HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI NADI DENGAN DERAJAT DEHIDRASI PADA ANAK DENGAN DIARE

  • Sri Haryuni Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri
  • Idola Perdana Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri
  • Endang Mei Yunalia Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri
  • Wiwik Handayani Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri

Abstract

Pendahuluan: Diare merupakan kondisi dimana meningkatnya jumlah buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi serta lebih dari 3 kali pada anak anak, yang ditandai dengan perubahan konsistensi feses, dimana feses lebih cair, berwarna kehijauan dan adakalanya bercampur dengan lendir, darah atau lendir saja. Komplikasi yang biasa terjadi akibat diare adalah dehidrasi, syok hipovolemik, hipokalemia, hipoglikemia, intoleransi sekunder yang diakibatkan karena kerusakan pada vili mukosa usus dan kekurangan enzyme laktase, kejang biasanya terjadi pada dehidrasi hipertonik, Kekurangan energi protein (akibat adanya muntah serta diare, jika lama atau kronik). Kondisi dehidrasi biasa ditandai dengan perubahan tanda-tanda vital, seperti suhu tubuh, frekuensi nadi, frekuensi pernapasan, dan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi nadi dengan derajat dehidrasi pada Anak dengan diare di IGD RSUD Wamena. Metode: Desain penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelasi melalui pendekatan cross sectional. Pengambilan data sekunder menggunakan lembar pengumpul data dengan jumlah responden sebanyak 380 orang. Variabel independen adalah frekuensi nadi, sedangkan variabel dependennya adalah derajat dehidrasi. Hasil: Berdasarkan hasil uji spearman rank didapati bahwa ada hubungan antara frekuensi nadi dengan derajat dehidrasi dengan nilai p =0.013 dan kekuatan hubungannya adalah sangat lemah. Diskusi: Disarankan untuk peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian lebih lanjut tentang factor lain terkait diare.


 


Kata kunci : derajat dehidrasi, diare, frekuensi nadi

Downloads

Download data is not yet available.

References

Campa, Francesco, Alessandro Piras, Milena Raffi, Aurelio Trofè, Monica Perazzolo, Gabriele Mascherini, and Stefania Toselli. 2020. “The Effects of Dehydration on Metabolic and Neuromuscular Functionality during Cycling.” International Journal of Environmental Research and Public Health 17(4). doi: 10.3390/ijerph17041161.
Iro, M. A., T. Sell, N. Brown, and K. Maitland. 2018. “Rapid Intravenous Rehydration of Children with Acute Gastroenteritis and Dehydration: A Systematic Review and Meta-Analysis.” BMC Pediatrics 18(1):1–9. doi: 10.1186/s12887-018-1006-1.
Kemenkes RI. 2018. “Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018.” Kementrian Kesehatan RI 53(9):1689–99.
Logan-Sprenger, Heather M., George J. F. Heigenhauser, Graham L. Jones, and Lawrence L. Spriet. 2015. “The Effect of Dehydration on Muscle Metabolism and Time Trial Performance during Prolonged Cycling in Males.” Physiological Reports 3(8):1–13. doi: 10.14814/phy2.12483.
Ngastiyah. 2014. Perawatan Anak Sakit (2 ed.). Jakarta: Buku Kedokteran.

Utami, Rahayu Sari, Dewi Wulandari, Poltekkes Bhakti, and Mulia Sukoharjo. 2015. “60 Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Anak Dengan Gastroenteritis Dehidrasi Sedang (Case Study: Nursing Care In Children With Gastroenteritis Moderate Dehydration).” IJMS-Indonesian Journal On Medical Science 2(1):2355–1313.
WHO. 2017. World Health Statistics. World Health Organization, 15 - 17. available: http://www.unicef.org/aids/files/hiv_diarrhoea_and_pneumonia.pdf
Wulandari,D & Erawati M. (2016). Buku ajar keperawatan anak. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Published
2022-05-31
How to Cite
HARYUNI, Sri et al. HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI NADI DENGAN DERAJAT DEHIDRASI PADA ANAK DENGAN DIARE. Jurnal Ilmu Kesehatan, [S.l.], v. 10, n. 2, p. 197 - 204, may 2022. ISSN 2579-7301. Available at: <https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/411>. Date accessed: 07 dec. 2022. doi: https://doi.org/10.32831/jik.v10i2.411.
Section
Articles