa pasien semakin baik.
Kata Kunci: Cedera Kepala, Ketrampilan, Pengenalan, Simulasi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/484</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i1.484</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 1 (2022): November 2022; 95-100</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 1 (2022): November 2022; 95-100</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/484/266</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/489</identifier>
				<datestamp>2023-06-20T05:36:53Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIVITAS KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERINEUM PADA PERSALINAN; LITERATURE REVIEW</dc:title>
	<dc:creator>Wardani, Silvia Ekatama</dc:creator>
	<dc:creator>Setiayani, Gina</dc:creator>
	<dc:creator>Dwilda, Euvalingga</dc:creator>
	<dc:creator>Hestia, Sabrina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Persalinan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nyeri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perinium</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kompres hangat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kala 1</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Labor, Pain, Perineal, Warm compress, First Stage</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Labor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pain</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Perineal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Warm compress</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">First stage</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Dalam proses persalinan, ibu merasakan takut atas rasa nyeri berat yang akan dialami, rasa nyeri ini sering menimbulkan kondisi yang dapat mempengaruhi fisik dan mental. Pada persalinan kala 1, rasa sakit yang dialami ibu terjadi akibat proses dilatasi serviks dan pembukaan portio. Dampak nyeri persalinan ini, dapat menciptakan negative birth experience. Salah satu terapi dalam penanganan nyeri persalinan kala 1 yaitu dengan menggunakan kompres hangat pada perineum. Metodologi: Penelitian ini menggunakan penelusuran penelitian/artikel jurnal terdahulu yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Artikel jurnal didapatkan dari database Google Cendekia, PubMed, Science Direct, Taylor n Francis Online. Hasil: Penelitian ini merupakan penelitian literature review yang dilakukan dengan menggunakan pedoman sistematik PRISMA. Proses pencarian artikel dilakukan antara tahun 2012-2021. Berdasarkan penelusuran database, dalam pencarian literatur Dari 649 jurnal yang diteliti, terdapat lima artikel yang memenuhi kriteria dengan artikel, syarat populasi studi adalah ibu bersalin pervaginam dan artikel dalam Bahasa inggris dan atau Bahasa Indonesia. Diskusi: mayoritas menyatakan bahwa intensitas nyeri persalinan pada kala 1 dapat menurun ketika diberikan intervensi kompres hangat di perineum, karena dapat mengurangi spasme otot dan meningkatkan aliran darah, sehingga memberikan efek hangat dan menenangkan. Terapi pemberian kompres hangat efektif terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1.
&amp;nbsp;
Kata Kunci: Persalinan, Nyeri, Perineum, Kompres hangat, Kala 1</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/489</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i2.489</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 2 (2023): Mei 2023; 32 - 48</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023; 32 - 48</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/489/273</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/491</identifier>
				<datestamp>2024-06-05T14:27:45Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN SOSIALISASI ANAK USIA PRA SEKOLAH</dc:title>
	<dc:creator>Romadonika, Fitri</dc:creator>
	<dc:creator>Safitri, Rias Pratiwi</dc:creator>
	<dc:creator>Haryani, Haryani</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayati, Baiq Nurul</dc:creator>
	<dc:creator>Fitria, Annis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">: Pola asuh, orang tua, kemampuan sosialisasi, anak prasekolah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Orang tua memiliki peranan penting dalam mengembangkan kemampuan sosialisasi anak, karena orang tua merupakan sosok pertama dan utama dalam memberikan perlakuan terhadap anak yang diwujudkan dalam bentuk pola asuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan sosialisasi anak prasekolah usia 4-6 tahun di TK Tasliatul Athfal Desa Beraim Kabupaten Lombok Tengah.Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif correlation dengan jenis penelitian cross sectional. Populasi sebanyak 65 anak dan orang tua yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel berjumlah 65 responden dengan tehnik sampel total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan observasi. Analisa data dengan uji spearman rank. Hasil: Hasil penelitian didapatkan pola asuh orang tua sebagian besar pola asuh demokratis sebanyak 26 orang (40,0%) dan sebagian besar responden dengan kemampuan sosialisasi tinggi sebanyak 38 anak (58,5%).Hasil uji statistik didapatkan nilai p value = 0,000 (p&amp;lt;0,05) sehingga H1 diterima. Diskusi: Kemampuan sosialisasi dipengaruhi oleh gaya asuh orang tua. Gaya asuh orang tua dengan demokratis dapat memfasilitasi kemampuan anak untuk bersosialisasi dibandingkan pola asuh orang tua dengan otoriter dan permisif.
Kata Kunci: Pola asuh, orang tua, kemampuan sosialisasi, anak prasekolah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/491</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v12i2.491</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 12 No. 2 (2024): Mei 2024; 223 - 227</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 12 No 2 (2024): Mei 2024; 223 - 227</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v12i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/491/313</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/507</identifier>
				<datestamp>2023-12-07T23:32:25Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGGUNAAN BAHAN DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM DI PMB NENENG HAYATI</dc:title>
	<dc:creator>Ningsih, Mernawati Cahya</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmadyanti, Rahmadyanti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Postpartum mother, Perineal Wound, Basil Leaf Extract</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Pendarahan obstetrik mendominasi sebagai penyebab kematian langsung ibu di Indonesia, menyumbang sebesar 27,03%, dan menempati peringkat kedua setelah gangguan hipertensi dalam kehamilan yang mencapai 33,1%. Penyebab pendarahan obstetrik yang terjadi pasca persalinan yaitu karena gangguan pada rahim, pelepasan plasenta, ruptur jalan lahir, dan gangguan pembekuan darah. Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) mengandung bahan-bahan yang memiliki potensi sebagai agen antimikroba, antiinflamasi, antioksidan, dan analgesik. Terdapat saponin dan flavonoid dalam Daun Kemangi yang memiliki sifat antiinflamasi, membantu dalam proses penyembuhan luka, dan mempercepat penyusutan panjang luka. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian spray Daun Kemangi terhadap luka perineum pada ibu post partum di PMB Neneng Hayati. Metodologi: Jenis desain penelitian ini menggunakan motode penelitian eksperiment, bersifat analitik dengan rancangan quasi eksperimen. Penelitian dilakukan di PMB Neneng seluruh ibu nifas dengan luka perineum Rancangan yang digunakan adalah the one group pre test and post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu postpartum dengan luka perineum. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Total sampling. Hasil: Hasil Univariat, dapat disimpulkan bahwa dari 35 ibu post partum di PMB Neneng Hayati sesudah diberikan&amp;nbsp; spray Daun Kemangi terhadap luka perineum ibu Post Partum penyembuhan luka baik 25 orang ( 69,4%), dan penyembuhan luka kurang baik 10 orang (27,8). Hasil bivariat, terdapat perbedaan rata – rata responden antara sebelum dan sesudah pemberian Spray Daun Kemangi dan nilai p = 0,000, menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian Spray Daun Kemangi&amp;nbsp; dimana terjadi penurunan setelah intervensi yang berarti adanya perbaikan penyembuhan luka. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian spray ekstrak Daun Kemangi.Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel lain yang dapat berpengaruh terhadap penyembuhan luka perineum ibu postpartum.
Kata Kunci: Ibu Postpartum, Luka Perineum, Ekstrak Daun Kemangi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/507</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v12i1.507</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 12 No. 1 (2023): November  2023; 131 - 137</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 12 No 1 (2023): November  2023; 131 - 137</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v12i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/507/301</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/512</identifier>
				<datestamp>2023-12-07T23:32:25Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DETERMINAN PERILAKU MEROKOK PADA PELAJAR  TAHUN 2022</dc:title>
	<dc:creator>Mutia, Mutia</dc:creator>
	<dc:creator>Nursal, Dien Gusta Anggraini</dc:creator>
	<dc:creator>Yuni, Hamidatul</dc:creator>
	<dc:creator>Syafrawati, Syafrawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perilaku Merokok</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pelajar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengaruh Orang Tua</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Smoking BehaviorStudents, Parents Influence</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Merokok adalah permasalah kesehatan di Indonesia dengan tingkat penggunaannya yang masih tinggi. Data dari Riskesdas (2018) di Kota Padang menunjukan prevalensi perokok remaja pada umur kurang dari 20 tahun (66,2%). Efek dari merokok dapat membahayakan kematian hal ini dikarena rokok memiliki 4000 zat adiktif seperti karbon monoksida dan nikotin yang adkitif dan karsiogenetik. Kandungan rokok ini dapat menyebabkan kerusakan dan berbagai macam penyakit di mulut (infeksi pada gusi), penyakit di bronkus, penyakit di paru-paru (kanker paru-paru) dan penyakit pada kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan determinan perilaku merokok pada siswa SMP Negeri 40 Padang tahun 2022. Metodologi: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan bulan Januari sampai Juli 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 102 orang. Variabel penelitian ini ialah perilaku merokok, tingkat pengetahuan, sikap, alasan psikologi, pengaruh orang tua, pengaruh teman sebaya, dan pengaruh iklan rokok. Instrumen penelitian menggunakan kuisoner yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya. Pengolahan data dengan analisis univariat, bivariat dan analisis multivariat. Diskusi : Hasil analisis dengan prevalensi perilaku merokok pada pelajar (56,9%), tingkat pengetahuan tinggi (55,9%), Sikap positif (61.8%), Alasan Psikologi negatif (46,1%), Pengaruh Orang tua yang mendukung (84,3%), Pengaruh Teman Sebaya yang mendukung (52.9%), Pengaruh Iklan Rokok yang mendukung (56,9%). &amp;nbsp;Variabel Pengaruh Orang tua (p-value = 0,011 POR= 5.062) pengetahuan (p-value = 0,048 POR = 2.460) dan sikap (p-value = 0,029 POR = 2.800) memiliki hubungan dengan perilaku merokok Kesimpulan:. Variabel Pengaruh Orang tua merupakan variabel yang paling dominan.&amp;nbsp; Melakukan sosialisasi mengenai bahaya rokok secara berkala sebulan sekali.
Kata Kunci&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Perilaku Merokok, Pelajar, Pengaruh Orang Tua</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Background: Smoking is a health problem in Indonesia with a high level of use. Data from Riskesdas (2018) in Padang City shows the prevalence of adolescent smokers at the age of less than 20 years (66.2%). The effects of smoking can be dangerous to death because cigarettes have 4000 addictive substances such as carbon monoxide and nicotine that are additive and carciogenetic. The content of this cigarette can cause damage and various kinds of diseases in the mouth (infection of the gums), diseases in the bronchi, diseases in the lungs (lung cancer) and diseases of reproductive health. The purpose of this study is to describe the determinants of smoking behavior in SMP Negeri 40 Padang students in 2022. Methodology: Quantitative descriptive research with a cross sectional approach. The study was conducted from January to July 2022 with a total sample of 102 people. The variables of this study are smoking behavior, level of knowledge, attitude, reasons for psychology, parental influence, peer influence, and cigarette advertising influence. The research instrument uses a questionnaire that has been tested for validity and reliability. Data processing by univariate, bivariate and multivariate analysis. Discussion: Results of analysis with prevalence of smoking behavior in students (56.9%), high level of knowledge (55.9%), positive attitude (61.8%), negative psychological reasons (46.1%), influence of supportive parents (84.3%), Influence of supportive Peers (52.9%), Influence of supportive Cigarette Ads (56.9%).&amp;nbsp; Parental influence variables (p-value = 0.011 POR= 5.062), knowledge (p-value = 0.048 POR = 2.460) and attitude (p-value = 0.029 POR = 2.800) had an association with smoking behavior. Conclusion: Parental Influence Variable is the most dominant variable.&amp;nbsp; Conduct socialization about the dangers of cigarettes periodically once a month.
Keywords: Smoking Behavior, Students, Parental Influence</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/512</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v12i1.512</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 12 No. 1 (2023): November  2023; 43 - 55</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 12 No 1 (2023): November  2023; 43 - 55</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v12i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/512/288</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/515</identifier>
				<datestamp>2024-12-03T00:56:20Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN KETERSEDIAAN RUANG LAKTASI DENGAN PEMANFAATANNYA  DI 25 PUSKESMAS KABUPATEN SLEMAN</dc:title>
	<dc:creator>Febriani, Heni</dc:creator>
	<dc:creator>Asda, Patria</dc:creator>
	<dc:creator>Windariani, Windariani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ketersediaan ruang laktasi; pemanfaatan ruang laktasi; puskesmas.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan : Peraturan Menteri kesehatan no.15/2013 menyebutkan bahwa tempat umum termasuk didalamnya fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, ruang publik dan kantor/institusi milik pemerintah/swasta wajib menyediakan ruang laktasi. Ruang laktasi atau pojok ASI merupakan ruangan yang dilengkapi dengan fasilitas untuk pemberian ASI, pemerahan ASI, penyimpanan ASI perah, dan konseling untuk ibu terkait menyusui. Di Kabupaten Sleman, terdapat 25 puskesmas yang sudah memiliki ruang khusus sebagai pojok laktasi, &amp;nbsp;namun fasilitas yang ada &amp;nbsp;belum seluruhnya sesuai standar. Selain itu, ada pula Puskesmas yang belum memiliki catatan kunjungan untuk penggunaan ruang laktasi, maka pemanfaatan ruang laktasi belum terdokumentasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan korelasi ruang laktasi dengan pemanfaatannya di 25 puskesmas Kabupaten Sleman. Metodologi: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey potong lintang. Sampel adalah 25 ruang laktasi pada 25 puskesmas kabupaten Sleman. Data dikumpulkan dengan menggunakan ceklist. Selanjutnya data dianalisis dengan uji univariat dan bivariat spearman untuk mengetahui korelasi antara ketersediaan dan pemanfaatan ruang laktasi. Diskusi: Dari 25 puskesmas di kabupaten Sleman, 14 puskesmas memiliki ruang laktasi sesuai standar (56%) dan sebanyak 16 puskesmas (64%) pemanfaatan ruang laktasinya masih kurang. Hasil uji korelasi spearman’s rho sig=0,442, yang artinya tidak ditemukannya korelasi antara ketersediaan ruang laktasi dengan pemanfaatannya. Kesimpulan: Masih ada puskesmas yang memiliki ruang laktasi namun fasilitasnya belum sesuai standar, dan sebagian besar ruang laktasi di puskesmas di kabupaten Sleman pemanfaatannya masih kurang.&amp;nbsp; Namun, pada 25 puskesmas kabupaten Sleman, tidak ditemukan korelasi antara ketersediaan ruang laktasi dengan pemanfaatannya.
Kata kunci: Ruang laktasi, Puskesmas, Pemanfaatan ruang laktasi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/515</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v13i1.515</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 13 No. 1 (2024): November 2024; 111 - 117</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 13 No 1 (2024): November 2024; 111 - 117</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v13i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/515/333</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/517</identifier>
				<datestamp>2023-12-07T23:32:25Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIVITAS PEMBERIAN BUAH KURMA TERHADAP PERUBAHAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI MTSN 1 MERANGIN</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Murni Kurnia</dc:creator>
	<dc:creator>Hariyanti, Reni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kurma, Kadar Hemoglobin, Remaja Putri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Masalah gizi yang biasa dialami pada masa remaja salah satunya adalah anemia. Anemia adalah penurunan kuantitas sel-sel darah merah dalam sirkulasi atau jumlah hemoglobin berada dibawah batas normal, jumlah hemoglobin berada dibawah batas normal. World Health Organization (WHO) menyatakan terdapat 2 milyar penduduk dunia menderita anemia dan 50% diantaranya disebabkan kurangnya kandungan besi. Sehingga upaya dalam penelitian ini untuk meningkatkan kadar Hb adalah buah kurma karena buah ini kaya akan kandungan Fe, yang dapat digunakan sebagai suplementasi remaja dengan anemia. Jenis penelitian ini adalah&amp;nbsp; quasi experimental. Populasi penelitian ini adalah siswi kelas VII dan VIII MTsN 1 Merangin dengan teknik proportionate stratified random sampling, Dimana ditentukan nilai n sebanyak 34 sampel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat selisih rata-rata kadar Hb kelompok perlakuan pre-post test dengan nilai (delta) 1,536 sedangkan kelompok kontrol dengan nilai (delta) 0,006, yang artinya bahwa kadar Hb pada kelompok perlakuan mengalami perubahan, sedangkan pada kelompok kontrol tidak mengalami perubahan.
Kata Kunci: Kurma, Kadar Hemoglobin, Remaja Putri</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/517</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v12i1.517</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 12 No. 1 (2023): November  2023; 107 - 114</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 12 No 1 (2023): November  2023; 107 - 114</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v12i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/517/299</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/532</identifier>
				<datestamp>2024-02-27T23:06:26Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH SENAM HAMIL TERHADAP LAMA PERSALINAN PRIMIPARA DAN      MULTIPARA DI PUSKESMAS KOTABARU</dc:title>
	<dc:creator>Permana, Riza Julianti</dc:creator>
	<dc:creator>Handayani, Ayu Mustika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ibu hamil, Pendidikan, Pengetahuan, Peningkatan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Partus lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam. Partus lama berdampak pada ibu dan janin serta tingginya angka persalinan section secaria. Partus lama dapat menyebabkan kegawatdaruratn pada ibu dan bayi, ibu dapat terjadi perdarahan dan syok, pada bayi dapat terjadi fetal distress, asfiksia dan caput. Upaya untuk mengurangi angka kejadian partus lama memerlukan persiapan fisik maupun mental dari ibu supaya memperoleh persalinan yang aman dan lancar. Berbagai cara dilakukan demi terlaksananya persalinan yang aman dan lancar diantaranya yang dilakukan sejak kehamilan diantaranya melakukan senam hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam hamil terhadap lama persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir. Metodologi: Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian quasy experimental dengan rancangan posttest only design. Populasi dan sampel adalah seluruh ibu yang bersalin dari bulan November – Desember 2022 di Wilayah Kerja Puskesmas Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragirihilir yaitu sebanyak 15 orang responden intervensi dan 15 responden kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Uji T-Test. Diskusi: Hasil penelitian senam hamil terhadap lama persalinan dengan nilai Hasil ujistatistik t test diperoleh nilai P=0,036 atau nilai P &amp;lt; 0,05 artinya ada pengaruh senam hamil terhadap lama persalinan primipara dan multipara di Puskesmas Kotabaru Riau. Kesimpulan: dalam penelitian ini yaitu ada pengaruh senam hamil terhadap lama persalinan primipara dan multipara di Wilayah Puskesmas Kotabaru Riau. Saran agar Pihak Puskesmas Kotabaru lebih giat lagi dalam memberikan edukasi atau penyuluhan tentang manfaat kelas ibu hamil, dan dalam memberikan penyuluhan tentang manfaat dari senam hamil bagi proses melahirkan, serta melakukan teknik jemput bola pada ibu hamil untuk melakukan senam hamil agar proses persalinan dapat berjalan dengan lancar.
Kata Kunci : Ibu hamil, Pendidikan, Pengetahuan, Peningkatan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/532</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v12i1.532</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 12 No. 1 (2023): November  2023; 1 - 8</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 12 No 1 (2023): November  2023; 1 - 8</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v12i1</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/534</identifier>
				<datestamp>2023-12-07T23:32:25Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PENYULUHAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TERHADAP KEJADIAN KEPUTIHAN DI SMKS KESEHATAN KELUARGA BUNDA JAMBI</dc:title>
	<dc:creator>Hanum, Rinda</dc:creator>
	<dc:creator>Kartika Ningsih, Nisa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keputihan, Penyuluhan, Pengetahuan, Sikap</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami wanita salah satunya adalah kejadian keputihan. Sebanyak 75% wanita pernah mengalami keputihan. Faktor penyebab kejadian keputihan yaitu faktor internal yang terdiri dari faktor hormon, jamur, bakteri, virus, dan alat kontrasepsi sedangkan faktor eksternal salah satunya yaitu sikap dalam menjaga vaginal hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Tentang Pencegahan&amp;nbsp; Keputihan di&amp;nbsp; SMKS Kesehatan Keluarga Bunda Jambi&amp;nbsp; Tahun 2022. Desain penelitian digunakan adalah metode&amp;nbsp; Pra-Experimental dengan pola one group pre-post test. Populasi penenlitian ini adalah seluruh remaja putri siswi di SMKS Kesehatan Keluarga Bunda Jambi sebanyak 87 siswi menggunakan rumus Slovin sehingga didapatkan 71 sampel dengan teknik Proportional Random Sampling. &amp;nbsp;Hasil penetilian dari uji Wilcoxon didapatkan nilai p-value 0,000 &amp;lt; 0,005 artinya adanya pengaruh Penyuluhan terhadap pengetahuan dan&amp;nbsp; sikap remaja putri tentang pencegahan &amp;nbsp;keputihan. Kesimpulan terdapat pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri kelas X dan XI tentang pencegahan&amp;nbsp; keputihan di&amp;nbsp; SMKS Kesehatan Keluarga Bunda Jambi&amp;nbsp; tahun 2022.
Kata kunci: Keputihan, Penyuluhan, Pengetahuan, Sikap</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/534</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v12i1.534</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 12 No. 1 (2023): November  2023; 115 - 123</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 12 No 1 (2023): November  2023; 115 - 123</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v12i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/534/300</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/540</identifier>
				<datestamp>2024-06-05T14:27:45Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH POLA KONSUMSI TERHADAP DEWASA OBESITAS DAN NON OBESITAS</dc:title>
	<dc:creator>Suryadinata, Rivan Virlando</dc:creator>
	<dc:creator>Lorensia, Amelia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konsumsi Kalori</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dewasa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Obesitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Ketidakseimbangan asupan dan pengeluaran energi menjadi salah satu faktor dari peningkatan berat badan. Perubahan gaya hidup yang meliputi pola konsumsi dan penurunan aktivitas fisik dapat meningkatkan jumlah penderita obesitas. Pada kelompok usia dewasa yang menderita obesitas akan memiliki dampak terhadap penurunan produktivitas dan peningkatan beban ekonomi. Berbagai macam penyakit metabolik akibat obesitas juga akan memperberat beban ekonomi negara. Perubahan pola konsumsi dapat menjadi solusi pencegahan obesitas pada kelompok dewasa. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi terhadap obesitas pada usia dewasa. Metodologi: Penelitian ini merupakan observational dengan menggunakan metode case control. Pengumpulan sampel dengan teknik purposive sampling. Populasi penelitian adalah masyarakat usia dewasa di surabaya. Subyek penelitian berjumlah 77 orang dengan obesitas dan 77 Orang non obesitas. Penelitian dilakukan dengan wawancara menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Hasil: Data yang diperoleh dilakukan analisis dengan menggunakan uji odd ratio. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pola konsumsi pada kelompok obesitas dibandingkan non obesitas terhadap asupan kalori (OR=3.35; p=0.02). Kesimpulan:&amp;nbsp; peningkatan asupan kalori pada dewasa obesitas mencapai lebih dari 3 kali lipat dibandingkan dewasa non obesitas.
Kata Kunci: Konsumsi Kalori, Dewasa, Obesitas</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">ABSTRACT
Background: The imbalance of energy intake and expenditure is one factor of increasing body weight. Lifestyle changes that include consumption patterns and decreased physical activity can increase the number of obese people. The adult age group suffering from obesity will have an impact on decreasing productivity and increasing economic burden. Various types of metabolic diseases due to obesity will also aggravate the country's economic burden. Changes in consumption patterns can be a solution to prevent obesity in the adult group. Method: The study aimed to analyze consumption patterns for obesity in adulthood. This research is observational using the case control method. Sample collection using purposive sampling technique. The study population was adult people in Surabaya. The subjects of the study were 77 obese people and 77 non-obese people. Result: The study was conducted by interview using the Food Frequency Questionnaire (FFQ). The data obtained will be analyzed using the Odd Ratio test. Conclusion: The results showed the effect of consumption patterns in the obese group compared to non obese calorie intake (OR = 3.353; p = 0.017). So it can be concluded that the increase in calorie intake in obese adults reached more than 3-fold compared to non-obese adults.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2024-05-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/540</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v12i2.540</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 12 No. 2 (2024): Mei 2024; 144 - 149</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 12 No 2 (2024): Mei 2024; 144 - 149</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v12i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/540/304</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/546</identifier>
				<datestamp>2023-06-20T05:36:53Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PEMBERIAN GERAKAN PEREGANGAN TERHADAP KEJADIAN  LOW BACK PAIN (LBP) PADA PENGRAJIN BATIK</dc:title>
	<dc:creator>Aswin, Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Reskiaddin, La Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Siregar, Sri Astuti</dc:creator>
	<dc:creator>Lanita, Usi</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayati, Fajrina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Peregangan, low back pain (LBP), Pengrajin Batik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang: Kasus low back pain (LBP) terjadi karna faktor gangguan fisik dan kesalahan dalam mobilisasi pada saat bekerja. Salah satu sektor informal yang sering mengalami LBP adalah sektor usaha pengrajin batik. Usaha ini mengharuskan pekerjanya untuk duduk dalam waktu yang lama dimana hal ini dapat menyebabkan gangguan otot punggung pengrajin batik. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh pemberian gerakan peregangan terhadap kejadian low back pain (LBP) pada Pengrajin Batik. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen menggunakan desain sebelum dan sesudah (only before and after design). &amp;nbsp;Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengrajin batik di Kecamatan Danau Teluk. Sampel pada penelitian ini adalah total dari populasi yang berjumlah 30 orang pengrajin batik. Sumber data diperoleh melalui alat ukur Oswestry Low Back Pain Disability (ODI), pemberian gerakan peregangan, wawancara dan observasi di lapangan. Peregangan dilakukan sebelum dan sesudah pengrajin melakukan proses membatik. Pengukuran LBP dilakukan dua kali yaitu sebelum pemberian gerakan peregangan dan setelah diberikan gerakan peregangan selama 7 hari pemantauan sampel. Masing-masing LBP diukur setelah pengrajin selesai membatik. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon pada interval kepercayaan 95%. Hasil: Rata-rata skor LBP sebelum dilakukan peregangan adalah 18,63 (SD = 4,271), sedangkan rata-rata skor LBP setelah dilakukan peregangan adalah 5,83 (SD = 3,705). Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai probabilitas &amp;lt; 0,001 artinya ada pengaruh pemberian gerakan peregangan terhadap kejadian low back pain (LBP) pada Pengrajin Batik (p&amp;lt; 0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian gerakan peregangan terhadap kejadian low back pain (LBP) pada Pengrajin Batik. Saran: Disarankan kepada pengrajin batik agar dapat melakukan gerakan peregangan baik sebelum maupun sesudah proses membatik agar dapat mencegah terjadinya LBP.
Kata kunci: Peregangan, low back pain (LBP), Pengrajin Batik</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/546</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i2.546</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 2 (2023): Mei 2023; 64 - 70</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023; 64 - 70</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/546/276</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/547</identifier>
				<datestamp>2023-06-20T05:36:53Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIVITITAS TEKNIK BEHAVIORAL SKILLS TRAINING (BST) DALAM PENINGKATAN KETRAMPILAN PENGENALAN TRAUMA CAPITIS</dc:title>
	<dc:creator>Rahayu, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Rinawati, Fajar</dc:creator>
	<dc:creator>Yunarsih, Yunarsih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cedera Kepala</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ketrampilan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengenalan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Behavioral</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Skills</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Training</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Trauma capitis merupakan salah satu penyebab kematian pasien yang berusia di bawah 45 tahun akibat adanya benturan pada kepala, dan angkanya mencapai hampir 50%. Petugas kesehatan harus mampu mengetahui tanda yang terjadi dan harus mampu melakukan pengenalan terjadinya trauma capitis. Pengkajian awal derajat keparahan pada trauma capitis merupakan sesuatu hal yang sangat penting dimana bertujuan untuk menentukan jenis tindakan yang paling tepat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas teknik Behavioral Skills Training dalam Peningkatan Ketrampilan Pengenalan Trauma Capitis. Metodologi: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre experimental design dengan rancangan one group pretest and posttest design. Penelitian ini melibatkan 39 responden. Sampling menggunakan purposive sampling, instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dari google form. Pelaksanaan Behavioral Skills Training (BST) dilakukan langsung ke responden. Data dianalisa dengan wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan p-value: 0,000 yang berarti ada perbedaan antara ketrampilan pengenalan cedera kepala sebelum dan sesudah dilakukan teknik Behavioral Skills Training. Metode Behavioral Skills Training sangat efektif dalam melatih ketrampilan responden untuk pengenalan derajat keparahan pada trauma capitis yang terjadi. Diskusi: Ketrampilan dalam pengenalan derajat keparahan trauma capitis &amp;nbsp;diperlukan untuk menentukan jenis tindakan yang tepat untuk dilakukan dengan harapan bisa dengan meningkatkan keberhasilan dari tindakan sehingga prognosa pada pasien trauma capitis akan semakin baik.
&amp;nbsp;Kata Kunci: Behavioral, Pengenalan, Skills, Training, Trauma Capitis
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/547</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i2.547</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 2 (2023): Mei 2023; 49 - 55</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023; 49 - 55</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/547/278</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/548</identifier>
				<datestamp>2023-12-07T23:32:25Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GAMBARAN POLA ASUH IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI INDONESIA: LITERATURE REVIEW</dc:title>
	<dc:creator>Ariantini, Anggrahita</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmah, Adny Zazinati</dc:creator>
	<dc:creator>Hafizah, Aura</dc:creator>
	<dc:creator>Risnawanti, Resti Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Rudesti, Rudesti</dc:creator>
	<dc:creator>Fithri, Nayla Kamilia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Balita</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pola Asuh Ibu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stunting</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Stunting merupakan bentuk gangguan tumbuh kembang yang disebabkan oleh kurang/tidak terpenuhinya asupan nutrisi dalam jangka waktu yang lama di 1000 hari pertama kehidupan anak. Stunting dapat menjadi masalah gizi serius dan membawa ancaman bagi kualitas sumber daya manusia, sehingga pada periode ini pola asuh ibu memiliki peranan penting dalam menjaga tumbuh kembang anak dengan memastikan terpenuhinya asupan gizi&amp;nbsp; secara optimal. Metodologi: Studi literatur pada artikel ilmiah yang telah terpublikasi di Indonesia. Pencarian literatur dilakukan di dua portal database jurnal terakreditasi yaitu Google Scholar dan Portal Garuda dengan kata kunci pencarian &quot;stunting&quot;, &quot;pola asuh ibu&quot;, &quot;balita” yang dikombinasikan dengan (“”) dan (AND). Diskusi: Terdapat 10 jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Didapatkan 6 variabel yang berkaitan dengan pola asuh ibu yakni pola asuh pemberian makan, pola asuh kesehatan, pemberian ASI eksklusif, kebiasaan pengasuhan, kebiasaan praktik kebersihan, dan rangsangan psikososial. &amp;nbsp;Kesimpulan: Setiap penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola asuh ibu dengan kejadian stunting. Oleh karena itu, diharapkan para ibu yang memiliki anak balita lebih memperhatikan pola asuhnya dalam hal pola asuh pemberian makan, kesehatan, dan pemberian ASI eksklusif.
Kata Kunci: Balita, Pola Asuh Ibu, Stunting</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/548</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v12i1.548</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 12 No. 1 (2023): November  2023; 56 - 72</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 12 No 1 (2023): November  2023; 56 - 72</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v12i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/548/290</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/549</identifier>
				<datestamp>2023-12-07T23:32:25Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMBERIAN AUTO STRETCHING DALAM MENGURANGI  KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PENJAHIT</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PEMBERIAN AUTO STRETCHING DALAM MENGURANGI  KELUHAN MUSKULOSKELETAL</dc:title>
	<dc:creator>Mariani, Fitri</dc:creator>
	<dc:creator>Adiatmika, I Putu Gede</dc:creator>
	<dc:creator>Swamardika, Ida Bagus Alit</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Auto stretching, muskuloskeletal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Menjahit merupakan salah satu pekerjaan yang ditekuni secara individu maupun pekerja industri konveksi. Menjahit pekerjaan yang membuat postur kerja kaku dan beban otot yang statis dengan kecepatan tinggi, untuk waktu yang lama dapat meningkatkan peluang pengembangan keluhan muskuloskeletal didalamnya seperti, nyeri bahu, leher kaku, dan nyeri pinggang. Kontraksi berlebihan pada otot akibat posisi kerja, beban kerja yang terlalu berat dan durasi kerja berlebihan mengakibatkan keluhan Musculosceletal Disorder (MSDs) dengan gangguan fungsi normal otot, tendon, saraf, pembuluh darah, tulang dan ligamen. Salah satu upaya pendekatan ergonomi yang dapat di terapkan untuk mengatasi keluhan tersebut melalui teknik relaksasi yaitu stretching Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi keluhan musculoskeletal pada penjahit. Metodologi:&amp;nbsp; Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Lokasi penelitian yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta dengan periode penelitian dari bulan September – Desember 2022. Populasi target pada penelitian ini adalah semua pekerja penjahit yang ada di Arsha Konveksi. Pengambilan sampel menggunaan teknik random sampling. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah bekerja pada Periode I dan Periode II terhadap 12 sampel selama 1 bulan. Data yang diperolah akan dianalisis dengan uji t-paired pada taraf signifikansi 5%. Data dianalisis dengan SPSS versi 22 for windows. Uji dilakukan dengan uji perbandingan t paired. Hasil: Analisis pada keluhan muskuloskeletal sebelum bekerja&amp;nbsp; memiliki nilai p value (0,727&amp;gt;0,05) sehingga tidak ada perbedaan yang signifikan keluhan muskuloskeletal&amp;nbsp; sebelum kerja antara Periode I dan Periode II baik sebelum maupun setelah diberikan tindakan auto stretching. Kemudian pada keluhan muskuloskeletal setelah bekerja memiliki nilai p value (0,000&amp;lt;0,05) sehingga ada perbedaan yang signifikan keluhan muskuloskeletal&amp;nbsp; setelah kerja antara Periode I dan Periode II baik sebelum maupun setelah diberikan tindakan auto stretching. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa Pemberian Auto Stretching dapat menurunkan keluhan musculoskeletal pada pekerja pejahit di ARSHA Konveksi Godean Kabupaten Sleman Yogyakarta.
Kata Kunci: Auto stretching, muskuloskeletal</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/549</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v12i1.549</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 12 No. 1 (2023): November  2023; 124 - 130</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 12 No 1 (2023): November  2023; 124 - 130</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v12i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/549/302</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/550</identifier>
				<datestamp>2023-12-07T23:32:25Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DENGAN METODE CASE BASE LEARNING TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU SEKSUAL BERESIKO</dc:title>
	<dc:creator>Winarti, Eko</dc:creator>
	<dc:creator>Martianawati, Martianawati</dc:creator>
	<dc:creator>Lutfiasari, Dessy</dc:creator>
	<dc:creator>Yulinda, Vivitri</dc:creator>
	<dc:creator>Nur Anissa, Rahma</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Remaja, Case Base learning, Perilaku Seksual Beresiko</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Salah satu masalah kesehatan di Indonesia yaitu kesehatan reproduksi remaja. Pendidikan kesehatan reproduksi remaja merupakan upaya pencegahan perilaku seksual beresiko. Metodologi: Penelitian dilakukan menggunakan quasi eksperimen, melibatkan kelompok kontrol disamping kelompok perlakuan. Kedua kelompok akan diberikan pretest di awal dan setelah kelompok perlakuan diberikan intervensi kedua kelompok akan dilakukan posttest. Hasil:Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa upaya pencegahan perilaku seksual remaja beresiko dengan pendidikan kesehatan reproduksi remaja dengan metode case base learning kurang baik pada kelompok intervensi, sedangkan pada kelompok kontrol pencegahan dilakukan cukup baik. Diskusi:Pendidikan kesehatan reproduksi remaja dengan metode case base learning efektif terhadap upaya pencegahan perilaku seksual remaja beresiko.
Kata Kunci: Pendidikan, kesehatan reproduksi, remaja, metode case base learning, perilaku seksual beresiko</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/550</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v12i1.550</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 12 No. 1 (2023): November  2023; 73 - 80</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 12 No 1 (2023): November  2023; 73 - 80</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v12i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/550/291</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/551</identifier>
				<datestamp>2023-12-07T23:32:25Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL DENGAN INTERVENSI TERAPI KELUARGA DI WILAYAH PUSKESMAS LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO</dc:title>
	<dc:creator>Firmawati, Firmawati</dc:creator>
	<dc:creator>Biahimo, Nur Uyuun I</dc:creator>
	<dc:creator>Piola, Wiwi Susanti</dc:creator>
	<dc:creator>Mantu, Nurmalia R.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Isolasi sosial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Skizofrenia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Terapi Keluarga</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Isolasi social merupakan kegiatan interaksi yang dilakukan oleh individu dengan seseorang tetapi mengalami kegagalan dalam berinteraksi yang disebabkan oleh pikiran yang negative. Seseorang dapat mengalami isolasi social dimana saat kodisi seseorang tidak mau berinteraksi dengan orang yang ada disekitarnya, sehingga orang yang mengalami gangguan tersebut memilih untuk menarik diri, tidak melakukan kontak fisik dan sering bertengkar dengan pikirannya sendiri sehingga memilih menghindar bertemu orang lain dan lebih memilih untuk menyendiri. Metodologi: Tujuan penelitian ini mengetahui adanya pengaruh terapi keluarga terhadap kemampuan berinteraksi pada pasien isolasi sosial. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus (asuhan keperawatan),Objek dalam penelitian ini adalah pasien ODGJ dengan diagnosis isolasi sosial. Metode pengumpulan pada penelitian ini melalui wawancara terhadap responden. Dengan menjelaskan kepada responden manfaat dan tujuan terapi keluarga dan jika responden memenuhi kriteria dan bersedia untuk menjadi responden kemudian mengisi informed concent untuk kesediaan menjadi responden dalam penelitian.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan Keadaan klien saat keluarga belum memberikan terapi berupa intervensi terhadap klien 1,2 dan 3 tampak masih suka menyendiri, malu, tidak mau berinteraksi dengan orang lain. Sedangkan sedangkan keadaan klien setelah diberikan terapi oleh keluarga, klien 1 dan 3 terjadi perubahan&amp;nbsp; seperti perlahan-lahan sudah mau berkomunikasi dengan orang lain namun, pada klien 2 masih belum bisa berkomunikasi dengan perawat tetapi dengan orang terdekat sudah ada perubahan.
Kata Kunci: Isolasi sosial, Skizofrenia, Terapi Keluarga
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/551</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v12i1.551</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 12 No. 1 (2023): November  2023; 81 - 87</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 12 No 1 (2023): November  2023; 81 - 87</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v12i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/551/295</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/553</identifier>
				<datestamp>2023-12-07T23:32:25Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN POST OPERASI BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH) DENGAN INTERVENSI PEMBERIAN AROMA TERAPI LEMON UNTUK  MENGURANGI NYERI DI RSUD TOTO KABILA</dc:title>
	<dc:creator>Usman, Rahmawati A.</dc:creator>
	<dc:creator>Syamsuddin, Fadli</dc:creator>
	<dc:creator>Ayuba, Asni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BPH, Nyeri, Aroma Terapi Lemon</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Tindakan pembedahan menyebabkan kerusakan jaringan yang actual dan potensial sehingga seseorang dapat mengalami nyeri. Penatalaksanaan nyeri dapat dilakukan dengan non farmakologi diantaranya pemberian aromaterapi dengan menggunakan aromaterapi lemon, yang bertujuan untuk mengurangi nyeri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post operasi BPH. Metodologi: Jenis desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan rancangan penelitian pre test and post test, Objek dalam studi kasus ini adalah pasien post operasi BPH dengan gangguan rasa aman dan nyaman. Metode pengumpulan pada penelitian ini melalui wawancara dengan menjelaskan manfaat dan tujuan pemberian aroma terapi lemon dan jika responden memenuhi kriteria dan bersedia untuk menjadi responden kemudian mengisi inform concent untuk kesediaan. Hasil: hasil penelitian menunjukan pasien Post Operasi BPH setelah diberikan aromaterapi lemon terjadi penurunan tingkat nyeri.
Kata Kunci: BPH, Nyeri, Aroma Terapi Lemon</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction: BPH or Benign Prostate Hyperplasia is a condition in which the prostate gland enlarges, extends upward into the bladder and blocks the flow of urine by closing the urethral orifice. TURP is one of the surgical procedures for BPH patients. Surgery causes actual and potential tissue damage so that a person can experience pain. So that during the postoperative period nurses play a very important role in trying to meet the needs of the patient's sense of security and comfort. Pain management can be done with non-pharmacology, including giving aromatherapy using lemon aromatherapy, which aims to reduce pain. Methodology: The purpose of this study was to determine the effect of giving lemon aromatherapy to reducing the pain scale in postoperative BPH patients. The type of research design used in this study was a quasy experiment with a pre-test and post-test research design. The objects in this case study were postoperative BPH patients with impaired feelings of safety and comfort. The collection method in this study was through interviewing respondents by explaining the benefits and purposes of giving lemon aromatherapy and if the respondent met the criteria and was willing to become a respondent then filled in informed consent for willingness. Results: The results of the study showed that postoperative BPH patients after being given lemon aromatherapy decreased their pain level from moderate pain to mild pain.
Keywords: BPH, Pain, Aromatherapy Lemon</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/553</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v12i1.553</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 12 No. 1 (2023): November  2023; 138 - 143</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 12 No 1 (2023): November  2023; 138 - 143</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v12i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/553/303</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/554</identifier>
				<datestamp>2023-12-07T23:32:25Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENERAPAN FAMILY EMPOWERMENT MELALUI LIMA TUGAS PADA KELUARGA YANG MERAWAT LANSIA PENDERITA HIPERTENSI  DI DESA MONGOLATO</dc:title>
	<dc:creator>A. Datau, Nur Oktaviani</dc:creator>
	<dc:creator>Febriona, Rona</dc:creator>
	<dc:creator>Biahimo, Nur Uyuun I.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kata Kunci: Family empowerment, hipertensi, lansia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Keywords: Family empowerment, hypertension, elderly</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Berdasarkan WHO (World Health Organization) tahun 2021 penyakit kardiovaskular telah mengakibatkan 17 juta kematian tiap tahun akibat komplikasi hipertensi yaitu sekitar 9,4 juta tiap tahun di seluruh dunia. Family support berperan penting dalam mengatur gaya hidup sehat bagi keluarga penderita hipertensi. Tidak semua keluarga memiliki familysupport yang baik untuk menghadapi masalah anggota keluarga dengan penyakit hipertensi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan family empowerment melalui lima tugas kesehatan keluarga yang merawat lansia penderita hipertensi.. Metodologi: &amp;nbsp;Objek dalam penelitian ini adalah keluarga dengan lansia yang menderita hipertensi di Desa Mongolato Kecamatan Telaga. Adapun sampel dalm penelitian ini sebanyak 3 kepala keluarga. Data diambil menggunakan lembar observasi dan wawancara. Jenis penelitian yang digunakan adalah experimental design. Hasil: Setelah dilakukan intervensi edukasi tentang lima tugas kesehatan keluarga didapatkan bahwa ketiga keluarga sudah mengetahui gejala, penyebab dari hipertensi ketiga keluarga dan juga mengetahui diet apa yang harus dilakukan agar mencegah kekambuhan dari penyakit hipertensi, serta keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk memeriksakan kesehatan lansia yang menderita hipertensi. Kesimpulan: Bahwa terdapat perubahan sebelum dan setelah diterapkan family empowerment melalui lima tugas kesehatan keluarga yang merawat lansia dengan hipertensi.
Kata Kunci: Family empowerment, hipertensi, lansia</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Introduction: Based on WHO (World Health Organization) in 2021 cardiovascular disease has resulted in 17 million deaths each year due to complications of hypertension, which is around 9.4 million annually worldwide. Family support plays an important role in managing a healthy lifestyle for families with hypertension. Not all families have good family support to deal with the problems of family members with hypertension. This research was conducted to find out the application of family empowerment through five family health tasks that treat elderly people with hypertension. Methodology: The object of this research is a family with elderly who suffer from hypertension in the village of Mongolato, Telaga District. The samples in this study were 3 heads of families. Data was taken using observation sheets and interviews. The type of research used is experimental design. Results: After carrying out educational interventions regarding the five family health tasks, it was found that the three families already knew the symptoms, the causes of hypertension in the three families and also knew what diet to do to prevent recurrence of hypertension, and families used health facilities to check the health of elderly people who suffer hypertension. Conclusion: That there are changes before and after applying family empowernt through five family health tasks that treat elderly people with hypertension.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/554</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v12i1.554</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 12 No. 1 (2023): November  2023; 88 - 94</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 12 No 1 (2023): November  2023; 88 - 94</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v12i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/554/296</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/556</identifier>
				<datestamp>2023-12-07T23:32:25Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN PENYAKIT SCABIES DI PONDOK PESANTREN NURUL HAYAT TUBAN</dc:title>
	<dc:creator>Sugiarto, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Winarti, Eko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Scabies, Personal Hygiene, Pondok Pesantren</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang: Nurul Hayat Tuban merupakan sekolah Islam berasrama dimana santri biasanya tinggal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bersama dengan teman-teman dalam satu kamar. Tinggal bersama dengan sekelompok orang seperti di pesantren berisiko mudah tertular berbagai penyakit, khususnya skabies. Skabies kurang diperhatikan oleh para santri di Pondok Pesantren. beberapa penyakit kulit seperti skabies paling sering diakibatkan dari perilaku personal hygiene yang tidak sehat seperti menggantung pakaian dikamar, saling bertukar pakaian dan benda pribadi, seperti sisir dan handuk, dipengaruhi juga oleh pengetahuan yang kurang mengenai kebersihan diri. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor resiko kejadian scabies dipondok pesantren Nurul Hayat Tuban. Metode Peneitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan Deskriptif yaitu suatu metode penulisan yang mengambarkan tentang keadaan yang sebenarnya tentang objek yang diteliti, dan tidak membuat perbandingan variabel itu pada sampel yang lain serta tidak mencari hubungan variabel itu dengan variabel yang lain (Sugiyono, 2013).Kesimpulan: Pengetahuan dan perilaku personal hygiene &amp;nbsp;dipondok pesantren Nurul Hayat Tuban &amp;nbsp;sebagian besar cukup, &amp;nbsp;sedangkan kejadian scabies sebagian besar tidak mengalami&amp;nbsp; scabies.
Kata Kunci: Scabies, Personal Hygiene, Pondok Pesantren.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/556</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v12i1.556</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 12 No. 1 (2023): November  2023; 101 - 106</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 12 No 1 (2023): November  2023; 101 - 106</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v12i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/556/298</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/559</identifier>
				<datestamp>2023-06-20T05:36:53Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN PELATIHAN BERBASIS SIMULASI TERHADAP SELF EFFICACY  DAN KOMPETENSI RELAWAN DALAM KEGAWATDARURATAN</dc:title>
	<dc:creator>Atmojo, Didik Susetiyanto</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Elfi Quyumi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pelatihan/Training Simulasi. Self Efficacy,Kompetensi, Relawan.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan:Kegawatdaruratan adalah suatu kondisi dimana korban memerlukan pertolongan pertama segera untuk menyelamatkan nyawa dan kecacatan lebih lanjut.. Pertolongan pertama yang tepat merupakan salah satu aspek penting dari keselamatan korban. Keberhasilan penanganan korban gawat darurat bergantung pada beberapa syarat yaitu kecepatan ditemukan, kecepatan tanggap tenaga kesehatan, kemampuan dan kualitas tenaga kesehatan serta kecepatan meminta pertolongan. Pengembangan kemampuan peserta untuk memberikan pertolongan pertama dan bereaksi secara memadai dan optimal dalam situasi darurat akut akan&amp;nbsp;&amp;nbsp; menumbuhkan rasa percaya diri peserta. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperiment dengan pendekatan one group pre-post test . Sampel yang digunakan sebanyak 40 peserta dengan menggunakan tehnik total sampling. Data diambil menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan Uji statistik Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian didapatkan nilai p value = 0,000 yang berarti pemberian pelatihan kegawatdaruratan berbasis simulasi berpengaruh terhadap perubahan/peningkatan self efficacy relawan. Diskusi: Pelatihan pertolongan pertama berdasarkan prinsip-prinsip simulasi memiliki banyak manfaat jika dibandingkan dengan konsep pelatihan frontal tradisional dan terutama teori. Ini mengembangkan kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama dan bereaksi secara memadai dalam situasi darurat akut. Selain itu juga menumbuhkan rasa percaya diri/self efficacy peserta
&amp;nbsp;Kata Kunci: Pelatihan berbasis Simulasi, Self Efficacy, Kompetensi, Relawan
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/559</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v11i2.559</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 11 No. 2 (2023): Mei 2023; 71 - 75</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023; 71 - 75</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v11i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/559/277</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejurnaladhkdr.com:article/563</identifier>
				<datestamp>2023-12-07T23:32:25Z</datestamp>
				<setSpec>jik:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS FAKTOR DEMOGRAFI DAN PAJANAN KROMIUM (Cr) DENGAN GEJALA BATUK PADA PEKERJA INDUSTRI TENUN TROSO DI DESA TROSO KECAMATAN PECANGAN KABUPATEN JEPARA</dc:title>
	<dc:creator>Asrori, Asrori</dc:creator>
	<dc:creator>Setiani, Onny</dc:creator>
	<dc:creator>Hanani, Yusniar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">faktor demografi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kromium</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Kromium merupakan logam berat yang telah terdaftar dalam 20 bahan berbahaya teratas oleh Badan Zat Beracun dan Pendaftaran Penyakit berwarna putih ke abu-abuan yang tidak stabil dan mudah teroksidasi. Gangguan pernapasan merupakan gangguan kesehatan yang sering diabaikan oleh para pekerja pada umumnya khususnya pekerja tenun troso. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa faktor demografi dan pajanan kromium (Cr) dengan gejala batuk pada pekerja industry tenun troso.&amp;nbsp; Metodologi: Desain penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Desa Troso Kecamatan Pecangan Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah Indonesia pada bulan Mei 2023. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja tenun troso sejumlah 30 responden. Sampel penelitian adalah semua pekerja tenun troso sejumlah 30 responden. Tekhnik pengumpulan data yaitu observasional dan menggunakan data primer dengan kuesioner. Variabel bebas penelitian adalah jenis kelamin, usia, pendidikan dan kadar kromium (Cr) sedangkan variable terikat adalah gejala batuk. Data dianalisis dengan uji chi square menggunakan SPSS 23. Diskusi: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan jenis kelamin (p=0,035), usia (p=0,040), pendidikan (p=0,023) dan kadar kromium (Cr) (p=0,040) dengan gejala batuk pada pekerja industry tenun troso. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan faktor demografi (jenis kelamin dan usia) dan pajanan kromium (Cr) dengan gejala batuk pada pekerja industry tenun troso di Desa Troso Kecamatan Pecangan Kabupaten Jepara.
Kata Kunci: demografi, kromium, gejala batuk</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/563</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32831/jik.v12i1.563</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Kesehatan; Vol. 12 No. 1 (2023): November  2023; 9 - 19</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">coba; Vol 12 No 1 (2023): November  2023; 9 - 19</dc:source>
	<dc:source>2579-7301</dc:source>
	<dc:source>2303-1433</dc:source>
	<dc:source>10.32831/jik.v12i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/563/292</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-06-18T01:36:09Z"
			completeListSize="178"
			cursor="0">3801aaf7314be07dd7b35ecbfbde886c</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
