HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI KUNJUNGAN POSYANDU BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA PARANG UPTD PUSKESMAS TIRON KABUPATEN KEDIRI

  • Sumy Dwi Antono Akper Dharma Husada kediri
  • Siti Asiyah Program Studi Kebidanan Kediri Poltekkes Kemenkes Malang
  • Vita Oktavian Sarjana Terapan Kebidanan Kediri Poltekkes Kemenkes Malang

Abstract

Abstract: Nutritional Status at toddler was one of factors to determine good growth a child in the future. The toddler with less nutritional status affected quality of growth in the future. Posyandu visit was done at toddler routinely that had aim in order to more easy looked growth at toddler  for prevented occurs less or poor nutrients. At this reserarh posyandu visit was not only visited but did scaling at weigh, giving nutrients, information about important of nutrient for toddler and givimg service of sanitary. In a previous study, it was done research about relation of being active posyandu visit with nutritional status, but only looked active or not at toddler in followed posyandu. This study aims to determine the relationship between the frequency of visits of toddlers posyandu with nutritional status of children in Parang,  The Community Health Center Tiron Kediri. This type of research is observational analytic with a retrospective study approach, and uses the Spearman rank analysis test. The population in this study were all toddlers aged 24 - 59 months who participated in the posyandu activities in March 2019 with total of respondent 181. The sampling technique used was Dispropotinate stratified random sampling. The sample size used 126 respondents who met the inclusion criteria and exclusion criteria. The results obtained from the spearman rank correlation test with the value of p value 0,000 <α = 0.05, the value of Correlation Coefficient 1,000 and has a direction of positive correlation (+). There is a relationship between the frequency of visits of toddlers posyandu with nutritional status of children aged 24-59 months in Parang,  The Community Health Center Tiron Kediri. The relationship between the two variables are very strong, and the direction of the relationship between the variables are positive. Based on the result of study, the frequency at posyandu visit to toddler age 24-59 months showed that most of regularly as many as 75,3% and nutritional status to toddler age 24-59 months showed most of the respondent had good nutritional status as many as 72,20%.


Keywords: Frequency of Posyandu Visits, Nutritional Status.


Abstrak : Status gizi balita merupakan salah satu faktor penentu baik tumbuh kembangnya seorang anak dimasa depan. Balita dengan status gizi yang kurang akan mempengaruhi kualitas tumbuh dan kembangnya dimasa mendatang. Dilakukan kunjungan posyandu balita dengan rutin tujuannya agar lebih mudah dalam melakukan pemantauan tumbuh dan kembang balita untuk mencegah terjadinya gizi kurang maupun gizi buruk. Pada penelitian ini kegiatan dikunjungan posyandu tidak hanya berkunjung saja melainkan melakukan penimbangan berat badan, pemberian asupan gizi, penyuluhan mengenai pentingnya gizi bagi balita dan pemberian pelayanan kesehatan. Pada penelitian sebelumnya dilakukan penelitian tentang hubungan keaktifan kunjungan posyandu dengan status gizi, namun hanya dilihat aktif tidaknya balita dalam mengikuti posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi kunjungan posyandu balita dengan status gizi balita di Desa Parang Puskesmas Tiron Kabupaten Kediri. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan studi retrospektif, dan menggunakan uji analisis spearman rank. Populasi dalam penelitian ini seluruh balita usia 24-59 bulan yang mengikuti kegiatan posyandu di bulan Maret 2019 dengan jumlah 181 respoden.Teknik sampling yang digunakan adalah


 


Dispropotinate stratified random sampling. Besar sampel yang digunakan 126 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Hasil yang didapatkan dari uji korelasi spearman rank dengan nila p value 0,000 < α = 0,05, nilai Correlation Coeffient 1,000 serta memiliki arah korelasi positif (+). Terdapat hubungan antara frekuensi kunjungan posyandu balita dengan status gizi balita usia 24-59 bulan di Desa Parang Puskesmas Tiron Kabupaten Kediri, keeratan hubungan kedua variabel sangat kuat, dan arah hubungan positif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, didapatkan frekuensi kunjungan posyandu balita usia 24-59 bulan menunjukan bahwa sebagian besar adalah teratur sebesar 75,3% dan status gizi balita usia 24-59 bulan menunjukan sebagian besar responden memiliki status gizi baik sebesar 72,20%.




Kata Kunci : Frekuensi Kunjungan Posyandu, Status Gizi.



Downloads

Download data is not yet available.

References

DAFTAR PUSTAKA
Budiman, & Riyanto, A. (2014). Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.
Cakrawati , D., & NH, M. (2014). Bahan Pangan, Gizi dan Kesehatan. Bandung: Alfabeta.
Cholifah, dkk. 2017.Predisposing Faktor Kunjungan Balita Ke Posyandu Di Desa Ketajen Gedangan Sidoarjo..journal kesehatan.hlm 5-6.
Destiadi, A. dkk. (2015). Frekuensi Kunjungan Posyandu Dan Riwayat Kenaikan Berat Badan Sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 3-5 Tahun. Jurnal Kesehatan,hlm 74.
Darmawan, A. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Kunjungan Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu di Desa Pemecutan Kelod Kecamatan Denpasar Barat. Jurnal Kesehatan hlm 33.
Fithria, & Azmi, N. (2015). Hubungan Pemanfaatan Posyandu Dengan Status Gizi Di Kecamatan Kota Jantho. Idea Nursing Journal, hlm 4.
Fitri, Reza Kartika. Dkk. (2017). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Balita Suku Anak Dalam (SAD). Jurnal Kesehatan Masyarakat. hlm 754. Vol 5.
Kemenkes.(2018). Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.Diakses pada tanggal 2 September 2018 melalui http://sigiziterpadu.gizi.kemkes.go.id/.
Kementrian Kesehatan RI. (2015). Rencana Strategis Kementrian Kesehatan Tahun 2015-2019.Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. Diakses pada tanggal 13 September 2018 melalui http://www.Renstra-2015.pdfakses.
Kementrian Kesehatan.(2013). Riset Kesehatan DasarTahun 2013. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. Diakses pada tanggal 13 September 2018 melalui http://www.depkes.go.id/.
Kemenkes. (2017). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. Diakses pada tanggal 1 September 2018 melalui http://www.depkes.go.id/.
Kementrian Kesehatan. (2015). Status Gizi Pengaruhi Kualitas Bangsa. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Diakses pada tanggal 20 Mei 2019 melalui www.depkes.go.id
Lanoh, M.dkk.(2015).Hubungan Pemanfaatan Posyandu Dengan Status gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ranotana Weru Kota Manado. eJurnal Keperawatan (e- Kp), hlm 5.
Matanah, L.(2018). Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Pengetahuan Ibu Tentang Posyandu Dengan Tingkat Partisipasi di Posyandu Anggrek VII Kelurahan Sidorejo Lor Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga. Jurnal Kesehatan, hlm 13.
Maya, O.F. (2016). Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Pengetahuan Ibu Balita Terhadap Kunjungan Posyandu Di Kelurahan Gili Timur Kecamatan Kamal Madura. Jurnal Kesehatan, hlm 37.

Muharry, dkk. (2017). Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Balita Di Puskesmas Nelayan Kota Cirebon. Jurnal Ilmu Kesehatan, hlm28.

Ni’mah, Khoirun. (2015). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Media Gizi Indonesia.hlm 16.Vol 10

Nirmala,Nurinka.(2018).Faktor-Faktor Pemanfaatan Posyandu Balita di Kelurahan Timuran Wilayah Kerja Puskesmas Setabelan Kota Surakarta.Jurnal Kesehatan.

Notoadmojo. (2012).Promosi Kesehatan Dan Prilaku KesehatanJakarta:PT Rineka Cipta

Nurapriyanti,Ima.(2015).Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Balita di Posyandu Kunir Putih Wilayah Kerja Puskesmas Umbulharjo Kota Yogyakarta.Jurnal Kesehatan.

Oktavia, Silvera. Dkk. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Buruk pada Balita di Kota Semarang Tahun 2107. Jurnal Kesehatan Masyarakat. hlm 188. Vol 5

Purwanti, Rachma. Dkk. (2016). Karakteristik Keluarga yang Berhubungan dengan Sttaus Gizi Balita Umur 6-59 Bulan. Jurnal Gizi Indonesia. Hlm 52. Vol 5.

Putri, Rona.S.dkk.(2015). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Padang. Jurnal Kesehatan,hlm 4-5.

Sugiarti,Retno.dkk.(2014).Kepatuhan Kunjungan Posyandu dan Status Gizi Balita di Posyandu Karangbendo Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia.hlm 145.

Sulistyo, A,D. (2018). Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dan Kehadiran Ibu ke Posyandu Dengan Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Grogol Sukoharjo. Jurnal Kesehatan, hlm 6.

Suryani, Linda. (2017). Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Pekanbaru. Journal of Midwifery Science.hlm 50.Vol 1
Published
2020-11-19
How to Cite
ANTONO, Sumy Dwi; ASIYAH, Siti; OKTAVIAN, Vita. HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI KUNJUNGAN POSYANDU BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA PARANG UPTD PUSKESMAS TIRON KABUPATEN KEDIRI. Jurnal Ilmu Kesehatan, [S.l.], v. 9, n. 1, p. 21 - 31, nov. 2020. ISSN 2579-7301. Available at: <http://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/281>. Date accessed: 26 jan. 2021. doi: https://doi.org/10.32831/jik.v9i1.281.
Section
Articles